Trissiyana Trissiyana
Universitas Antakusuma

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penentuan Prioritas Pemeliharaan Jalan Kabupaten Trissiyana Trissiyana
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 2 No 2 (2017): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.193 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v2i2.123

Abstract

Sesuai dengan karakteristiknya, jalan mempunyai kecenderungan mengalami penurunan kondisi yang diindikasikan dengan terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan. Untuk memperlambat laju penurunan kondisi dan mempertahankan kondisi pada tingkat yang layak, jalan tersebut perlu dikelola pemeliharaannya dengan baik agar dapat berfungsi sepanjang waktu, sehingga memerlukan perencanaan yang baik dalam penentuan prioritas pemeliharaan jalan kabupaten di Kabupaten Kotawaringin Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui urutan faktor-faktor yang mempengaruhi prioritas pemeliharaan ruas-ruas jalan kabupaten di Kabupaten Kotawaringin Barat, urutan prioritas pemeliharaan jalan per jenis pemeliharaan, urutan faktor-faktor kendala penentuan prioritas pemeliharaan jalan dan urutan alternative solusi peningkatan pemeliharaan jalan. Berdasarkan hasil analisis, dalam penentuan prioritas pemeliharaan jalan diperoleh urutan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan pemeliharaan jalan kabupaten, yaitu Faktor Ekonomi dengan mean 4,64, Faktor Kebijakan dengan mean 4,27, Faktor Klasifikasi Jalan Menurut Fungsi dengan mean 4,11, Faktor Tata Guna Lahan dengan mean 4,03, Faktor Kondisi Jalan dengan mean 3,56 Faktor Volume Lalu Lintas, dengan mean 3,24. Urutan prioritas pemeliharaan jalan per jenis pemeliharaan adalah Pemeliharaan Rutin Jalan, dengan mean 4,68, Rehabilitasi Jalan dengan mean 4,34, Pemeliharaan Berkala Jalan dengan mean 4,18. Berdasarkan urutan faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penentuan prioritas pemeliharaan jalan kabupaten adalah kurangnya petugas pengamat jalan untuk melakukan penilaian kerusakan jalan, tidak seimbangnya antara dana dengan jalan yang dipelihara dan kurangnya koordinasi antar penentu kebijakan dengan stakeholder. Urutan alternatif solusi peningkatan pemeliharaan jalan kabupaten yaitu identifikasi kerusakan yang lebih detail, pemeliharaan yang tepat sasaran, pelaksanaan yang tepat sesuai rencana, memberikan pelatihan teknis yang sesuai, menambah tenaga yang berpengalaman.
Waktu Efektif Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Jaringan Reklamasi Rawa di Kotawaringin Barat Trissiyana Trissiyana; Erdy Setiawan; Riki Ade Putra
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 2 No 1 (2017): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.784 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v2i1.127

Abstract

Pembuatan rencana suatu proyek konstruksi selalu mengacu pada perkiraan yang ada saat rencana pembangunan, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi pemberian waktu pelaksanaan pekerjaan oleh pemilik pekerjaan (owner) dan factor penghambat pekerjaan. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembuatan jaringan reklamasi rawa di Kabupaten Kotawaringin Barat. Tujuan yang ingin dicapai dari analisis ini adalah (a) mengevaluasi efektivitas penetapan jangka waktu pelaksanaan proyek, (b) mengetahui waktu efektif rata-rata penyelesaian pekerjaan pembuatan saluran reklamasi rawa dan (c) mengetahui faktor-faktor umum yang sering menghambat penyelesaian pekerjaan. Objek penelitian adalah pihak-pihak yang menangani pekerjaan pembangunan jaringan reklamasi rawa di Kotawaringin Barat tahun 2012 dan 2013, yang terdiri dari pemilik kegiatan, pelaksana kegiatan, serta pengawas kegiatan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian survei dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (a) waktu efektif rata-rata penyelesaian pekerjaan pembuatan saluran reklamasi rawa adalah 67 hari, (b) waktu pelaksanaan proyek yang diberikan masih terlalu lama berdasarkan perbandingan antara waktu efektif rata-rata dengan waktu kontrak rata-rata yaitu 67 hari, sedangkan waktu kontrak rata-rata adalah 132 hari dan (c) tidak ada faktor yang masuk kategori tidak berpengaruh di mana peranannya hampir merata dalam menghambat penyelesaian pekerjaan pembuatan saluran jaringan reklamasi rawa. Adapun faktor-faktor yang menduduki peringkat 1 sampai 5 adalah (1) cuaca, musim dan gejala alam lainnya, (2) ketersediaan alat, (3) kerusakan alat, (4) keamanan lingkungan dan (5) kecelakaan kerja.
Analisis Faktor-Faktor Penghambat Pekerjaan Peningkatan Jalan Lingkungan Trissiyana Trissiyana
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 3 No 2 (2018): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.579 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v3i2.643

Abstract

Jalan lingkungan merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata - rata rendah. Jalan lingkungan yang ada di pemukiman sebagian besar berupa gang yang memiliki dimensi yang beragam. Jalan lingkungan memiliki peranan pentingdalam aktivitas masyarakat, karena merupakan jalan yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Adapun tujuan dari Penelitian ini antara lain untuk Mengetahui factor-faktor umum yang sering menghambat penyelesaian pekerjaan, serta peringkat (rangking) dari faktor-faktor tersebut. Penelitian dilakukan pada pekerjaan peningkatan jalan lingkungan (cor beton) di Kabupaten Kotawaringin Baratb 2017. Metode penelitian yang diterapkan untuk tugas akhir ini menggunakan salah satu jenis metode penelitian deskriptif yaitu penelitian survei. Penelitian yang dilakukan berupa survei dengan cara menjaring pendapat atau persepsi, pengalaman, dan sikap responden mengenai waktu efekti pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut yaitu lima (5) Faktor yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan proyek adalah a. Gangguan Cuaca, dengan nilai mean 2,56 dan masuk kategori sangat berpengaruh. b. Ketersediaan modal awal pekerjaan, dengan nilai mean 2,43 dengan kategori berpengaruh. c. Ketersediaan tenaga kerja, dengan nilai mean 2,20 dengan kategori berpengaruh. d. Keterlambatan persetujuan hasil tes uji laboratorium (Mutu Beton), dengan nilai mean 2,16 dengan kategori berpengaruh. e. Keamanan lingkungan, dengan nilai mean 2,12 dengan kategori berpengaruh.