Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Eksistensi Kelembagaan Subak dalam Konversai Lahan Sawah Tadah Hujan Menjadai Lahan Perkebunan Lada (Studi Kasus Eksistensi Kelembagaan Subak Satu di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan) Mutmainnah, Mutmainnah; Nalefo, La; Isnian, Sitti Nur
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.857 KB) | DOI: 10.33772/jimdp.v3i1.6825

Abstract

This research aims to know what the existence of Subak institution after conversions of land to a pepper plantation, how the Subak institutional function on rainfed lowland and pepper plantations. In Mowila subdistrict, Konawe Selatan district. This research was conducted in 2017 December until 2018 March. The research is qualitative by using case study approach at Subak One institution who was in Mowila Subdistrict, Konawe Selatan District. The result pointed out that the existence of Subak One institution in Mowila Subdistric still exists, the function of Subak Tri Hita Karana on rainfed rice fields that Parahyangan activity of mapagtoyo, mewiwit, ngaci, mesabe, odalan, ulun carik, the consep of tek-tek and pelampias. Pawongan with community self-help, contribution, Subak meeting, pararem and Subak coordination with government and palemahan with terraced rice field and labo. While the function of Tri Hita Karana on pepper plantation land that was. Parahyangan with odalan, ulun carik, purnma nyilem, and the ceremony moved the rice fields. Pawongan with coordination of farmers to Subak and tradition nyumbang and palemahan was characterized by two-meter land for a sacred building. The existence of Subak institution in rainfed lowland area in Tri Hita Karana activity was more complex, while the Tri Hita Karana activity on pepper plantations was simpler.
Kinerja Penyuluh Pertanian pada Petani Padi Sawah di Desa Margacinta Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Ubaidillah, Fachrul Mu’alif; Nalefo, La; Isnian, Sitti Nur
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol 4, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.531 KB) | DOI: 10.33772/jimdp.v4i4.8111

Abstract

This research department has a number of advantages, even though it has received assistance from extension workers, so the purpose of this the study of the performance of agricultural extension services on rice farmers. This research was conducted in April 2018 using quantitative research, which uses data that is described as qualitatively descriptive which is the study of the subject and object that has been determined. While collecting data is a questionnaire. The population in this study are agricultural extension agents and all farmers who are members of Gapoktan. The sampling technique was carried out in a simple random sampling method with a total sample of 56 farmers and 1 agricultural instructor. Analysis of the data used in agricultural instructors on farmer lowland rice using a percentage formula. The results showed that: The performance of agricultural extension workers in Margacinta Village, Moramo District, South Konawe District.
Efektifitas Bentuk Huruf Medium Leaflet dalam Meningkatkan Pengetahuan Petani Jagung di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota Kendari Isnian, Sitti Nur; Buana, Tjandra; Putri, Risya Septiani Rezky
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol 5, No 5 (2020)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v5i5.12548

Abstract

This study departs from the phenomenon of the presence of downy mildew disease in corn farming by corn farmers in Rahandouna Village, Poasia District, Kendari City, Southeast Sulawesi. Control efforts have been made in the last 3 years through increasing farmers' knowledge by utilizing the medium leaflet, but the downy mildew is still a problem that results in the production of corn which is not optimal. In-depth research is needed to ensure the effectiveness of the leaflet medium used to increase farmers' knowledge. Therefore this study aims to reveal the effectiveness of the leaflet medium in increasing farmers' knowledge and to strive to improve its effectiveness by focusing on the design of the letters. The research was conducted in Rahandouna Sub-District, Poasia District, Kendari City, which was conducted for 1 month, January 2020, with 36 respondents. The research was designed as an experimental study with pre-post-test treatment. The results of the study which were calculated through the effective formula using the t-test showed that the leaflet medium was effective in increasing farmers' knowledge with an effective value of 65.29%, with the design of an upright letter shape. It is hoped that the leaflets produced from this research can effectively increase farmers' knowledge so that the downy mildew disease can be controlled.
Tingkat Adopsi Wanita Tani dalam Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk Mendukung Diversikasi Pangan Isnian, Sitti Nur
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v6i3.17897

Abstract

One indicator of the sustainability of a development program is determined by the level of adoption in a community. This study aims to assess the level of adoption of female farmers in the KRPL. The research location was in Jampaka village, Kulisusu District, North Buton Regency, which was selected purposively considering that the place was representative of the Kulisusu District, where the KRPL program is still actively running. The study 20 women farmers selected through the census. The study was conducted in March-December 2019 and was designed as a quantitative study using the percentage and linear regression methods. Dialysis data is descriptive qualitative. The results showed that the level of adoption of female farmers in the KRPL Program which included land management activities, nurseries, planting, maintenance, building studio houses, and harvesting and post-harvesting, was in the medium category which means the program provides benefits to the community and allows the sustainability of the program to support food diversification. For maximum results in optimizing the program’s benefits, discipline by the government (extension) is needed to assist Women Farmers in implementing the program. It is hoped that this research will become
PENGUATAN EKONOMI KELUARGA DI MASA PANDEMIC COVID-19 MELALUI USAHA SATE POKEA SEBAGAI MAKANAN KHAS SULAWESI TENGGRARA Rianse, Usman; Hamzah, Awaluddin; Rosmawaty, Rosmawaty; Isnian, Sitti Nur; Maharani, Sri Wiyati
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 2, No 2 (2021): MEI
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.122 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v2i2.18591

