Edwina Dwi Sadika
Fakultas Teknologi Industri, Program Studi Teknik Industri, ITB

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengkaji Kelengkapan Human Factors Analysis And Classification System (HFACS) dari Sisi Budaya berdasarkan Dimensi Budaya dari Trompenaars Iftikar Z Sutalaksana; Edwina Dwi Sadika
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 2, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.683 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2017.2.2.2

Abstract

Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) merupakan alat untuk mengidentifikasi faktor manusia. HFACS diduga memerlukan aspek budaya sesuai dengan budaya yang berlaku di negara HFACS tersebut akan diterapkan. Penambahan aspek budaya tersebut akan membuat HFACS mampu mengidentifikasi aspek budaya yang mempengaruhi kecelakaan. Faktor penyebab kecelakaan penerbangan diklasifikasikan dengan HFACS dan aspek budaya yang memengaruhinya diidentifikasi dengan dimensi budaya dari Trompenaars. Dengan dukungan hasil wawancara dan pengolahan data, dapat diidentifikasi hubungan lapisan HFACS dengan aspek budaya. Analisis mengenai kebutuhan aspek budaya pada setiap lapisan HFACS pun dilakukan untuk mengevaluasi kandungan aspek budaya dalam HFACS dan menentukan apakah HFACS perlu ditambahkan aspek budaya. Persentase lapisan HFACS yang terlibat dalam kecelakaan penerbangan yang diteliti adalah Precondition for Unsafe Acts (34%), Unsafe Acts (32 %), Organizational Influences (19%), dan Unsafe Supervision (15%). Sedangkan sub lapisan HFACS yang paling dominan menjadi penyebab kecelakaan adalah Skill Based Errors (15,57%). Dimensi Universalism vs Particularism adalah dimensi budaya yang paling sering ditemukan sebagai budaya yang mempengaruhi penyebab kecelakaan. Pada HFACS awal, beberapa aspek budaya telah termasuk pada lapisan tertentu seperti Precondition for Unsafe Acts. Sementara lapisan yang perlu dipertimbangkan untuk dilengkapi dengan aspek budaya adalah Unsafe Acts– Decision Error, Unsafe Supervision, dan Organizational Influences – Organizational Process.