Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cost-Utility Analysis (CUA) dalam Pengambilan Keputusan Kesehatan: Sebuah Tinjauan Literatur dan Analisis Kebijakan Lismardani Lismardani; Eko Khair Anthony; Eka Yan Fitri; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing cost of healthcare services, limited resources, and growing demand for high-quality care require rational and evidence-based decision-making approaches. One of the most widely used economic evaluation methods in health policy is Cost-Utility Analysis (CUA), which assesses the efficiency of health interventions by comparing costs and outcomes measured in quality-adjusted life years (QALYs). This study aims to systematically review the concepts, methods, and applications of CUA in health policy decision-making, as well as to identify its benefits, limitations, and implementation challenges. A systematic literature review was conducted following the PRISMA guidelines. Relevant articles published between 2019 and 2025 were retrieved from PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Google Scholar. Eligible studies were analyzed thematically and synthesized narratively. The findings indicate that CUA is widely applied in the evaluation of health technologies, service delivery models, preventive programs, and population-based strategies, and plays a key role within the Health Technology Assessment (HTA) framework. The use of QALYs enables comprehensive comparisons across diseases and populations. However, several challenges remain, including limited availability of local utility data, methodological variability, and ethical and equity-related concerns. In conclusion, CUA serves as a strategic tool for supporting efficient and transparent health policy decision-making. Nevertheless, it should be used as a complementary instrument alongside ethical and social considerations to ensure fair and sustainable health policies.
Faktor Determinan PSN, Karakteristik Individu, dan Lingkungan Terhadap Kejadian DBD di Provinsi Papua Tengah: Analisis Data SKI 2023 Yulinda Lubis; Budi Hartono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51830

Abstract

Di Indonesia, Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi. Provinsi Papua Tengah yang merupakan wilayah endemis malaria, tidak luput dari adanya kasus DBD. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi DBD mencapai 3,90%, dengan container index (CI) berkisar 2,56-5,90, sehingga menjadi angka tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN), karakteristik individu, kondisi lingkungan rumah tangga memengaruhi kasus DBD di Papua Tengah, dengan menggunakan metode cross-sectional. Data sekunder dari hasil SKI 2023 di Provinsi Papua Tengah, dengan total responden sebanyak 5.408 serta menggunakan analisis univariat, uji chi square untuk bivariat, dan uji regresi logistik untuk model determinan multivariat. Hasil menunjukkan tujuh variabel diidentifikasi memiliki korelasi signifikan dengan DBD: umur, pekerjaan, tempat tinggal, larvasidasi, menutup penampungan air, memusnahkan barang bekas dan ketersediaan air, di mana tempat tinggal menjadi faktor utama, yaitu warga di daerah pedesaan lebih rentan terinfeksi DBD sebanyak 2,84 kali dibandingkan yang tinggal di perkotaan (OR=2,843; 95% CI=1,963–4,116). Kesimpulan penelitian menunjukkan faktor individu, lingkungan, dan perilaku pencegahan, memengaruhi kasus DBD, sehingga diperlukan intervensi PSN 3M Plus yang lebih besar, mencakup pembersihan dan penutupan tempat penampungan air serta daur ulang barang bekas serta meningkatkan partisipasi masyarakat agar risiko penularan DBD dapat berkurang. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Pemberantasan Sarang Nyamuk, Faktor Risiko