Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Effect of Earnings Aggressiveness and Income Smoothing on Firm Value with Good Corporategovernance as a Moderating Variable in Pharmaceutical Companieson The Indonesia Stock Exchange David Yanto Daniel Mahulae
Jurnal Mantik Vol. 5 No. 2 (2021): Augustus: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jurnalmantik.Vol5.2021.1427.pp971-980

Abstract

Earnings Aggressiveness and Income Smoothing on the Value of Pharmaceutical Companies on the Indonesia Stock Exchange (2) analyzes whether Good Corporate Governance can be a moderating variable of the effect of Earnings Aggressiveness and Income Smoothing on the Value of Pharmaceutical Companies on the Indonesia Stock Exchange. This is done to prove that the existence of a company in the Capital Market in the eyes of investors does not only stop at focusing on achieving high profits as a benchmark for the financial performance of a company's operational activities, but also must be able to provide welfare for shareholders/principals as owners of capital, This indicator is one of the assessments of how far the progress of a company, especially for companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This study focuses on the company's performance in generating operating profit and its relationship with the value of the company.The sampling technique used is purposive sampling method where a sample of 6 companies was obtained for the research period 2010-2015. The tests carried out in this study were the classical assumption test (normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and auto correlation test), analytical method using multiple linear regression analysis with Moderate Regression Analysis model and to test the hypothesis used t test, f test, and determination test.The results of statistical tests show that partially and simultaneously Earnings Aggressiveness and Income Smoothing have a negative effect on the value of pharmaceutical companies on the Indonesia Stock Exchange, Good Corporate Governance cannot be a moderating variable of the effect of Earnings Aggressiveness and Income Smoothing on the value of pharmaceutical companies on the Indonesia Stock Exchange.
Evaluation of Internal Quality Audit Procedures for ISO 9001:2008 Submissions at Casablanca Club David Yanto Daniel Mahulae
Enrichment : Journal of Management Vol. 11 No. 2 (2021): May: Management Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.531 KB)

Abstract

The purpose of this study was to find out how the procedures and effectiveness of internal quality audits for submitting ISO 9001: 2008 certificates to companies. To be able to achieve the writing of this research, it cannot be denied that data and information are important factors. To obtain the data and information needed in this study, the authors collect data and information through research or research activities. The research method used is descriptive analysis method, which is a research method carried out by collecting, presenting, and analyzing company data based on existing facts with data collection techniques such as field studies, interviews, observations, and library research. Based on descriptive analysis of the research, the following results were obtained: a) Internal quality is a means to achieve a score determined by external parties, b) Internal quality audits have been carried out properly by auditing every existing department, c) Companies measure quality audit performance internally, namely by the actions taken by each personnel in their respective departments on any existing findings where after the action a management review is carried out.
Revitalisasi Kerajinan Dari Bahan Baku Baion (Pandamus Tectorius) Sebagai Warisan Budaya Lokal Menuju Produk Unggulan Umkm Rosalinda Septiani Sitompul; Talenta Marbun; Nurlinawati Simanjuntak; Niarita Bukit; David Yanto Daniel Mahulae; Rendi Hatorangan Manik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2929

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi pemanfaatan baion (Pandanus tectorius) sebagai warisan budaya lokal yang bernilai ekonomi melalui pelatihan kerajinan kepada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Gurgur Aek Raja, Kabupaten Toba. Baion merupakan tanaman lokal yang sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan tikar dan kerajinan tradisional. Namun, seiring perkembangan zaman, pemanfaatannya mulai terabaikan. Oleh karena itu, pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah baion menjadi produk kerajinan tas yang memiliki nilai jual dan daya saing, sekaligus mendorong terbentuknya UMKM berbasis desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif melalui kegiatan demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung yang didampingi oleh dosen dan mahasiswa. Materi pelatihan mencakup pengenalan tanaman baion, teknik pengolahan daun, desain dan produksi tas, serta strategi pemasaran dan branding produk. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu menghasilkan produk tas sederhana secara mandiri. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan potensi lokal dan peluang ekonomi berbasis kearifan budaya. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pelestarian budaya lokal serta pemberdayaan ekonomi keluarga penerima PKH. Diharapkan kegiatan ini dapat dilanjutkan melalui kolaborasi lintas sektor dan pendampingan berkelanjutan menuju pengembangan usaha mikro yang mandiri dan berdaya saing.
Strategi Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kinerja Aparatur dan Daya Saing Daerah di Kabupaten Tapanuli Utara David Yanto Daniel Mahulae
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi sumber daya manusia berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kinerja aparatur dan daya saing daerah di Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada 180 aparatur pemerintah daerah yang bekerja pada organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria responden memiliki masa kerja minimal satu tahun dan terlibat dalam pelayanan publik atau pelaksanaan program pembangunan daerah. Data dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi SDM berbasis kearifan lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur. Kinerja aparatur juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing daerah. Selain itu, pengembangan kompetensi SDM berbasis kearifan lokal terbukti berpengaruh langsung terhadap daya saing daerah. Temuan mediasi menunjukkan bahwa kinerja aparatur berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara pengembangan kompetensi SDM berbasis kearifan lokal dan daya saing daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan daya saing daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan potensi ekonomi, tetapi juga pada kualitas aparatur yang kompeten, adaptif, berorientasi pelayanan, serta mampu menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Batak Toba seperti kerja keras, tanggung jawab, kebersamaan, musyawarah, dan penghormatan terhadap adat. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk memperkuat pemetaan kompetensi, pelatihan berbasis kinerja, literasi digital, kepemimpinan lokal, dan evaluasi pengembangan aparatur secara berkelanjutan.
MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS IWEE (INTEGRATED WOMEN ECONOMIC EMPOWERMEN) UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN DI PUNGUAN PAROMPUAN DISTRIK REGIONAL I DISTRIK XVI HUMBANG HABINSARAN Rosalinda Septiani Sitompul; Talenta Emma Renata Marbun; Niarita Bukti; David Yanto Daniel Mahulae; Risma Nurhaini Munte; Jupeng Sihombing; Palado Silitonga
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1060