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan efek domino pada bidang sosial, ekonomi, dan keuangan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penguatan ekonomi keluarga. Mitra yang dibina adalah Usaha Sedap Rasa Pohara dan Usaha Anugerah. Kedua mitra memproduksi dan menjual sate pokea, yang merupakan makanan khas Sulawesi Tenggara. Masalah mitra disisi produksi adalah teknologi pengolahan dan pengemasan yang sederhana. Sedangkan dari aspek manajemen adalah kurangnya pengetahuan kelompok dalam hal pembukuan dan penyusunan laporan keuangan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dalam bentuk pelatihan teknis pengolahan dan manajemen usaha serta pendampingan.  Hasil yang dicapai melalui program ini adalah terwujudnya penguatan ekonomi keluarga dimasa Pandemi Covid-19 di Desa Pohara Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara dengan adanya penambahan peralatan disertai pelatihan pengolahan dan perbaikan kemasan yang higienis dan merek yang baik.
Penyuluhan Multimedia Dalam Upaya Memutus Mata Rantai Pandemi Covid-19 di Sulawesi Tenggara Isnian, Sitti Nur; Musadar, Musadar; Salahuddin, Salahuddin; Lestari, Hariati; Fitriani, Fitriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.239 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v2i2.15172

Abstract

Berangkat dari pandemi covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Fenomena masih banyak masyarakat Sultra yang tidak mengindahkan kebijakan pemerintah, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun, dan menjaga jarak sebagai perilaku dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Pengabdian ini sebagai upaya mewujudkan sinergitas masyarakat, pemerintah dan dunia kampus dalam memutus mata rantai covid-19. Tujuan pengabdian adalah perubahan perilaku masyarakat yakni peningkatan pengetahuan berupa kesadaran pandemi covid-19 sebagai musuh bersama, dan cara memutus mata rantai covid-19; sikap berupa terbentuknya tekad yang satu pemutusan mata rantai covid-19 adalah tangung jawab bersama; dan keterampilan berupa kemampuan masyarakat memanfaatkan potensi diri dan SDA yang dimiliki menciptakan produk untuk memutus pandemi covid-19. Pengabdian ini menggunakan 3 metode penyuluhan multimedia yaitu; (1) ceramah; (2) demonstrasi cara; dan (3) bimbingan teknis. Hasil pengabdian adalah: (1) terciptanya sinergitas seluruh pihak baik dari masyarakat, pemerintah dan pemerintah darah, dan dunia kampus dalam memutus mata rantai pandemi covid-19; (2) terjadinya perubahan perilaku masyarakat yakni lahirnya kesadaran umum masyarakat dan kesepahaman bersama akan covid-19 sebagai musuh dan tanggung jawab bersama; sikap kepekaan, empati, kepedulian dan tekad masyarakat; dan peningkatan keterampilan membuat produk handsanitizer dan memanfaatkan lingkungan pekarangan dengan tanaman toga sebagai tindakan nyata masyarakat bersatu melawan covid-19 dengan memanfaatkan potensi yang ada pada diri masyarakat itu sendiri; (3) terwujudnya sinergitas dan harmonisasi antara masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, pemerintah daerah dan Universitas Halu Oleo, melalui Inovasi Produk Penyuluhan Multimedia yang isi materinya dari masayarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat melalui pemerintah dan Gugus Tugas Covid-19 Sultra; dan (4) inovasi penyuluhan multimedia dalam bentuk video semi dokumenter edukatif yang inovatif. Kegiatan ini melibatkan seluruh pihak mulai dari penentu kebijakan, stakholder gugus percepatan covid 19, elemen masyarakat, dan civitas akademika. Diharapkan hasil kegiatan ini menjadi solusi upaya penyadaran pada masyarakat Sulawesi Tenggara untuk bersama tau dan terampil dalam memutus mata rantai Covid-19 ditengah wabah yang belum menunjukkan tanda-tanda kapan berakhirnya.Kata Kunci: Covid-19, Penyuluhan Multimedia, Sadar Paham dan Terampil
Bioteknologi Pupuk Bokashi Plus dan Sistem Intercropping pada Tanaman Hortikultura Arsy Aysyah Anas; Nini Mila Rahni; Sitti Nur Isnian
Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi (INSTEK) Vol. 2 No. 1 (2019): Edisi Februari Tahun 2019 Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi (INSTEK)
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/instek.v2i1.95

