Winny Swastike
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta winny.uns@gmail.com

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effect of Supplementation Purslane (Portulaca oleracea) as a Source of Alpha-Linolenic Acid on Production Performance and Physical Quality of Egg of Laying Hens Kartikasari, Lilik; Nuhriawangsa, Adi Magna Patriadi; Hertanto, Bayu Setya; Swastike, Winny
ANIMAL PRODUCTION Vol 17, No 3 (2015): September
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.898 KB) | DOI: 10.20884/1.anprod.2015.17.3.509

Abstract

The aim of the study was to evaluate the effects of inclusion plant source of n 3 fat in the form of alpha-linolenic acid (ALA, 18:3n-3) on the diets of layers on production performance and physical quality of eggs. A total of  125 Hy-Line Brown hens (38 weeks old) were placed at individual cages and assigned to five dietary treatments. The dietary treatments were supplemented with 0, 1.5, 3.0, 4.5 and 6.0% purslane meal. Laying hens were fed for five weeks following a seven day adaptation period. Water and feed were provided ad libitum. Feed intake (FI) measured weekly and feed consumption ratio (FCR) was calculated at the end of the trial. A total of 25 egg yolk samples of day 35 (n = 5 egg yolks for each treatment) were collected to analyse physical quality of eggs. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). Differences between treatment means were further analyzed using Duncans New Multiple Range Test (DMRT). Results showed that the incorporation of plants rich in ALA did not modify FI, FCR, and egg production. Supplementation of purslane meal in the diets had no effect on physical quality of eggs, including egg weight, yolk weight, albumen index, yolk index and Haugh Unit (HU). The average of egg weight and yolk weight were 60,5 and 15.3 g, respectively. Diet containing purslane meal increased yolk colour. In conclusion, laying hens that fed diet supplemented with purslane meal rich in ALA improved yolk colour and did not change the production performance of the laying hens or the qualities of the eggs.
The Role of Women as Community Development Cadres in Stunting Prevention through Animal Protein-Based Product Processing Technology in Kampung Sewu Village, Surakarta Swastike, Winny
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2024.10.02.014

Abstract

This activity aims to examine the role of women cadres in community development in stunting prevention through processing technology for vegetable and animal protein-based products, especially in Kampung Sewu Village, Surakarta City. Stunting is a significant chronic nutritional problem in Indonesia, especially in children under five. One form of prevention is through nutritional interventions of protein sources based on processed plant and animal products. Through the empowerment of female cadres, who are often local community leaders,
Penguatan Kapasitas Peternak Kambing Perah melalui Sinergi Akademisi, Pemerintah Desa dan CA Farm Sukoharjo Swastike, Winny
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110621

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berawal dari permasalahan mitra mengenai tantangan usaha kambing perah yang kerap berhenti pada produksi susu segar tanpa nilai tambah. CA Farm Sukoharjo dipilih sebagai mitra karena telah memiliki pengalaman dalam beternak kambing perah, namun masih terkendala pada efisiensi pakan, pengolahan susu, pemanfaatan limbah, serta strategi pemasaran. Kegiatan ini terdiri dari pelatihan pakan, pelatihan pengolahan susu, pelatihan pengolahan limbah dan pemberian bantuan alat pasteurisasi juga diakhir dengan fasilitasi keikutsertaan dalam pameran tingkat kabupaten, serta keterlibatan mahasiswa KKN. Program pengabdian skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) reguler UNS TA 2025 ini bertujuan memperkuat kapasitas peternak dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan jejaring usaha. Tahapan kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi, diskusi terarah, penyuluhan dan pelatihan dalam workshop, serta evaluasi dan monitoring kegiatan. Hasil kegiatan yang didapat melalui evaluasi yang dilakukan dengan tahapan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak dari 65% menjadi 95%. Selain itu, terjadi efisiensi pakan hingga 23%, serta peningkatan pendapatan usaha sekitar 30% dalam enam bulan pasca kegiatan. Analisis SWOT menunjukkan adanya perubahan yang cukup signifikan, terutama pada aspek kekuatan (skills dan peralatan) dan peluang (akses pasar). Program ini membuktikan bahwa keberpihakan akademisi melalui alih teknologi dan informasi dapat memberikan dampak nyata dalam membangun ketahanan usaha peternakan rakyat yang lebih mandiri dan berdaya saing.Kata Kunci: susu kambing; kambing perah; peningkatan kapasitas; alih teknologi; pemberdayaan
Peran Akademisi dalam Optimalisasi Peternakan Sapi Perah Paras melalui Alih Teknologi dan Diversifikasi Produk Olahan Susu Swastike, Winny
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110603

Abstract

Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang sangat mendukung untuk berkembangnya peternakan sapi perah. Akan tetapi kebanyakan usaha peternakan masih dikelola secara tradisional, sehingga penjualan susu masih berupa susu segar dan belum dikelolanya kotoran hewan dengan baik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi Peternakan Sapi Perah Desa Paras, Cepogo melalui alih teknologi. Alih teknologi yang dilakukan meliputi teknologi pengolahan pakan fermentasi dari silase tebon jagung, teknologi pasteurisasi susu, pengemasan dan pengolahan limbah kotoran hewan dengan menggunakan biodigester portable. Tahapan kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil program pengabdian di Peternakan Sapi Perah PARAS meningkatkan pengetahuan peternak dari 65% menjadi 95%, menurunkan biaya pakan, serta menaikkan produksi susu 20% dengan peningkatan nilai jual hingga 33%. Pemanfaatan limbah sapi melalui biodigester portable menghasilkan biogas sejak hari ke-14 yang mampu menggantikan sekitar dua tabung LPG bersubsidi per bulan sekaligus mendukung kelestarian lingkungan. Analisis SWOT menempatkan peternakan pada Kuadran I (growth strategy), menunjukkan potensi kuat untuk pengembangan usaha berkelanjutan. Program dan kegiatan ini dapat berkontribusi dan mendorong terwujudnya ekonomi sirkular, mendukung SDGs serta sejalan dengan Asta Cita pembangunan berkelanjutan Kata Kunci: susu sapi; diversifikasi olahan; biogas; ekonomi sirkular