Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisa Orientasi Arah dan Fraksi Volume Serat terhadap Kekuatan Geser dan Tarik Material Komposit Berpenguat Serat Batang Pisang Abaka Martijanti, Martijanti
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 10 No 2 (2011): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol10no2.179

Abstract

Material komposit merupakan suatu gabungan dua unsur, yaitu serat (fiber)dan matriks. Serat yang digunakan material komposit pada penelitian ini adalah serat yang berasal dari alam yaitu serat pisang abaka dan matriks yang digunakan epoxy. Permasalahan pada penelitian ini difokuskan untuk mengetahui sejauh mana orientasi arah serat terhadap sifat mekanik dari material komposit. Metode yang digunakan eksperimental dengan proses Hand Lay-Up. Dengan melakukan serangkaian pengujian yang meliputi uji tarik dan uji geser, sedangkan parameter yang diambil adalah variasi dari fraksi volume serat 10Yo, 15yo dan 20yo dengan arah serat dua arah dan juga arah acak. Dari hasil data pengujian, diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi fraksi volume serat, maka kekuatan tarik dan gesernya akan semakin meningkat. Pada orientasi serat arah Random kekuatannya lebih rendah dibandingkan dengan orientasi serat dua arah karena kekuatan tidak terpusat pada dua arah melainkan seragam pada segala arah. Adanya distribusi yang tidak merata karena adanya void atau cacat sehingga keuletannya rendah.
Pengaruh Variasi Jenis Logam Pengisi pada Pengelasan Alumunium 6061-T4 dengan Proses GTAW terhadap Sifat Mekanik Martijanti; Syahminan
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 6 No 1 (2007): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol6no1.266

Abstract

Pengelasan merupakan teknologi yang banyak digunakan untuk penyambungan logam. Namun hasil pengelasan yang diterapkan pada paduan aluminium tidak selalu menghasilkan sambungan dengan kualitas yang baik, hal ini dapat disebabkan salah satu faktornya adalah dalam menentukan jenis logam pengisi. Penentuan jenis logam pengisi ini akan menentukan kekuatan hasil las dari paduan aluminium. Untuk melihat sejauh mana pengaruh jenis logam pengisi tersebut, maka pada penelitian ini penulis menentukan tiga jenis logam pengisi yaitu ER 4043, ER 2319, ER 5056 pada proses pengelasan GTAW untuk paduan Aluminium 6061-T4. Dari hasil pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tarik terbesar pada paduan Aluminium 6061-T4 yang menggunakan jenis logam pengisi ER 4043 yaitu sebesar 19,694 kgf/mm2. Hasil distribusi kekerasan untuk ketiga jenis logam pengisi nilai kekerasan paling rendah terletak pada daerah HAZ sehingga pada pengujian tarik spesimen patah rata-rata di daerah HAZ karena pada daerah tersebut terjadi overagedregion.
Pengaruh Artificial Aging Terhadap Sifat Mekanik Hasil Lasan Tig Aluminium Seri 6013 T4 Martijanti
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 9 No 1 (2010): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol9no1.344

