Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PETUGAS PENGOLAHAN DATA SENSUS PENDUDUK 2020 DI BPS PROVINSI NUSA TENGGAR BARAT Sania; Lukman Hakim; Gusti Ayu Arini
Jurnal Oportunitas Ekonomi Pembangunan Vol. 1 No. 2 (2022): Oportunitas, September 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.231 KB) | DOI: 10.29303/oportunitas.v1i2.294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama bekerja, jam kerja, umur, Pendidikan, dan lingkungan kerja/iklim kerja terhadap produktivitas petugas pengolah data sensus penduduk 2020 di BPS Provinsi NTB. Metode pengumpulan data yaitu kuisioner dalam google form kepada 35 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial hanya 2 variabel yang berpengaruh terhadap produktivitas petugas yaitu jam kerja dan lingkungan kerja. Sedangkan lama bekerja, umur, Pendidikan tidak berpengaruh terhadap produktivitas petugas. Namun secara simultan lama bekerja, jam kerja, umur dan Pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas petugas. Implikasi dalam penelitian ini agar kedepannya perusahaan lebih memperhatikan jam kerja yang digunakan tidak melebihi batas normal dan aspek-aspek lingkungan kerja yang lain, seperti tata ruang yang nyaman, pertukaran udara dan suhu udara dari AC yang lebih merata tidak di satu posisi saja.
The Influence of Joben Waterfall Tourism Development on the Socio-Economic Conditions of the Community in Pesanggarahan Village, East Lombok Regency Imam Syaputra; Diswandi Diswandi; Lukman Hakim
Experimental Student Experiences Vol. 1 No. 9 (2023): September (In Press)
Publisher : LPPM Sunan Doe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58330/ese.v1i9.355

Abstract

This research is about the influence of Joben Waterfall tourism development on the socio-economic conditions of the community. This research aims to analyze the influence of tourism development on the socio-economic conditions of the community around the Joben Waterfall tourist attraction in Pesanggarahan village, Montong Gading sub-district, East Lombok Regency. This research uses quantitative methods with a case study approach. The data collection technique used was distributing questionnaires. The results of this research show that there is a positive impact on the socio-economic as seen from the development of tourism which has an impact on the socio-economic of the community, namely, firstly, the poverty of the respondents has decreased and many other opinions say that the current poverty level is still on the verge of normal, secondly, the respondent's family education has increased, Third, tourism development is able to open up job opportunities for the community by becoming business actors. The negative impact on socio-economics can be seen from the number of traders who experienced a decline, although there were still several respondents who experienced an increase in income, but the number was not comparable to the number of respondents who experienced a decrease in income.
Analisis Efisiensi Usaha dan Nilai Tambah Agroindustri Olahan di Kota Mataram Suprianto Suprianto; Lukman Hakim; Sujadi Sujadi
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 2 No. 1 (2020): Elastisitas, Maret 2020
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis biaya produksi dan tingkat pendapatan, efisiensi usaha dan besarnya Nilai tambah atau Rasio Nilai Tambah (RNT). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil tiga unit usaha yaitu usaha industri pengolahan kerupuk kulit,usaha  industri pengolahan tempe dan usaha  industri pengolahan tahu yang ditentukan secara purposive.Secara keseluruhan dari ketiga unit usaha agroindustri pengolahan dimana tingkat rasio usahanya (R/C Rasionya ) rata-rata diatas 1 atau R/C Rasio nya > 1 artinya bahwa baik usaha industri kerupuk kulit (R/C Rasio = 1,78 ) dan usaha industri tempe ( R/C Rasio = 1,43) , dan usaha industri tahu (R/C Rasio = 1,47 ) ketiganya menguntungkan untuk diusahakan , dengan pendapatan masing-masing diperoleh industri kerupuk kulit sebesar Rp 3.254.750,- dan industri tempe  Rp 351.625,33 , dan industri tahu  Rp  340.000,- dalam sekali proses produksi.Nilai Tambah usaha industri pengolahan kerupuk kulit sebesar  Rp 54.641,79 dengan Rasio Nilai Tambah (RNT)  sebesar 50,53 %  hal ini berarti bahwa nilai tambahnya tergolong tinggi karena RNT > 50 %. Selanjutnya Nilai Tambah usaha industri pengolahan tempe sebesar Rp 346.625,- dengan tingka Rasio Nilai Tambah sebesar 30,15 % berarti bahwa usaha agroindustri pengolahan tempe nilai tambahnya tergolong rendah karena RNT < 50 %. Dan Nilai Tambah usaha industri pengolahan tahu sebesar Rp 440.083,31  dengan tingkat Rasio Nilai Tambah sebesar 41,49 % , berarti usaha agroindustri pengolahan tahu nilai tambahnya masih rendah  ( RNT < 50 % ).Untuk lebih meningkatkan nilai tambah dari ketiga jenis usaha agroindustri pengolahan (usaha kerupuk kulit sapi, usaha tempe dan usaha tahu ) hendaknya lebih menekan biaya operasional seperti penggunaan bahan bakar, pemakaian listrik, pembelian bahan penolong. Selain itu perlu inovasi baru dalam menciptakan produk-produk baru yang lebih menarik daya beli konsumen.
