Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Tinjauan Pustaka Mengenai Dampak Pengelolaan Rugi Laba Terhadap Kinerja Keuangan Rumah Sakit: Sudut Pandang Manajerial Sherly Firsta Rahmi Rahmi; Nur Husna Dewi; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i4.1634

Abstract

The management of income statements is a crucial aspect in strategic decision-making within hospitals. The study aims to analyze the impact of income statement management on hospital financial performance from a managerial perspective. Using a literature review approach based on 20 national and international journals, the study concludes that a proper understanding and utilization of income statement can enhance operational efficiency, support effective resource allocation and strengthen strategic planning. From a managerial standpoint, the income statement functions as a tool for monitoring and evaluating the performance of work units. Furthermore, it serves as a basis for both short- and long-term financial decision-making. The study also highlights that hospital management teams who actively utilize this report tend to exhibit more stable and sustainable financial performance. Lastly, it emphasizes the importance of strengthening hospital management capacity in effectively managing and utilizing financial information to support the success of healthcare service delivery.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Rekam Medis Elektronik (Rme) Terhadap Efisiensi Kerja Tenaga Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Rosmita; Rizki Samur; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2165

Abstract

Penerapan teknologi informasi dalam dunia kesehatan telah berkembang pesat, salah satunya melalui penggunaan aplikasi Rekam Medis Elektronik (RME). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi RME terhadap efisiensi kerja tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan mengkaji berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dan diterbitkan dalam kurun waktu 2018–2024. Sumber data diperoleh melalui pencarian di database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci yang sesuai. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan RME dapat meningkatkan efisiensi kerja tenaga kesehatan, antara lain dengan mempercepat pencatatan data, mengurangi duplikasi informasi, serta meningkatkan akurasi dan aksesibilitas data pasien. Selain itu, RME juga membantu dalam pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat dan tepat. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi RME, seperti kurangnya pelatihan, kendala teknis, dan resistensi dari tenaga kesehatan yang belum terbiasa menggunakan sistem digital. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan penuh dari manajemen, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan infrastruktur teknologi untuk memastikan penerapan RME berjalan optimal. Kajian ini menyimpulkan bahwa RME memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi kerja di FKTP, dengan syarat implementasi dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Optimalisasi Pengelolaan Data Pasien Melalui Integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit Berbasis Digital Nailul Fithri Arrasily; Tri Jenny Minarsih; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2243

Abstract

Transformasi sistem kesehatan adalah langkah krusial untuk peningkatan kualitas layanan dan keselamatan pasien yang berkelanjutan, menuntut adaptasi dan inovasi terus-menerus, khususnya dalam manajemen layanan dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Pengelolaan data pasien yang terfragmentasi di rumah sakit telah lama menjadi hambatan utama dalam mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terkoordinasi secara optimal. Kondisi ini menciptakan ketegangan antara kebutuhan mendesak akan transformasi digital dalam layanan kesehatan dan tantangan multifaset yang persisten dalam mewujudkannya. Studi menunjukkan lebih dari 60% fasilitas kesehatan masih bergantung pada pencatatan manual atau sistem terfragmentasi, menyebabkan duplikasi data hingga 30%, keterlambatan diagnosis, dan peningkatan kesalahan medis hingga 25%. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi pengelolaan data pasien melalui integrasi sistem informasi rumah sakit berbasis digital. Integrasi data kesehatan muncul sebagai solusi kunci untuk mengoptimalkan sistem rumah sakit, dengan kemampuan menciptakan "single source of truth" yang holistik dan akurat mengenai operasional rumah sakit dan kesehatan pasien. Optimalisasi ini membawa peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional, kualitas pelayanan klinis, keselamatan pasien, dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi, misalnya, memfasilitasi akses cepat ke riwayat medis, hasil laboratorium, dan data penting lainnya, yang pada gilirannya mempercepat proses diagnosis dan pengobatan. Meskipun potensi manfaatnya besar, implementasi integrasi sistem informasi menghadapi tantangan signifikan. Tantangan-tantangan ini meliputi keberadaan silo data, sistem lama yang tidak interoperabel, kurangnya standarisasi data, risiko keamanan dan privasi data yang tinggi, serta resistensi organisasi terhadap perubahan. Untuk mengatasi hambatan ini dan mewujudkan potensi penuh pengelolaan data pasien digital, adopsi platform integrasi yang fleksibel dan skalabel, kolaborasi erat dengan vendor teknologi berpengalaman, serta prioritas pada keamanan dan privasi data menjadi strategi krusial. Selain itu, tata kelola data yang kuat, didukung oleh standar interoperabilitas seperti HL7 dan FHIR, serta pemanfaatan teknologi baru seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan komputasi awan, sangat penting untuk mendukung upaya integrasi yang komprehensif.
(Literature Review) Penetapan dan Pemanfaatan Big Data Dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat Rosmita Rosmita; Rizki Samur; Vidia Putri Maharani; Muhammad Fahri; Budi Harton; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2371

