Alvin Himawan
Universitas PGRI Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Bimbingan Klasikal Dengan Metode Jigsaw Terhadap Kontrol Diri Siswa Dalam Penggunaan Handphone Di Sekolah Pada Kelas IX SMP Negeri 7 Pemalang Alvin Himawan; Siti Fitriana; Farikha Wahyu Lestari
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 15 No 1 (2020): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.591 KB) | DOI: 10.33084/pedagogik.v15i1.1301

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa yang sering membawa handphone ke sekolah digunakan untuk media untuk mencontek, bermain game pada saat pelajaran, dan bermain media sosial pada saat jam pelajaran sehinggi mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian adalah apakah bimbingan klasikal dengan metode jigsaw terhadap kontrol diri siswa dalam pengunaan handphone di sekolah?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif desain quasi experimental bentuk nonequivalent control group design dengan model pre-test post-test control group design.. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 7 Pemalang. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis presentase dengan Uji t (t-test). Hasil analisis skala kontrol diri dalam penggunaan handphone pada kelompok eksperimen dengan menggunakan uji-t hasil post-test menunjukan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 83,67 dan kelompok kontrol 77,2. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 10,5. Pada penghitungan uji-t diperoleh hasil thitung (3,11) > ttabel (2,000), maka hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Disimpulkan bahwa bimbingan klasikal dengan metode jigsaw berpengaruh terhadap kontrol diri siswa dalam penggunaan handphone kelas IX SMP Negeri 7 Pemalang.
The Effect of Classical Guidance Using the Jigsaw Method on Elementary School Students’ Self Control over Mobile Phone Use Alvin Himawan; Siti Fitriana; Farikha Wahyu Lestari
Indonesian Journal of Guidance and Counseling Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Guidance and Counseling Studies, 3(1), 2026
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijgcs.v3i1.385

Abstract

Background: Uncontrolled mobile phone use among adolescents can lead to behavioral problems and reduced learning quality by disrupting concentration, academic engagement, and social interaction. Therefore, structured guidance interventions are needed to strengthen students’ self-control in managing digital technology use at school. Objective: This study aimed to examine the effect of classical guidance using the jigsaw method on students’ self-control in mobile phone use. Method: A quantitative approach was employed, using a quasi-experimental nonequivalent control group design. The participants were ninth-grade students of SMP Negeri 7 Pemalang. Data were collected using a self-control scale regarding mobile phone use. Statistical analysis was conducted using an independent samples t-test to determine differences between the experimental and control groups. Result: The findings revealed a significant difference in self-control between students who received classical guidance using the jigsaw method and those who did not. The experimental group showed greater improvement in self-control after the intervention than the control group. Conclusion: Classical guidance implemented through the jigsaw method is practical in enhancing students’ self-control in mobile phone use. Contribution: This study enriches the field of guidance and counselling by extending the application of the jigsaw method as an innovative strategy to develop students’ self-control, particularly in addressing challenges related to digital technology use among adolescents.