Abstract

Hasil pengelasan yang diterapkan pada paduan aluminium seri 6xxx tidak selalu menghasilkan sambungan dengan kualitas yang baik, hal ini disebabkan oleh adanya penurunan sifat mekanis selama proses pengelasan. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan sifat mekanis adalah proses artificial aging (penuaan buatan) yang dilakukan pada temperatur 180oC sedangkan waktu agingnya divariasikan 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh waktu penahanan pada saat aging terhadap hasil lasan paduan aluminium, sehingga diperoleh kualitas hasil lasan yang menunjukkan sifat mekanis yang optimal. Paduan aluminium yang digunakan adalah Aluminium seri 6013 T4. Data penelitian yang diperoleh adalah kekuatan luluh, kekuatan tarik, perpanjangan, distribusi kekerasan, kekasaran permukaan dan struktur mikro terhadap sample uji tanpa proses artificial aging dan setelah proses artificial aging . Dari hasil penelitian diperoleh peningkatan dari nilai kekuatan tarik (20-90)% maupun kekerasan (30-95)% pada paduan aluminium seri 6013 setelah proses artificial aging . Dari hasil pengujian kekasaran permukaan bahwa nilai Ra, Rz dan Rmax jika dibandingkan dengan nilai material awal, maka nilai optimal terjadi pada kondisi waktu aging yang 3 jam, sedangkan pengaruh artificial aging setelah pengelasan terhadap struktur mikro akan menghasilkan penghalusan terhadap presipitat.
Pengaruh Parameter Proses Pelapisan Nikel Terhadap Ketebalan Lapisan Bambang Santosa; Martijanti Syamsa
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 9 No. 1 (2007): APRIL 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nickel plating process by using electric current (electroplating) is a most widely applied plating in industry as a final result or basic plate for further processes. Nickel plating process can be applied to products such as medals aimed at protecting basic metal (copper) against corrosion and to keep their surfaces with shinning color throughout their life. The plate thickness to be produced on medals' surfaces would be influenced by some plating process parameters, among others, current density, temperature, and plating time. The research method used was experimental method by conducting thickness test on the nickel-plated medals by varying plating time (5, 10, 15 minutes), current density (0.28, 0.35, 0.42 ampere), and temperature (400C, 500C, 600C) parameters. Plating time, temperature, and current density parameters used during the plating process would have influence on nickel plate results qualitatively, where the bigger current density and the higher applied temperature, the thicker nickel plate produced on medals' surfaces. From the results of test it was obtained that the highest value of plate thickness was 82 µm on 0.42 ampere for a plating time of 15 minutes and at temperature of 600C. Abstract in Bahasa Indonesia : Proses pelapisan nikel dengan menggunakan arus listrik (electroplating) merupakan salah satu pelapisan yang paling banyak digunakan pada industri sebagai hasil akhir atau lapisan dasar untuk proses selanjutnya. Proses pelapisan nikel dapat diaplikasikan untuk produk seperti pada medali yang bertujuan untuk melindungi logam dasar (tembaga) dari korosi dan permukaannya mempunyai warna yang mengkilap selama masa pakainya. Tebal lapisan yang dihasilkan pada permukaan medali ini akan dipengaruhi oleh beberapa parameter proses pelapisan, diantaranya rapat arus, temperatur dan waktu pelapisan. Metode penelitian yang digunakan adalah metoda eksperimental dengan melakukan pengujian ketebalan terhadap medali yang telah dilapis nikel dengan menvariasikan parameter waktu pelapisan (5, 10, 15 menit), rapat arus (0,28, 0,35, 0,42 amper) dan temperatur (40oC, 50oC, 60oC). Parameter waktu pelapisan, temperatur dan rapat arus yang digunakan selama proses pelapisan ini akan mempengaruhi hasil lapisan nikel secara kuantitas, dimana semakin lama waktu pelapisan, semakin besar rapat arus dan semakin tinggi temperatur yang digunakan maka semakin tebal lapian nikel yang dihasilkan pada permukaan medali. Dari hasil pengujian diperoleh nilai tertinggi untuk tebal lapisan adalah 82 µm pada 0.42 amper dengan waktu pelapisan 15 menit dan temperatur pelapisan 60oC. Kata kunci: Pelapisan, tebal lapisan, rapat arus, temperatur, waktu pelapisan.
Analisa Orientasi Arah dan Fraksi Volume Serat terhadap Kekuatan Geser dan Tarik Material Komposit Berpenguat Serat Batang Pisang Abaka Martijanti Martijanti
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 10 No 2 (2011): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol10no2.179

