Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPROVING STUDENTS' SPEAKING ABILITY BY USING ROLE- PLAY AT PHARMACY MAJOR OF HEALTH POLYTECHNIC PALEMBANG LILIS MARYANTI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.815 KB)

Abstract

The objectives of this study to identify whether the use of roleplay was effective to improve the students' speaking ability at Pharmacy Major of Health Polytechnic Palembang.The study applied experimental method and used non-equivalent control design The population were 60 students of Pharmacy Poltekkes Kemenkes Palembang. They were grouped into two groups as the experimental and contol group. The test was administred twice as pre-test and post-test. The results of the test were analyzed by using t-test through SPSS (Statistical Package for Social Sciences) program. The results of the study showed that there was a significant difference in speaking ability between the students of Pharmacy Poltekkes Kemenkes Palembang who were taught by using role-play and those who were not based on the independent sample t-test, and role-play has an effect to the student's ability.
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Berdasarkan Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 Fransiska Angelina; Mona Rahmi Rulianti; Lilis Maryanti; Sonlimar Mangunsong
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.477 KB) | DOI: 10.36086/jpharm.v4i2.1405

Abstract

Background : For health effort development, the application of pharmaceutical service standards can be one of the supports to rationalize the use of drugs for patient safety. The Puskesmas in Peninjauan District still lacks human resources to carry out pharmaceutical services. Methods : This is a non-experimental research conducted observationally with a descriptive research design based on the guidelines from the Minister of Health Number 74 of 2016. The research subject were Peninjauan Primary Health Care and Lubuk Rukam Primary Health Care. Results : The result of this study indicated that the application of pharmaceutical services standards in 2 Primary Health Care in the Peninjauan Districts from the aspect management drugs and consumables reaches 97,23% from the clinical pharmacy service aspect to 50,60% from equipment and supporting facilities aspect reaches 83,33% and from the aspect of human resources reached 66,66%. Conclusion : From the result of the study, it can be concluded that the application of pharmaceutical service standards at Primary Health Care in the Peninjauan District reaches 74,45% and it’s categorized as pretty good. Keywords : Standards, Pharmaceutical Service, Primary Health Care, Peninjauan
Cemaran Mikroba Pada Tester Lipcream di Toko Kosmetik Dengan Metode ALT (Angka Lempeng Total) Khofifah Indah Septiana; Dewi Marlina; Lilis Maryanti; Mar’atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.5

Abstract

Lipcream merupakan jenis kosmetik yang paling banyak digunakan dikalangan masyarakat, seringkali masyarakat menggunakanwtester terlebih dahulu untuk menentukan produk yang akan ia beli. Komposisi yang terdapat pada lipcreamwdapat menjadi media nutrisi yangwideal untuk pertumbuhan mikroorganisme sedangkan jumlah kontaminasi mikroba tidak boleh melewati nilai batas untuk mengetahuiqapakah sifat dan karakteristik lipcream tester masih dapat diterima, perlu dilakukan ujiwcemaran mikroba yang terdapat pada kosmetik lipcream tester dengan metode ALT (Angka Lempeng Total).  Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layak atau tidaknya produk lipcream tester yang disediakan di toko kosmetik dengan parameter syarat bakteriologis yang telah ditentukan oleh BPOM. Metode yang digunakan pada jenis penelitian ini adalah non-eksperimental deskriptif. Sampel yang digunakan ialah 6 sampel lipcream tester selama 3 bulan dengan merek dan toko kosmetik yang berbeda dan data yang diperoleh berupa Angka Lempeng Total. Tahapan penelitian yangqdilakukan meliputi penentuan danqpemilihan tempat pengambilan sampel, pengambilan sampel lipcream tester dan pengujian ALT pada tester. Hasil penelitian menunjukkan nilai Angka Lempeng Total yang terkecil yaitu 0 koloni/ml sampai yang terbesar 23×10 5 koloni/ml. Semua sampel yang diteliti tidak memenuhi persyaratan. Dari hasil penelitian semua sampel yang diteliti tidak memenuhirpersyaratan yang telah ditentukan BPOM Nomor 12 Tahun 2019.
Edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam Mencegah Penyebaran Campak di Panti Asuhan Bunda Yanti Palembang Lilis Maryanti
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku4383

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam Mencegah Penyebaran Campak di Panti Asuhan Bunda Yanti.” Latar belakang kegiatan ini didasari oleh meningkatnya kasus campak di Indonesia pada tahun 2025, termasuk di Kota Palembang. Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat dicegah melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Anak-anak di panti asuhan termasuk kelompok rentan terhadap penularan penyakit ini karena keterbatasan fasilitas dan pembinaan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak serta pengasuh di Panti Asuhan Bunda Yanti mengenai pentingnya PHBS sebagai upaya pencegahan penyakit campak. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret 2025 melalui dua tahap, yaitu kunjungan awal dan penyuluhan edukatif. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif, tanya jawab, serta demonstrasi praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS). Materi penyuluhan mencakup tujuh indikator utama PHBS, pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, konsumsi makanan bergizi, serta pencegahan penularan campak melalui imunisasi. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan observasi terhadap perilaku peserta setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya PHBS. Anak-anak mampu mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar serta memahami kaitan antara perilaku bersih dengan pencegahan penyakit menular. Pengurus panti menunjukkan komitmen untuk menerapkan kebiasaan hidup bersih secara rutin dan menjadikan edukasi kesehatan sebagai kegiatan berkelanjutan. Dengan demikian, edukasi PHBS terbukti efektif sebagai langkah promotif dan preventif dalam mencegah penyebaran penyakit campak di lingkungan panti asuhan.