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Model Manajemen Pendidikan Berbasis IWEE (Integrated Women Economic Empowerment) untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Punguan Parompuan Distrik Regional I Distrik XVI Humbang Habinsaran”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi perempuan jemaat yang mayoritas berprofesi sebagai petani cabai dan kerap mengalami kerugian ekonomi saat terjadi panen raya atau penurunan harga cabai, sehingga sebagian hasil panen tidak termanfaatkan secara optimal. Berangkat dari situasi tersebut, program ini menawarkan solusi melalui pengembangan model manajemen pendidikan berbasis IWEE yang mengintegrasikan pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha pengolahan cabai menjadi saus cabai bernilai jual lebih tinggi. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam memanfaatkan cabai sebagai produk olahan, memperkuat literasi keuangan dan manajemen usaha sederhana, serta mendorong terbentuknya kelompok usaha perempuan yang mandiri. Pendekatan IWEE digunakan untuk memastikan bahwa proses pemberdayaan tidak hanya berhenti pada pelatihan teknis, tetapi mencakup penguatan kapasitas, partisipasi aktif, dan pengembangan potensi ekonomi berbasis komunitas gerejawi. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahapan: analisis kebutuhan dan potensi perempuan petani cabai; sosialisasi konsep IWEE dan pentingnya nilai tambah komoditas; pelatihan teknis pembuatan saus cabai (seleksi bahan, proses pengolahan, pengemasan, dan standar kebersihan); pelatihan manajemen usaha dan literasi keuangan; serta pendampingan pembentukan kelompok usaha saus cabai. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, penilaian kualitas produk, dan refleksi kelompok mengenai rencana tindak lanjut. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengolahan cabai, lahirnya produk saus cabai yang layak konsumsi dan potensial dipasarkan, serta terbentuknya kelompok usaha perempuan yang mengelola produksi secara berkelanjutan. Selain itu, program ini diharapkan menjadi model manajemen pendidikan berbasis IWEE yang dapat direplikasi di komunitas perempuan gerejawi lainnya sebagai strategi pemberdayaan ekonomi yang berbasis potensi lokal, modal sosial, dan penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat
PENGRAJIN ANYAMAN BAION DI DESA MATITI 2 KECAMATAN DOLOK SANGGUL, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Ronal Donra Sihaloho; Ester Mawar Siagian; Talenta Emma Renata Marbun; David Yanto Daniel Mahulae; Benyamin Nababan; Samuel Parningotan Tambunan; Dinaria Simamora
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5220

Abstract

Abstract: This Community Service activity focuses on developing online marketing strategies using social media. Online marketing in the current era, known as the 4.0 era, is rapidly evolving through the use of information technology. The training, held in Matiti II Village, Dolok Sanggul District, Humbang Hasundutan Regency, aimed to empower local Baion weavers to optimize sales of their products and expand product distribution through online marketing. The methods used included a preparatory phase, which involved outreach to the local government, program implementation, and evaluation. Ten Baion weavers participated in the training. The training focused on optimizing the potential of the Baion weavers and motivating the Matiti II Village community to launch businesses through online marketing of their superior products. This initiative could then be followed up by establishing a joint business group.            Keywords: digital marketing, branding, and baion craftsmen Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu pengembangan tentang pemasaran yang dilakukan secara online yang memanfaatkan salah satu media sosial. Pemasaran online pada era sekarang ini yaitu era 4.0 dimana berkembang secara cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan pelatihan berlokasi di Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, dimana memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat pengrajin anyaman baion dalam mengoptimalkan penjualan produk anyaman baion, memperluas distribusi produk dengan memasarkan secara online. Metode yang digunakan yaitu Tahap persiapan dengan melakukan sosialisasi kepada pemerintah setempat, Pelaksanaan Program dan Evaluasi. Pelatihan ini diikuti sebanyak 10 pengrajin anyaman baion. Hasil dari pelatihan ini dapat mengoptimalkan potensi para pengrajin anyaman baion, juga dapat memotivasi masyarakat Desa Matiti II dalam membuka usaha melalui pemasaran online dengan produk unggulan yang dihasilkan pengrajin anyaman baion, sehingga kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan menginisiasi kelompok usaha bersama. Kata kunci: pemasaran digital, branding, pengrajin baionÂ