Penanganan Sampah Secara Partisipatif Di Desa Salut Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Lukman Hakim
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 2 No. 1 (2020): Elastisitas, Maret 2020
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengetahui (1) besarnya kesediaan membayar (willingness to pay, WTP) untuk mencegah menurunnya kualitas lingkungan, (2) partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah sampah, dan (3) memahami proses terbangunnya partisipasi masyarakat dan mengidentifikasinya dengan suatu model pendekatan / konsep yang ada.Harga lingkungan ditetapkan berdasarkan musyawarah warga; baik menyangkut besaran/nilai moneter, siapa yang konsumennya (beneficieris), mekanisme transaksi, periodisasi/siklus, maupun tata cara untuk mengurangi pencemaran. Hasil musyawarah menyepakai retribusi (harga) lingkungan sebesar Rp 2.000; dibayar setiap minggu; transaskinya dilakukan oleh petugas yang akan mendatangi rumah setiap warga. Tingkat partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah sampah cukup tinggi, yaitu  sebesar 60.5 % (297 RT dari 491 KK).Pendekatan collective action menhgasilkan simulasi; faktor kuat yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah sampah adalah manfaat yang dirasakan oleh warga. Rumah/halaman menjadi bersih, tidak ada sampah yang bertebaran, dan tidak ada tumpukan sampah di pinggir jalan, sungai menjadi bersih, dan warga tidak repot membuang sampah di sungai
ARAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA DESA SEKOTONG BARAT - KABUPATEN LOMBOK BARAT Lukman Hakim; Endang Astuti; Tuti Handayani
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2021): Elastisitas, September 2021
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian riset guna merumuskan strategi yang diperlukan untuk pengembangan wisata, lazimnya menggunakan analisis SWOT. Beberapa diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Satriawati, dkk (2019); Susanto dan Amin Kiswantoro (2019); Suprina dan A. Amanda Nathania (2018); maupun oleh Salam, dkk (2018). Namun, dalam metode analisanya tidak menunjukkan adanya suatu hasil berupa indeks dari SWOT – suatu besaran/angka yang menentukan koordinat kuadran strategi, sebagai dasar utama dalam merumuskan strategi dan tingkat konfidensinya. Disamping itu, diadopsi Model Diamond dari Porter (Valiollahpour, et.al, 2014) untuk melengkapi analisa SWOT. Riset bertujuan untuk menentukan arah dan strategi pengembangan wisata, serta mengidentifikasi obyek wisata unggulan di desa penelitian berdasarkan bauran pendekatan tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa arah pengembangan wisata Desa Sekotong Barat adalah wisata bahari, dengan obyek wisata unggulan pada obyek wisata renang. Strategi pengembangan pariwisata desa bersifat agresif.
PENGUKURAN DAYA SAING OBYEK WISATA DESA SEKOTONG BARAT KABUPATEN LOMBOK BARAT Lukman Hakim; Himawan Sutanto
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2022): Elastisitas, Maret 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran daya saing suatu obyek wisata, digunakan 8 indikator standar daya saing dari World Travel and Tourism Council (WWTC) yang bersifat makro. Penelitian ini tidak menggunakan indikator dari WWTC, karena alasan lingkup datanya makro dan hal demikian tidak menggambarkan kondisi spesifik lokal dari obyek wisata yang ada di level desa. Pendekatan yang digunakan adalah mengadopsi Model Diamond dari Porter yang sesuai untuk menggambarkan kondisi pada level mikro. Tujuan dari penelitian adalah mengukur daya saing obyek wisata unggulan Desa Sekotong Barat, dan rekomendasi upaya perbaikan terhadap kelemahan obyek wisata tersebut melalui rencana pengembangan sehingga menjadikannya ‘diamond’ diantara obyek wisata yang sejenis. Aspek yag dinilai adalah indikator 4A, attraction (19 variabel), amenity (13 variabel), access (4 variabel), dan anchillary (11 variabel). Hasil menunjukkan bahwa indeks komposit daya saing obyek wisata renang sebesar 102,2868168, yang lebih unggul dari obyek wisata gili sebesar 88,35710586, dengan perbandingan (1) : (1,16). Perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing dari kedua obyek wisata adalah hal-hal yang bertalian (variabel) pada persyaratan hubungan dan dukungan industri, dan persyaratan strategi persaingan.