Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengajaran dan Pembelajaran Metode Face to Face dan Pjj Online: Perbandingan dan Impak terhadap Students UTHM Johor Malaysia Semasa Pandemi Covid-19 Arwansyah Bin Kirin; Faisal bin Husen Isma’il; Muhammad Masruri; Siti Marpuah; Che Adenan bin Mohammad
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2021): January - April
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.4.1.2021.534

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam kehidupan termasuklah dunia pendidikan yaitu perguruan tinggi. UTHM sebagai salah satu universitas negri yang terdapat di Johor Malaysia dituntut untuk mengikuti perubahan metode pembelajaran sebagai impak daripada Covid-19 ini. Mahasiswa mahasiwi yang beragam latar belakang kehidupan baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan ikut merasakan perubahan proses PnP yang ditetapkan oleh Universitas meskipun mereka memiliki hampir 100% perangkat untuk menjalani proses PnP online. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan students UTHM Johor terhadap perbandingan antara PnP secara face to face dan PJJ Online serta mengetahui impaknya semasa Covid-19 ini. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Jumlah responden dalam kajian ini 388 students UTHM Johor Malaysia. Hasil penelitian mendapati hampir 60% students UTHM setuju bahwa PnP secara face to face masih dianggap baik berbanding PJJ online, karena lebih mudah memahami materi yang diajarkan dosen, mudah melakukan interaksi antara dua hala, PJJ online masih sukar untuk dipantau perkembangannya apatah lagi jika dilakukan full online. Namun walaupun begitu terdapat 27% yang mengatakan pengajaran secara online memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan face to face misalnya dari segi fleksibel waktu kulyah karena boleh diakses dimana saja, kemudahan untuk submit tugasan dan sbeagainya.
Transformasi Kurikulum Merdeka Di Madrasah; Menyongsong Era Pendidikan Digital Fahrina Yustiasari Liriwati; Siti Marpuah; Wasehudin; Zulhimma
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i1.103

Abstract

Artikel ini membahas transformasi kurikulum merdeka di madrasah dalam menyongsong era pendidikan digital. Era digital telah membawa perubahan besar dalam pendidikan, dan madrasah sebagai institusi pendidikan agama juga perlu beradaptasi dengan perubahan ini. Implementasi kurikulum merdeka menjadi semakin relevan dalam memberikan kebebasan dan kemandirian belajar kepada siswa di tengah perkembangan teknologi digital. Dalam artikel ini, penulis membahas peran penting kurikulum merdeka berbasis teknologi dalam menyokong pendidikan digital di madrasah. Kurikulum yang fleksibel dan berbasis teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memfasilitasi akses ke konten pendidikan yang beragam, dan mendukung penilaian yang berbasis teknologi. Namun, ada juga tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan pengembangan keterampilan digital guru. Untuk menyongsong era pendidikan digital dengan baik, madrasah dapat mengadopsi sejumlah strategi, termasuk meningkatkan infrastruktur teknologi, mengembangkan keterampilan digital guru, menyediakan konten pendidikan yang beragam, dan menerapkan pendekatan merdeka belajar. Dengan menggabungkan kurikulum merdeka dengan teknologi, madrasah dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Dengan meningkatkan infrastruktur teknologi, mengembangkan keterampilan digital guru, dan menyediakan konten pendidikan yang beragam, madrasah dapat memastikan bahwa implementasi kurikulum merdeka berbasis teknologi berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi pendidikan di madrasah. Melalui integrasi teknologi, madrasah dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan tuntutan era pendidikan digital yang semakin maju.
Leadership Accountability and Teacher Motivation in Islamic Junior High Schools: A Mixed Methods Study in Merangin Regency Hindun Hindun; Norainun Norainun; Siti Marpuah; Khairi Muslimah
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 7 No 1 (2026): January
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v7i1.2238

Abstract

Purpose of the study: This study aims to examine the leadership accountability within Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) under the Ministry of Religious Affairs in Merangin Regency and to analyze its relationship with teacher motivation. Methodology: Employing a mixed methods approach with a sequential explanatory design, the study integrates quantitative and qualitative data to obtain a comprehensive understanding of accountability practices and their motivational implications. The quantitative phase involved a survey of 125 MTsN teachers using validated Likert-scale questionnaires measuring leadership accountability and teacher motivation, analyzed through descriptive statistics and Pearson correlation analysis, for qualitative using Miles and Huberman. Main Findings: The results reveal that leadership accountability is predominantly perceived as good, with 94.4% of respondents categorizing it as good or very good, while teacher motivation is similarly high, with 96.0% of teachers falling into these categories. Correlation analysis demonstrates a strong and statistically significant positive relationship between leadership accountability and teacher motivation (r = 0.627, p < 0.01), indicating that higher levels of perceived accountability are associated with increased teacher motivation. Qualitative findings further show that accountability practices are strongest in administrative, reporting, and regulatory dimensions, yet less optimal in affective and humanistic aspects such as recognition, professional support, and responsiveness to teachers’ needs. Novelty/Originality of this study: The novelty of this study lies in its integration of accountability theory with motivational perspectives within the specific context of Islamic secondary education, highlighting that accountability should extend beyond procedural compliance toward ethical, relational, and supportive leadership practices.