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan big data dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Metolelogi dalam penelitian ini dengan pendekatan literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 21,7% kebijakan kesehatan yang berbasis big data, menandakan masih rendahnya integrasi data besar dalam proses pengambilan keputusan. Padahal, penerapan big data, terutama bila dikombinasikan dengan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Machine Learning, memiliki potensi besar dalam menghadapi tantangan triple burden disease: penyakit menular, tidak menular, dan penyakit yang muncul kembali. Big data terbukti berperan penting dalam peningkatan efisiensi layanan kesehatan, seperti deteksi penyakit, alokasi sumber daya, manajemen pasien, dan pengambilan keputusan berbasis data. Studi ini juga mengungkap peran signifikan big data dalam penanganan pandemi COVID-19, termasuk pemantauan penyebaran virus secara real-time dan pengembangan vaksin. Analisis sentimen masyarakat di Twitter selama pandemi menunjukkan mayoritas bersifat netral, namun sentimen negatif yang cukup tinggi (lebih dari 20%) mengindikasikan ketidakpuasan terhadap layanan kesehatan. Metode klasifikasi sentimen menggunakan K-Nearest Neighbors (K-NN) dengan TF-IDF menunjukkan efektivitas dengan akurasi mencapai 76,19%. Transformasi digital turut mendorong inovasi layanan seperti telemedicine, aplikasi mobile, wearable device, serta peningkatan efisiensi operasional layanan kesehatan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi big data dan teknologi digital dalam membangun sistem kesehatan yang responsif, efisien, dan berbasis data.
(Literature Review) Pengembangan Sistem Informasi Puskesmas yang Terintegrasi Untuk Meniningkatkan Pengambilan Keputusan Kesehatan Eko Khair Anthony; Lismardani Lismardani; Eka Yan Fitri; Budi Harton; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2374

Abstract

Integrated health information systems in community health centers (Puskesmas) face various challenges, one of which is in the decision-making process. To improve the quality of services and the efficiency of managing health information systems, an appropriate and effective approach is essential in supporting decision-making. This study is a literature review. The data sources for this literature review were obtained from ScienceDirect and Google Scholar. The research data were collected from the years 2018 to 2025. Based on the literature review, the development of integrated information systems encounters several challenges, including fragmentation, poor data quality, limited human resource capacity, and inadequate management. Fragmentation occurs due to the vast amount of data spread across various systems and health institutions, while poor data quality is caused by a lack of training, insufficient investment in information technology infrastructure, and poor coordination between health agencies. To address these challenges, improvements can be made through enhanced information technology infrastructure, staff training at Puskesmas, increased human resource capacity, and better data integration. In addition, education and training for healthcare workers and administrative staff at Puskesmas need to be improved so that they are capable of using health information systems effectively.
Peran Analisis Kebutuhan dalam Perencanaan SIM RS Tri Jenny Minarsih; Nailul Fithri Arrasily; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran analisis kebutuhan dalam perencanaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) melalui kajian literatur terhadap berbagai penelitian terdahulu. SIMRS merupakan komponen integral dari sistem informasi rumah sakit yang menghubungkan berbagai unit layanan kesehatan dan memproses alur bisnis melalui integrasi jaringan dan prosedur administrasi, sehingga informasi dapat diakses secara cepat, tepat, dan akurat. Studi literatur ini menggunakan pendekatan studi kasus tematik dengan menelaah 30 artikel jurnal dan prosiding ilmiah yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015–2024, baik nasional maupun internasional, serta dilengkapi data sekunder resmi (Kemenkes RI dan WHO). Analisis dilakukan dengan metode sintesis naratif berdasarkan tema perencanaan infrastruktur, SDM, roadmap strategis, dan tantangan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan merupakan tahap krusial dalam perencanaan SIMRS. Analisis yang baik terbukti mampu memastikan kesesuaian sistem dengan proses bisnis rumah sakit, pemilihan infrastruktur TI yang tepat, serta penyusunan pelatihan SDM berbasis kompetensi. Sebaliknya, rumah sakit yang mengabaikan analisis kebutuhan cenderung menghadapi tantangan seperti ketidaksesuaian modul dengan alur kerja, pekerjaan manual tetap dominan, resistensi pengguna, dan inefisiensi operasional. Enterprise Architecture (EA) dan Zachman Framework banyak digunakan untuk memetakan kondisi eksisting rumah sakit (data, aplikasi, infrastruktur, SDM) serta menyusun roadmap TI secara terstruktur dan berkelanjutan. Literatur juga merekomendasikan penggunaan kerangka Enterprise Architecture (EA) atau Zachman Framework untuk menyusun roadmap SIMRS secara terstruktur dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa analisis kebutuhan harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan SIMRS. Perencanaan yang komprehensif mencakup aspek teknis, SDM, kebijakan, dan anggaran akan meningkatkan keberhasilan implementasi serta mendukung transformasi digital rumah sakit di Indonesia. Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, analisis kebutuhan, perencanaan TI, Enterprise Architecture, transformasi digital
Transformasi Digital Dalam Manajemen SDM: Peran HRIS di Era Teknologi Tri Jenny Minarsih; Nailul Fithri Arrasily; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2800