Abstract

Material komposit merupakan suatu gabungan dua unsur, yaitu serat (fiber)dan matriks. Serat yang digunakan material komposit pada penelitian ini adalah serat yang berasal dari alam yaitu serat pisang abaka dan matriks yang digunakan epoxy. Permasalahan pada penelitian ini difokuskan untuk mengetahui sejauh mana orientasi arah serat terhadap sifat mekanik dari material komposit. Metode yang digunakan eksperimental dengan proses Hand Lay-Up. Dengan melakukan serangkaian pengujian yang meliputi uji tarik dan uji geser, sedangkan parameter yang diambil adalah variasi dari fraksi volume serat 10Yo, 15yo dan 20yo dengan arah serat dua arah dan juga arah acak. Dari hasil data pengujian, diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi fraksi volume serat, maka kekuatan tarik dan gesernya akan semakin meningkat. Pada orientasi serat arah Random kekuatannya lebih rendah dibandingkan dengan orientasi serat dua arah karena kekuatan tidak terpusat pada dua arah melainkan seragam pada segala arah. Adanya distribusi yang tidak merata karena adanya void atau cacat sehingga keuletannya rendah.
Pengaruh Variasi Jenis Logam Pengisi pada Pengelasan Alumunium 6061-T4 dengan Proses GTAW terhadap Sifat Mekanik Martijanti; Syahminan
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 6 No 1 (2007): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol6no1.266

Abstract

Pengelasan merupakan teknologi yang banyak digunakan untuk penyambungan logam. Namun hasil pengelasan yang diterapkan pada paduan aluminium tidak selalu menghasilkan sambungan dengan kualitas yang baik, hal ini dapat disebabkan salah satu faktornya adalah dalam menentukan jenis logam pengisi. Penentuan jenis logam pengisi ini akan menentukan kekuatan hasil las dari paduan aluminium. Untuk melihat sejauh mana pengaruh jenis logam pengisi tersebut, maka pada penelitian ini penulis menentukan tiga jenis logam pengisi yaitu ER 4043, ER 2319, ER 5056 pada proses pengelasan GTAW untuk paduan Aluminium 6061-T4. Dari hasil pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tarik terbesar pada paduan Aluminium 6061-T4 yang menggunakan jenis logam pengisi ER 4043 yaitu sebesar 19,694 kgf/mm2. Hasil distribusi kekerasan untuk ketiga jenis logam pengisi nilai kekerasan paling rendah terletak pada daerah HAZ sehingga pada pengujian tarik spesimen patah rata-rata di daerah HAZ karena pada daerah tersebut terjadi overagedregion.
Pengaruh Artificial Aging Terhadap Sifat Mekanik Hasil Lasan Tig Aluminium Seri 6013 T4 Martijanti
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 9 No 1 (2010): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol9no1.344

Abstract

Hasil pengelasan yang diterapkan pada paduan aluminium seri 6xxx tidak selalu menghasilkan sambungan dengan kualitas yang baik, hal ini disebabkan oleh adanya penurunan sifat mekanis selama proses pengelasan. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan sifat mekanis adalah proses artificial aging (penuaan buatan) yang dilakukan pada temperatur 180oC sedangkan waktu agingnya divariasikan 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh waktu penahanan pada saat aging terhadap hasil lasan paduan aluminium, sehingga diperoleh kualitas hasil lasan yang menunjukkan sifat mekanis yang optimal. Paduan aluminium yang digunakan adalah Aluminium seri 6013 T4. Data penelitian yang diperoleh adalah kekuatan luluh, kekuatan tarik, perpanjangan, distribusi kekerasan, kekasaran permukaan dan struktur mikro terhadap sample uji tanpa proses artificial aging dan setelah proses artificial aging . Dari hasil penelitian diperoleh peningkatan dari nilai kekuatan tarik (20-90)% maupun kekerasan (30-95)% pada paduan aluminium seri 6013 setelah proses artificial aging . Dari hasil pengujian kekasaran permukaan bahwa nilai Ra, Rz dan Rmax jika dibandingkan dengan nilai material awal, maka nilai optimal terjadi pada kondisi waktu aging yang 3 jam, sedangkan pengaruh artificial aging setelah pengelasan terhadap struktur mikro akan menghasilkan penghalusan terhadap presipitat.
Komparasi sifat mekanik antara komposit epoksi berpenguat abu dan sekam padi Martijanti, M.; Sutarno, S.; Sukwadi, R.; Wahyu, M.B.
Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin Vol 13, No 2 (2023): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dtm.v13i2.649

