Andy Prasetiawan Hamzah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYERAPAN ANGGARAN DI KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Agung Sunarya Sulaeman; Andy Prasetiawan Hamzah; Rame Priyanto
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 4 (2012): Jurnal BPPK (printed version)
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48108/jurnalbppk.v4i0.57

Abstract

Penyerapan anggaran merupakan salah satu IKU Kementerian Keuangan. Tahun 2010, realisasinya belum memenuhi target yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyerapan anggaran di Kementerian Keuangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menerapkan metode deskriptif analitis untuk menggambarkan temuan dalam penelitian, selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan terhadap variabel yang diduga berpengaruh terhadap penyerapan anggaran, dengan hipotesis Ho : Sampel (variabel) belum memadai untuk dianalisis lebih lanjut; H1 : Sampel (variabel) sudah memadai untuk dianalisis lebih lanjut. Selanjutnya variabel yang memadai akan ditaksir dengan menggunakan model dimana yi adalah Serapan Anggaran dan xi adalah Variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan penyerapan anggaran di satuan kerja di lingkungan Kementerian Keuangan belum optimal. Faktor yang berpengaruh adalah perencanaan yang tidak matang;, pelaksanaan yang tidak sesuai jadwal;, prosedur pelaksanaan yang menghambat;, dan kurangnya koordinasi antar instansi terkait. Uji Hipotesis terhadap variabel operasional penelitian menunjukkan bahwa semua variabel memadai untuk dianalisis lebih lanjut. Pengaruh variabel operasional terhadap penyerapan anggaran dapat ditaksir dengan menggunakan model: Serapani = -0.116*Strukturali - 0.165*Perfi + 0.335*Plani + 0.054*Otoritasi Variabel perencanaan kegiatan (Plan), variabel kelemahan struktural dan sistemik (Struktural) dan variabel kinerja dan koordinasi dengan instansi lain (Perf) berpengaruh signifikan, sedangkan variabel otoritas anggaran (Otoritas) tidak berpengaruh signifikan. Variabel Struktural dan Variabel Perf berpengaruh negatif, sedangkan variabel Plan dan Variabel Otoritas berpengaruh Positif. Berdasarkan analisis penelitian untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran, disarankan ke pemerintah untuk melakukan prioritas perbaikan pada ke empat variabel beserta indikator-indikator yang membentuknya. Sedangkan untuk peneliti lain disarankan untuk meneliti instansi lain dan menggunakan variabel-variabel yang lebih mendetail.
Analisis Hubungan Politik Utang Indonesia dan China Untuk Menghindari Debt Trap Diplomacy Zhafarina Jauza Az Zahro; Faris Al-Fadhat; Andy Prasetiawan Hamzah
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 5 No. 4 (2024): Journal of Accounting and Finance Management (September - October 2024)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v5i4.785

Abstract

The analysis of the political relationship of Indonesia's debt to China to avoid debt trap diplomacy discusses the political debt relationship between Indonesia and China, particularly considering the intensive cooperation and debt assistance that China has provided to Indonesia, as well as the establishment of loan condition regulations that threaten the use of the state budget as a payment tool. This writing aims to understand the development of Indonesia's debt to China, whether Indonesia is trapped in a Debt Trap, and how Indonesia can avoid Debt Trap Diplomacy. This research employs a qualitative descriptive analysis method, utilizing previously published sources with data collection sourced from books, journals, and other online media such as websites, databases, and information available on the internet. Based on dependency theory, it shows that loan conditions with high interest rates and strict repayment terms reflect unfavorable lending conditions. The increase in debt to China for the Indonesian economy can stimulate the country's growth, but a significant economic dependence can also make Indonesia more vulnerable to Debt Trap Diplomacy. The research results indicate that based on the analysis of Indonesia's debt to China, there has been a tendency for an increase over the past five years. Indonesia is also still in a position of safe debt ratios, both by national and global standards, and does not fall into the category of Debt Trap Diplomacy. Several steps, approaches, and diplomatic efforts have also been undertaken by Indonesia to avoid Debt Trap Diplomacy.