Abstract

Transformasi digital dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan keniscayaan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Human Resource Information System (HRIS) hadir sebagai sistem terintegrasi yang mendukung digitalisasi proses SDM secara strategis, termasuk di sektor rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2015–2025 guna mengidentifikasi peran, manfaat, dan tantangan implementasi HRIS. Hasil studi menunjukkan bahwa HRIS meningkatkan efisiensi administratif (penggajian, absensi), akurasi data, keterlibatan pegawai, serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data. Di rumah sakit, HRIS membantu memenuhi tuntutan akreditasi dan mempercepat pengelolaan data tenaga kesehatan. Namun, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan SDM, termasuk literasi digital dan sikap terhadap teknologi. Strategi implementasi seperti pendekatan bertahap, pemilihan sistem yang tepat, manajemen perubahan, serta pelatihan berkelanjutan menjadi kunci sukses transformasi. Studi ini menegaskan bahwa HRIS harus diadopsi secara strategis dengan memperhatikan faktor manusia dan keamanan data untuk memaksimalkan produktivitas dan daya saing organisasi.
Literature Review : Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Hanna Yulita; Dewi Novia Laras; Muhamad Ikhsan; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3177

Abstract

Pendahuluan : Kemiskinan adalah suatu keadaan di mana seseorang atau keluarga tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, seperti makanan, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan diukur berdasarkan garis kemiskinan yang ditetapkan, yaitu besarnya biaya hidup minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Di Indonesia terdapat beberapa penyebab dari kemiskinan seperti Ketimpangan Ekonomi, Kurangnya Pendidikan, Masalah Kesehatan, Sistem Layanan Kesehatan yang kurang baik. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan upaya yang melibatkan Pemerintah, Sektor Swasta dan Masyarakat untuk meningkatkan akses Pendidikan, mengurangi ketimpangan ekonomi, dan meningkatkan infrastuktur..Metode dan material : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber yang digunakan adalah Google Scholar dengan menggunakan kata kunci pencarian adalah pertumbuhan ekonomi, kesehatan dan kemiskinan. Hasil penelitian : penelitian ini ingin mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan Kesehatan terhadap kemiskinan.
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Alat Promosi Kesehatan Rumah Sakit di Era Digital Tri Jenny Minarsih; Nailul Fithri Arrasily; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6017

Abstract

Media sosial telah menjadi sarana komunikasi utama masyarakat di era digital. Di Indonesia, penetrasi internet mencapai 73–74% dari populasi (sekitar 202–205 juta pengguna), dengan lebih dari 190 juta pengguna aktif media sosial pada awal 2022. Artikel literatur ini mengkaji pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit sebagai alat promosi kesehatan. Berdasarkan analisis dari artikel jurnal (2013–2025), ditemukan bahwa sebagian besar rumah sakit di Indonesia memanfaatkan platform media sosial (terutama Instagram dan Facebook) untuk menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat. Strategi yang umum digunakan meliputi pembuatan konten edukatif oleh tim promosi kesehatan yang melibatkan tenaga ahli. literatur juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, termasuk risiko misinformasi kesehatan dan rendahnya keterlibatan bermakna. Hasil studi menunjukkan efektivitas media sosial dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat, terutama pada segmen muda, dengan biaya promosi yang relatif rendah. Namun, tingkat engagement (misalnya like atau komentar) akun rumah sakit masih tergolong rendah (sekitar 1–2%). Artikel ini menyimpulkan bahwa media sosial berpotensi besar sebagai media promosi kesehatan rumah sakit di era digital, asalkan didukung konten berkualitas dan manajemen yang baik.
Cost-Utility Analysis (CUA) dalam Pengambilan Keputusan Kesehatan: Sebuah Tinjauan Literatur dan Analisis Kebijakan Lismardani Lismardani; Eko Khair Anthony; Eka Yan Fitri; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing cost of healthcare services, limited resources, and growing demand for high-quality care require rational and evidence-based decision-making approaches. One of the most widely used economic evaluation methods in health policy is Cost-Utility Analysis (CUA), which assesses the efficiency of health interventions by comparing costs and outcomes measured in quality-adjusted life years (QALYs). This study aims to systematically review the concepts, methods, and applications of CUA in health policy decision-making, as well as to identify its benefits, limitations, and implementation challenges. A systematic literature review was conducted following the PRISMA guidelines. Relevant articles published between 2019 and 2025 were retrieved from PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Google Scholar. Eligible studies were analyzed thematically and synthesized narratively. The findings indicate that CUA is widely applied in the evaluation of health technologies, service delivery models, preventive programs, and population-based strategies, and plays a key role within the Health Technology Assessment (HTA) framework. The use of QALYs enables comprehensive comparisons across diseases and populations. However, several challenges remain, including limited availability of local utility data, methodological variability, and ethical and equity-related concerns. In conclusion, CUA serves as a strategic tool for supporting efficient and transparent health policy decision-making. Nevertheless, it should be used as a complementary instrument alongside ethical and social considerations to ensure fair and sustainable health policies.