The concept of the Messiah in the New Testament is often understood within a Jewish theological framework that may be unfamiliar to Indonesian audiences. Therefore, a contextual approach is needed to bridge this understanding through local cultural symbols and narratives. This research aims to interpret the concept of the Messiah in the New Testament through the Javanese cultural narrative of the Ratu Adil, particularly in the story of Damarwulan. The research employs a qualitative method using contextual theology and narrative analysis of biblical texts alongside Javanese literary traditions. The findings indicate that the figure of Ratu Adil in the Damarwulan narrative shares thematic parallels with the concept of the Messiah, especially in aspects of liberation, restoration of justice, and victory over evil. However, there are fundamental theological differences, particularly regarding the universal salvation and divine nature of the Messiah in Christian faith. This study concludes that the narrative of Ratu Adil can function as a hermeneutical bridge for explaining the Messiah concept to Javanese communities without losing the uniqueness of New Testament theology. AbstrakKonsep Mesias dalam Perjanjian Baru sering dipahami dalam kerangka teologis Yahudi yang kurang akrab bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu diperlukan pendekatan kontekstual yang mampu menjembatani pemahaman tersebut melalui simbol dan narasi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk membaca konsep Mesias dalam Perjanjian Baru melalui narasi budaya Jawa tentang Ratu Adil, khususnya dalam kisah Damarwulan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis teologi kontekstual dan kajian naratif terhadap teks Alkitab serta tradisi sastra Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur Ratu Adil dalam narasi Damarwulan memiliki kesamaan tematik dengan konsep Mesias, terutama dalam aspek pembebasan, pemulihan keadilan, dan kemenangan atas kejahatan. Namun demikian terdapat perbedaan teologis yang mendasar, khususnya dalam dimensi keselamatan universal dan natur ilahi Mesias dalam iman Kristen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi Ratu Adil dapat berfungsi sebagai jembatan hermeneutis untuk menjelaskan konsep Mesias kepada masyarakat Jawa tanpa menghilangkan keunikan teologi Perjanjian Baru.