Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH INTERVENSI PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN ACHIEVEMENT GOAL PADA KELOMPOK SISWI UNDERACHIEVER Andy Surya Putra; Naomi Soetikno
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1514

Abstract

Kondisi underachiever merupakan suatu kondisi di mana siswa menunjukkan prestasi hasil belajar di bawah kemampuan intelektual yang seharusnya dimilikinya. Kondisi ini dapat terjadi ketika seorang siswa kehilangan tujuan dalam berprestasi (achievement goal) yang disebabkan oleh kurangnya penetapan tujuan, perencanaan, manajemen waktu untuk kegiatan belajar dan evaluasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan tujuan dalam berprestasi pada sekelompok siswi underachiever yang menyenangi aktivitas bermain bersama dan berjualan di kelas melalui pemberian intervensi psikoedukasi. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan menguji pre-post dari kuesioner achievement goal. Partisipan penelitian adalah sekelompok siswi yang mengalami kondisi underachiever berjumlah 5 orang dari kelas V Sekolah Dasar XX di Jakarta Barat. Setting penelitian adalah di dalam sekolah dengan pemberian intervensi psikoedukasi sebanyak tiga kali pertemuan berdurasi tujuh puluh lima menit di setiap pertemuannya. Psikoedukasi yang diberikan adalah diskusi kelompok, permainan, dan pemberian aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan achievement goal pada penetapan tujuan, perencanaan, manajemen waktu dan evaluasi diri dari kelompok siswi underachiever yang berdampak juga pada peningkatkan prestasi hasil belajar secara akademik.
Penerapan Solution-Focused Brief Therapy dalam Meningkatkan Self-Esteem pada Remaja Perempuan Penderita Leukemia JESSICA MIRANDA; SOEMIARTI PATMONODEWO; NAOMI SOETIKNO; EDI SETIAWAN TEHUTERU
Indonesian Journal of Cancer Vol 11, No 2 (2017): April - June
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.895 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v11i2.500

Abstract

ABSTRACT The diagnosis of cancer have an impact on physical and psychological development of adolescent. Psychological impact is felt with the emergence of some emotional reactions, such as fear, anxiety, sadness, despair, anger, guilt, and shame. Adolescents who experience physical and psychological impact of the treatment of the cancer will experience problems in self-esteem and body image, that have an impact on the development of adolescent self until early adulthood. The establishment of self-esteem need to occur in adolescence. In adolescence, the individual will develop a positive sense of self so that adolescence is an important period for individuals to establish self-esteem, because at this time many changes occur both physically and emotionally. This study was conducted to help improve self-esteem in young woman with leukimia with solution-focused brief therapy. The participant of this study was two participants adolescent female with early-stage leukimia ALL types for two years. This therapy was conducted in three weeks by researcher herself. Researcher used questionnaries measuring selfesteem and graphics tests before and after the intervention to measure the role of therapy programs. Solution-focused brief therapy used in this study shows no role to improve the self-esteem of adolescent female patients with leukimia. This is because the PA subjects only increased by 2 points and subjects SS increased scores by 10 points ABSTRAK Diagnosis kanker memiliki dampak fisik dan psikologis bagi perkembangan remaja. Dampak psikologis yang dirasakan berupa timbulnya beberapa reaksi emosional, seperti takut, cemas, sedih, putus asa, marah, merasa bersalah, dan malu. Remaja yang mengalami dampak fisik dan psikologis dari pengobatan kanker yang dideritanya akan mengalami permasalahan pada self-esteem dan body image yang berdampak pada pengembangan diri remaja tersebut hingga masa dewasa awal. Pembentukan self-esteem terjadi pada masa remaja. Pada masa remaja individu akan mengembangkan sense of self yang positif sehingga masa remaja merupakan masa yang penting bagi individu untuk membentuk self-esteem, karena pada masa ini banyak terjadi perubahan-perubahan, baik secara fisik maupun emosi. Penelitian ini dilakukan untuk membantu meningkatkan self-esteem pada remaja perempuan penderita leukemia dengan solution-focused brief therapy. Penelitian ini dilakukan terhadap dua partisipan remaja perempuan penderita leukemia jenis ALL stadium awal selama dua tahun. Proses pemberian terapi dilakukan selama 3 minggu. Peneliti menggunakan alat ukur “Kuesioner Harga Diri” serta tes grafis sebelum dan sesudah intervensi untuk mengukur peranan program terapi. Solution-focused brief therapy yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terapi tersebut tidak berperan dalam meningkatkan self-esteem remaja perempuan penderita leukemia. Hal ini dikarenakan subjek PA hanya mengalami peningkatan skor sebesar 2 poin dan subjek SS mengalami peningkatan skor sebesar 10 poin
IDE BUNUH DIRI PADA REMAJA KORBAN PERUNDUNGAN: KEBERFUNGSIAN KELUARGA DAN KUALITAS HUBUNGAN PERTEMANAN SEBAGAI PREDIKTOR Indira Mustika Tandiono; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Naomi Soetikno
Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2020.v13i2.3307

Abstract

Perundungan menjadi salah satu masalah remaja yang dapat berdampak munculnya ide bunuh diri. Remaja yang memiliki ide bunuh diri memiliki faktor-faktor yang mempengaruhi ide bunuh diri pada remaja yaitu keluarga dan teman. Penelitian ini bertujuan menguji peran keberfungsian keluarga dan kualitas hubungan pertemanan terhadap ide bunuh diri remaja korban perundungan. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan melibatkan partisipan remaja sebanyak 748 berusia 13-19 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Beck Suicide Ideation (B-SSI), Family Adaptability and Cohesion Evaluation Scales (FACES-II) dan Family Communication Scale (FCS), dan Friendship Quality Scale (FQS). Teknik analisis regresi linier digunakan dan hasilnya menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga dan kualitas hubungan pertemanan memiliki peran yang signifikan terhadap ide bunuh diri remaja korban perundungan (R2= 0.164). Keberfungsian keluarga memiliki peran lebih besar dibandingkan kualitas hubungan pertemanan (β= - 0.409, p= 0.000). Fungsi keluarga yang semakin baik akan menurunkan ide bunuh diri remaja korban perundungan. Kualitas hubungan pertemanan tidak berperan signifikan terhadap ide bunuh diri karena faktor lain yang mempengaruhi, seperti proses berbagi cerita dalam pertemanan, penguatan afeksi negatif saat bercerita dengan teman, dan rasa kesepian. Penelitian ini memperlihatkan gambaran peran fungsi keluarga dan pertemanan yang berkaitan dengan remaja korban perundungan. Untuk itu, dalam keluarga dengan korban perundungan dapat mempertahankan komunikasi dan fleksibilitas antar anggota keluarga untuk menurunkan ide bunuh diri.