Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENENTUAN SEBARAN ASPAL MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI LOKASI WKP PT. “X” KABUPATEN BUTON FX Yudi Tryono
Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal adalah cairan yang sangat kental berwarna coklat sampai kehitaman yang hampir seluruhnya tersusun dari unsur karbon dan hydrogen. Aspal alam terbentuk di dalam batuan pembawa minyak yang terjadi sebagai akibat perubahan minyak bumi karena tidak adanya batuan penutup (Cap rocks). Pulau Buton adalah salah satu penghasil aspal alam di dunia yang berkualitas tinggi. Batuan reservoir dari larutan aspal di Buton berasal dari Formasi Tondo dan Formasi Sampolakosa. Metode geolistrik tahanan jenis terbukti cukup mampu untuk memetakan sebaran kandungan aspal yang ada di bawah permukaan bumi.
PERANAN GEOLOGI DALAM SISTEM HIDROKARBON SERTA POTENSI DAN TANTANGAN EKSPLORASI MIGAS DI INDONESIA FX Yudi Tryono
Swara Patra Vol 6 No 2 (2016): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak dan gas bumi di Indonesia merupakan sumber daya yang memiliki peranan penting. Selama ini Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil minyak dan gas bumi serta batubara di dunia. Kekayaan tersebut sebenarnya merupakan modal untuk menjadi negara besar. Lebih dari 50% energi yang digunakan di Indonesia berasal minyak dan gas bumi. Namun disisi lain, sumber daya ini merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui yang akan habis sewaktu-waktu karena eksploitasinya tidak diimbangi dengan penemuan cadangan migas yang signifikan padahal seperti kita ketahui bahwa potensi migas Indonesia sangatlah besar. Para ahli geologi meyakini bahwa Indonesia diperkirakan masih memiliki potensi sumber energi fosil (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) cukup besar yang tersebar di seluruh Indonesia. Hanya, yang menjadi persoalan adalah kurangnya minat investor untuk melakukan eksplorasi pada wilayah terpencil, laut dalam, dan lapangan marginal. Potensi besar itu tidak ada artinya jika tidak dilakukan eksplorasi dan eksploitasi. Tinggal bagaimana upaya pemerintah untuk memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya guna melakukan eksplorasi pada daerah-daerah yang belum diminati investor.
LAPANGAN GEOLOGI SEBAGAI SARANA DIKLAT BIDANG MIGAS FX YUDI TRYONO
Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cepu dan sekitarnya selama ini dikenal sebagai penghasil minyak dan gas bumi bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka sampai dengan sekarang terlebih sejak dioperasikannya lapangan migas blok Cepu oleh perusahaan minyak Mobile Oil Ltd. (MCl). Pusdiklat Migas sebagai salah satu lembaga penyelenggara diklat di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai peranan penting dalam memberikan bekal pengetahuan maupun peningkatan kompetensi bagi pegawai baik di lingkungan Kementerian ESDM sendiri maupun mereka yang berkerja di Industri migas. Secara geologi daerah Cepu dan sekitarnya amatlah menarik untuk dijadikan sebagai obyek pembelajaran khususnya tentang geologi minyak dan gas bumi karena geologi Cepu dan sekitarnya mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan daerah lain penghasil migas. Lapangan geologi sebagai sarana pelatihan sangat dibutuhkan untuk membekali peserta diklat tentang pengetahuan geologi lapangan serta memberikan pengalaman lapangan secara langsung kepada para peserta diklat.
GAS METANA BATUBARA ENERGI BARU, PERANAN PUSDIKLAT MIGAS FX YUDI TRYONO
Swara Patra Vol 5 No 3 (2015): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia khususnya sumber energy harus dilakukan secara tepat dan efisien demi kelangsungan ketersediaan energy nasional dalam jangka panjang. Minyak, gas bumi, batubara merupakan energy fosil yang tidak terbarukan oleh sebab itu pemanfaatannya harus dilakukan secara cermat, sedangkan potensi energy baru terbarukan serta energy alternative perlu dikembangkan. Gas Metana Batubara (GMB) adalah gas alam dengan dominasi gas metana yang dihasilkan selama proses pembatubaraan dan juga terperangkap didalam batubara itu sendiri. Berdasarkan hasil studi kelayakan yang dikeluarkan oleh Advanced Resources International, Inc. Indonesia memiliki perkiraan cadangan GMB sebesar 450 TCF (trillion cubic feet) yang tersebar di beberapa cekungan batubara di Indonesia. Potensi sebesar ini tentunya tidak ada artinya apabila tanpa dilakukan eksplorasi dan eksploitasi, hal inilah yang merupakan tantangan utama bangsa Indonesia untuk mengembangkannya demi ketersediaan energy murah untuk rakyat.
APLIKASI METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS UNTUK IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR DI DAERAH NGLAJO, KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA, JAWA TENGAH FX YUDI TRYONO
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan tanah (landslide) didefinisikan secara sederhana sebagai pergerakan masa batuan, debris atau tanah menuju bagian bawah lereng (Cruden, 1991, dalam Yunara Dasa Triana, dkk, 2010). Di dalam SNI 13-6982.2 tentang pemeriksaan lokasi bencana gerakan tanah, gerakan tanah didefinisikan sebagai perpindahan material pembentuk lereng, berupa batuan, bahan timbunan, tanah, atau material campuran yang bergerak ke arah bawah dan keluar lereng. Sedangkan perayapan tanah (Soil Creeping) merupakan suatu proses perpindahan masa batuan atau tanah akibat gaya berat (Varnes, 1978, dalam http://www.efbumi.net/2016/08/landslide-gerakan-tanah.html). Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umumnya terjadi di wilayah Kabupaten Blora khususnya di Kecamatan Cepu. Penggunaan metode geolistrik diharapkan mampu memberikan informasi tentang dimensi bidang lonsor yang ada dilokasi gerakan tanah sehingga mampu memberikan rekomendasi bagi para pemegang kepentingan untuk memitigasi bencana gerakan tanah tersebut.