Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektifitas Dakwah Menggunakan Perkataan Halus ( Kajian Terhadap Al-Quran Surah Taha Ayat: 43-44) Imam Sadili
Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/meyarsa.v1i1.3261

Abstract

Pendekatan dakwah menggunakan perkataan halus memiliki akar kuat dalam ajaran Islam, yaitu termuat dengan Sorih (jelas) dalam Al-quran Surah Taha ayat ke 43-44 dengan teks Qowlan Layina (perkataan halus). Pendekatan jenis ini perlu diterapkan dalam dunia dakwah masa kini, mengingat dakwah-dakwah transnasional yang bernuansa kasar mulai merebak. Kajian ini sebagai bentuk menyebarkan islam santun yang rahamatan li al-alamin.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dengan mencari pendapat para ahli tafsir, baik klasik atau kontemporer tentang kedua ayat tersebut kemudian dikomparasikan satu sama lain. Tujuanya adalah untuk diaplikasikan ke dunia dakwah masa kini, dengan itu peneliti kemudian menggunakan buku-buku dakwah untuk menyokong pengaplikasian pemikiran ahli tafsir terhadap teori-teori komunikasi Islam. hasil penelitian menunjukan adanya efek perkataan halus terhadap diri komunikan, baik secara langsung atau tidak langsung.
Analisis Semiotik Ferdinan De Saussure Retorika Dakwah Oki Setiana Dewi Pada Program Acara Islam Itu Indah di TRANSTV Evi Yulia Romadoniyati; Imam Sadili; Mufid Syakhlani
Journal of Communication Studies Vol 1 No 2 (2021): JCS: Journal of Communication Studies
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcs.v1i2.917

Abstract

Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana Gaya Bahasa Oki Setiana Dewi dalam Kisah Detik-Detik Wafatnya Rasullullah SAW. (2) Bagaimana Gerak Tubuh Oki Setiana Dewi dalam Menceritakan Detik-Detik Wafatnya Rasullullah SAW. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana gaya bahasa, dan gerak tubuh Oki Setiana Dewi dalam Kisah Detik-Detik wafatnya Rasullah SAW berdasarkan analisis semiotik model Ferdinan De Saussure. Metode penelitian ini berisikan tentang pendekatan dan jenis penelitian, unit analisis, jenis dan sumber data, tahapan penelitian, tehnik pengumpulan data, dan tehnik analisis data. Fokus dari penelitian ini yaitu lebih ke bagaimana gaya bahasa Oki dan gaya gerak tubuh Oki pada saat berdakwah.Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut secara mendalam, dan menyeluruh dalam penelitian ini digunakan model kualitatif. Kemudian data yang diperoleh dari hasil observasi dan dokumentasi data dianalisis menggunakan analisis semiotik model Ferdinan De Saussure. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) gaya retorika dakwah Oki Setiana Dewi yang pertama adalah dengan gaya bahasa berdasarkan pilihan kata menggunakan gaya bahasa percakapan. Gaya bahasa sederhana dan untuk gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat menggunakan bahasa paralisme. Kemudian gaya suara yang digunakan Oki sangat berfariasi dari suara rendah hingga suara tinggi. (2) sedagkan gaya gerak tubuh Oki meliputi sikap badan, dengan berdiri tegak, pandagan mata yang tegas, kemudian untuk pakaian yang digunakan sangat sopn. Berdasarkan masalah dan kesimpulan tersebut, rekomendasi untuk berikutnya adalah dilakukan penelitian mendalam dengan tentang data presepsi dari pendengar sekaligus menggunakan metode kuantitatif sehingga ada hasil yang bernilai nominal.
ASPEK HUMOR DALAM RETORIKA DAKWAH GUS BAHA DI MEDIA YOUTUBE Imam Sadili
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v22i2.23647

Abstract

Humor in da’wa rhetoric is an important component, so that speech is lively and liked by many people, especially layman audiences. This article aims to formulate Gus Baha’s view about humor and its urgency in da’wa rhetoric as well as the humor classification in several of Gus Baha’s speeches on the youtube channel. The study uses the qualitative method, by describing the data obtained from observation of Gus Baha’s speech on several youtube channels and some related books and research. Results of the study found that Gus Baha saws humor as worship, a sign of pious (ālim), and a refreshing instrument for a mukmin. The study also classifies Gus Baha’s humor into 3 types; Sufi humor, Islamic boarding school (pesantren) humor, and fiqh humor.
Konsep Al-Rahmah Al-Muhammadiyah serta terapanya pada Dakwah Moderat Imam Sadili
Hikmah Vol 15, No 1 (2021): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v15i1.3340