Abstract

Tanaman hortikultura merupakan bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh karena menjadi sumber vitamin, mineral, protein dan karbohidrat. Komoditas hortikultura memiliki nilai ekonomis cukup tinggi, dengan tingkat permintaan yang terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Hal ini menjadikan komoditas hortikultura memiliki potensi pasar yang sangat besar, namun tidak didukung oleh peningkatan produksi. Hal tersebut diakibatkan sebagian besar budidaya hortikultura dilakukan pada lahan marginal dengan teknik budidaya yang tidak memadai. Kabupaten Muna, khususnya Kecamatan Watopute memiliki potensi luas lahan untuk pengembangan hortikultura, khususnya sayuran. Namun, lahan-lahan tersebut didominasi oleh lahan kering marginal yang perlu segera ditangani agar produktivitasnya meningkat. Solusi untuk permasalahan tersebut diantaranya adalah teknologi inovatif hasil penelitian dari perguruan tinggi berupa bioteknologi pemupukan yang memanfaatkan sumber-sumber daya lokal dan penerapan sistem intercropping. Bioteknologi pemupukkan berbasis organik seperti pupuk bokasi plus merupakan teknologi inovatif yang dapat meningkatkan ketersediaan produk pertanian khususnya hortikultura, sedangkan sistem intercropping, selain mampu meningkatkan efesiensi penggunaan lahan dan meningkatkan produksi tanaman per satuan luas lahan, juga mampu memperbaiki kesuburan tanah, dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan program yang sangat tepat untuk mendiseminasikan solusi dari permasalahan tersebut sehingga dapat diadopsi oleh masyarakat secara luas.
Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Melaksanakan Kegiatan Penyuluhan Hortikultura di Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari Wayan Widiana; Dasmin Sidu; Sitti Nur Isnian
Jurnal Ilmiah Penyuluhan dan Pengembangan Masyarakat Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.411 KB) | DOI: 10.56189/jippm.v1i3.22204

Abstract

This study aims to: (1) determine the performance of agricultural extension workers in carrying out horticultural extension activities, (2) determine the income earned by horticultural farmers. This research was conducted in Wua-Wua District, Kendari City, which was carried out from February to July 2021 with a total of 22 samples determined by proportional random sampling using the Slovin formula. The data in this study were analyzed quantitatively. The data from the research show that (1) the performance of agricultural extension workers in Wua-Wua District, Kendari City still needs to be improved, especially at the stage of implementing agricultural extension (2) the income earned by horticultural farmers in Wua-Wua District, Kendari City, which is IDR 2.598.000/ planting season, for kale, mustard greens, and spinach, the income is below the average salary of Kendari City's UMR.
Efektivitas Komunikasi Penyuluhan Pertanian di Masa Pandemi Covid-19 terhadap Usahatani Padi Sawah di Desa Sulemandara Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe Ilang Selvia Jahudin; Ima Astuty Wunawarsih; Sitti Nur Isnian
Jurnal Ilmiah Penyuluhan dan Pengembangan Masyarakat Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56189/jippm.v2i2.26062

Abstract

The goal of this study is to see how efficient agricultural extension workers were in communicating with farmers during the Covid-19 epidemic on lowland rice farming in Sulemandara Village, Pondidaha District, Konawe Regency, knowledge of farmers in lowland rice farming during the Covid-19 pandemic in Sulemandara Village, Pondidaha District, Konawe Regency and the relationship between the effectiveness of the communication between the extension worker and the knowledge of the farmer in lowland rice farming. From November to January 2022, this study was done in Sulemandara Village, Pondidaha District, Konawe Regency with a population of 128 people and a sample of 32 respondents. Sampling in this study used a simple random sampling technique. Data analysis in this study used quantitative descriptive data analysis method with the formula of similarity of meaning. Communication between agricultural extension staff and farmers was found to be inefficient, according to the findings, namely that there were differences in meaning in communication between extension workers and farmers.
Fungsi Kelembagaan Subak Pada Perkebunan Lada di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan (Studi Kasus pada Kelembagaan Subak Satu pada Tanaman Lada Hasil Konversi dari Padi Sawah di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan) Isnian, Sitti Nur; Nalefo, La; Mutmainnah, Mutmainnah; Rosmawaty, Rosmawaty; Mardin, Mardin
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.692 KB) | DOI: 10.33772/bpsosek.v20i2.7066

Abstract

This study aims to look at the institutional functions of Subak in Plantation Pepper as a result of land conversion from wetland rice in Mowila Subdistrict, Konawe Selatan District. This research is qualitative. The results showed that the institutional functions of Subak on pepper plantations in Mowila Subdistrict, Konawe Selatan District were described in the Functions of Tri Hita Karana namely parahyangan with ritual activities, ulun carik, purnama nyilem, and ceremony of moving rice fields. Pawongan with the coordination of pepper farmers to Subak and contributing traditions. Palemahan is marked by the provision of two meters of land and land for sacred buildings.