Abstract

Indonesia is an agricultural country because most of the population works in the agricultural sector. One of them is from agricultural products, namely rice. The milled rice produces rice and rice husks. Rice is used by the people of Indonesia as a staple food. Meanwhile, rice husks and ashes have not been utilized optimally. Seeing the great potential of rice husk and ash, efforts have been made to optimize the use of rice husk and ash as composite materials. The research aimed to obtain tensile strength, bending strength and porosity analysis of each composite using 230 mesh size rice husk particles or rice husk ash. The different volume fraction variations are 25% rice husk particles or its ashes and 75% epoxy matrix for the first variation, while for the second variation, it is 40% rice husk particles or its ashes and 55% epoxy matrix. The process of making composite materials was carried out using the hand lay-up and vacuum bag method with the test sample size according to the test standards used, namely ASTM D3039 for tensile strength testing and ASTM D790-61 for bending strength testing. The results of the mechanical properties test obtained the greatest tensile strength value in the epoxy composite reinforced with rice husk ash (40% wt) of 12.73 MPa and the greatest bending strength was in the epoxy composite reinforced with rice husk (40% wt) of 63.87 MPa. Preliminary characterization of rice husk and ash-reinforced epoxy composites met SNI standards.
The Effect of Al-Zn Composition and Immersion Time in The Galvalume Process on Low Carbon Steel Microstructure,Mechanical Properties, and Corrosion Rate Muda, Iskandar; Pradoto Ambardi; Martijanti; Kiki Fadlurahman
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 23 No 2 (2024): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol23no2.638

Abstract

The effect of Al-Zn composition and holding time on thickness, layer structure formation, mechanical properties, and corrosion resistance during the hot dip galvalume process on low-carbon steel has been carried out. Low-carbon steel is used with a chemical composition of 0.01-0.25% Carbon. The parameters used were Al55%-Zn45%, Al60%-Zn40%, and Al65%-Zn35%. The variations in immersion time used were 10 seconds, 20 seconds, and 30 seconds. The samples were tested, including Vickers micro testing, layer thickness, metallography with an optical microscope, Scanning Electron Microscope (SEM/EDS), X-ray diffraction (XRD), and dynamic potential testing. The highest layer hardness value obtained from the test results on the Al55%-Zn45% composition variation with a holding time of 30 seconds was 208.20 HV. The lowest layer hardness value obtained from the test results on the composition variation of Al65%-Zn35% with a holding time of 10 seconds is 172.16 HV. The lowest layer thickness value at a holding time of 10 seconds is 342.0 micrometers. The highest layer thickness value at a holding time of 30 seconds is 1358.0 micrometers. The range of corrosion rates is 2.097-4.69 mpy.
Komparasi sifat mekanik antara komposit epoksi berpenguat abu dan sekam padi M. Martijanti; S. Sutarno; R. Sukwadi; M.B. Wahyu
Dinamika Teknik Mesin Vol 13, No 2 (2023): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dtm.v13i2.649

Abstract

Indonesia is an agricultural country because most of the population works in the agricultural sector. One of them is from agricultural products, namely rice. The milled rice produces rice and rice husks. Rice is used by the people of Indonesia as a staple food. Meanwhile, rice husks and ashes have not been utilized optimally. Seeing the great potential of rice husk and ash, efforts have been made to optimize the use of rice husk and ash as composite materials. The research aimed to obtain tensile strength, bending strength and porosity analysis of each composite using 230 mesh size rice husk particles or rice husk ash. The different volume fraction variations are 25% rice husk particles or its ashes and 75% epoxy matrix for the first variation, while for the second variation, it is 40% rice husk particles or its ashes and 55% epoxy matrix. The process of making composite materials was carried out using the hand lay-up and vacuum bag method with the test sample size according to the test standards used, namely ASTM D3039 for tensile strength testing and ASTM D790-61 for bending strength testing. The results of the mechanical properties test obtained the greatest tensile strength value in the epoxy composite reinforced with rice husk ash (40% wt) of 12.73 MPa and the greatest bending strength was in the epoxy composite reinforced with rice husk (40% wt) of 63.87 MPa. Preliminary characterization of rice husk and ash-reinforced epoxy composites met SNI standards.