Tesa Lutfi Yanasari
Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN DAYA KRITIS DAN KREATIVITAS SISWA SMP Sungkono Sungkono; Asih Ryanti; Tesa Lutfi Yanasari
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 3 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.96 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i3.4509

Abstract

Kegiatan Porgram Kemitraan bagi masyarakat ini bertujuan menyelidiki dampaksosialisasi dan pendampingan penerapan model pembelajaran Problem Posing bagi guruSMP di Tarakan. Melibatkan 15 guru MTs Al-Fattah Hidayatulloh Tarakan KalimantanUtara dan menggunakan Insrumen angket untuk pengumpulan datanya. Data diolahsecara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari kegiatan bahwa para guru di MTs Al-FattahHidayatulloh Karungan Tarakan Kalimantan Utara belum menerapkan modelpembelajaran karena alasan minimnya sarana, kurang persiapan mengajar, dan tidakmemahami sintak dalam model pembelajaran. Salah satu solusi yang tepat ialahmelakukan kegiatan sosialisasi dan pendampingan dalam penerapan model pembelajaranProblem posing. Setelah diadakannya kegiatan ditemukan dampak bagi guru dan siswa.Hasil yang didapatkan adalah (1) memberikan pemahaman dalam penerapan modelpembelajan Problem Posing, (2) sintak model pembelajaran Problem Posing dapatdiapahami dan mudah diingat, (3) model pembelajaran Problem Posing dapatmeningkatkan daya kritis dan kerativitas siswa, (4) para guru antusias melakukanpenelitian tentang implementasi model pembelajaran Problem Posing, dan (6) para siswaantusias mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Posing. Hal initerlihat sebanyak 85% guru menggunakan metode ceramah dan metode diskusi 15%sebelum dilakukan sosialisasi. Setelah dilakukan sosialsiasi meningkat banyaknya guruyan menggunakan model Problem posing 96% dan menggunakan metode ceramah 4%.Ada peningkatan 93% guru yang paham sintak model pembelajaran, karena sebelumdilakukan sosialisasi guru yang tidak paham sintak sebanyak 94% dan 6% memahamisintak model pembelajaran. Adapun prsentase guru yang paham sintak modelpembelajaran Problem Posing meningkat sebanyak 99% dan 1% yang tidakmemahaminya setalah pelaksanaan kegiatan karena masih dalam proses pemantapanpembuatan perangkat pembelajaan.