Abstract

Artikel ini membahas tentang kasih sayang Nabi Muhammad (Al-Rahmat Al-Muhammadiyah) dalam sejarah kehidupan Nabi dan terapanya dalam dunia dakwah. Tujuan artikel ini adalah mengenalkan aspek dakwah kasih sayang kehidupan Nabi Muhammad sehingga dapat diterapkan dalam dakwah masa kini, di tengah maraknya dakwah kasar yang dilakukan sebagian pendakwah yang secara atribut menampilakan ketaatan dan kesalehan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menelaah beberapa kitab dan artikel tentang kasih sayang dalam Islam, lebih khusus lagi tentang kasih sayang Rasulullah SAW. Hasil penelitian ditemukan bahwa baginda Nabi memiliki sifat kasih sayang yang menjadi dasar dalam aktivitasnya, tak terkecuali dalam dakwahnya. Dari sisi lain hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasan dan kekasaran dalam berdakwah tidak menemukan pijakan dalam ajaran agama Islam.
Exploring Female Hadith Transmitters: A Gender Perspective as a Modern Women’s History Lesson through Intelligent Ṣaḥabiyyāt Friyadi, Arif; Masruri, Muhammad; Abdillah, Aufa; Fatah, Abdul; Sadili, Imam
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol. 19 No. 1 (2024): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/sa.v19i1.20264

Abstract

Islam encourages women to achieve the highest intellectual and spiritual abilities and does not prioritize men over women. The early generation of Islam, known as the Ṣaḥabiyyah (companions of the Prophet), played a significant role in narrating hadith from the first to the next generation. This study explores the role of the Ṣaḥabiyyāt (female companions of the Prophet) in narrating the greatest source of Islam, especially the hadith. The study uses a qualitative method, collecting data and inventorying female narrators from Jawāmi’ul Kālim software. The results show that over 160 female narrators from the time of the the Ṣaḥabat or Tābi’in played an active role in the transmission of hadith to the next generation. The intelligence of the Ṣaḥabiyyat not only became teachers but also of prominent male companions. The study can motivate females to be at the forefront of education and scientific transformation without fear of gender differentiation.
The Identity of Ba Alawi women islamic communicators: Najwa Shihab and Halimah Alaydrus as models Sadili, Imam; Zaidan, Ashraf Muhammed
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20257

Abstract

Purpose - This research aims to uncover the identity of Ba Alawite women Islamic communicators, regarding their background of being closed (exclusive) while others are a small part of being inclusive. Also, to explain their transformation from exclusive to inclusive. This research is important to know the gender equality of Ba Alawy women.Method - This research is qualitative with the type of literature review. Data is obtained from YouTube channels, journals, books, and related websites. The theory used is Mary Jane Collier's cultural identity theory.Result  -  Ba Alawi women are closed because of communication with Tarim customs and traditions carried out since childhood, in this case, Halimah Alaydrus. At the same time, Najwa Shihab is an inclusive Ba Alawi woman whose identity has been influenced by openness since childhood in communicating with all traditions and thoughts.Implication – This article is intended to provide encouragement and knowledge about the diversity of Ba Alawi women; the majority of them are exclusive, and a small number are inclusive. The climate in Indonesia and Hadramut is not the same.  And Ba Alawi women need to take opportunities in the world of da'wah.Originality/Value - This research is the first on female Islamic communication actors from among the ba alawy and their role in the world of da'wah, as well as their inclusive or inclusive life motives.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap identitas komunikator Islam perempuan Ba Alawite, mengenai latar belakang mereka yang tertutup (eksklusif) dan sebagian kecil yang inklusif. Selain itu, untuk menjelaskan transformasi mereka dari eksklusif menjadi inklusif. Penelitian ini penting untuk mengetahui kesetaraan gender perempuan Ba Alawy.Metode - Penelitian ini bersifat kualitatif dengan jenis tinjauan literatur. Data diperoleh dari kanal YouTube, jurnal, buku, dan situs web terkait. Teori yang digunakan adalah teori identitas budaya Mary Jane Collier.Hasil - Perempuan Ba Alawi tertutup karena komunikasi dengan adat dan tradisi Tarim yang dilakukan sejak kecil, dalam hal ini Halimah Alaydrus. Sementara itu, Najwa Shihab merupakan perempuan Ba Alawi yang inklusif yang identitasnya dipengaruhi oleh keterbukaan sejak kecil dalam berkomunikasi dengan semua tradisi dan pemikiran.Implikasi - Artikel ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan pengetahuan tentang keberagaman perempuan Ba Alawi yang mayoritas bersifat eksklusif dan sebagian kecil bersifat inklusif. Iklim di Indonesia dan Hadramut tidak sama.  Dan perempuan Ba Alawi perlu mengambil peluang dalam dunia dakwah.Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini merupakan penelitian pertama tentang pelaku komunikasi Islam perempuan dari kalangan ba alawy dan peran mereka dalam dunia dakwah, serta motif hidup mereka yang inklusif atau tidak.