Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

General English Online Teaching Within Pandemic Outbreak: Between Need and Satisfaction Hamzani Wathoni; Hasan Basri; Astrid Dwimaulani; Dukha Yunitasari
Journal of English Education and Teaching Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jeet.6.2.235-249

Abstract

Since the COVID-19 pandemic entered Indonesia in 2019, a technological adjustment in learning has been massively implemented. Online teaching is the only logical method for the reason of limiting physical contact. Although the characteristics of Z-Generation learners are digital natives, live learning is still more welcomed. Therefore, this study aims to determine and carefully measure the satisfaction of new colleges students in the general English program at Universitas Hamzanwadi. The measures are three aspects (course content, instructor performance, and media use) and another aspect in teaching mode (online and offline). In addition, this research discusses why the new college students choose to participate in the general English program 2020/2021. This study utilized a quantitative-descriptive approach with the census method. The population was taken from all new students for the 2020/2021 period as many as six faculties totaling 1450, although only 1196 respondents ultimately responded. The primary data collection instruments were questionnaires through google forms, interviews, and documents such as teaching modules and media. The findings show 1196 respondents recorded via a google form telling that the bilingualism reasons were the majority choice (54.93%). The scholarships and student exchanges are the second paramount concern to this program (21.15%). Other positions such as translator or work, reasons are not significantly mentioned. Conclusion tells that new student satisfaction following the General English program (GE) is significantly more than 70 percent in three aspects of the assessment within the program.
Pemanfaatan Limbah Peternakan Lokal Melalui Inovasi Kompos Organik Ramah Lingkungan: Kolaborasi Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dan UPT Penyuluhan Pertanian di Desa Jurit Baru Yusril Izha Haendrawan; Iwan Supriadi; Lailatul Musyarrofah; Ulya Lathifah Abdillah; Hidayatul Harfani; Astrid Dwimaulani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12050

Abstract

Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi peternakan sapi yang besar, namun limbah peternakan belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengurangi nilai ekonomi limbah organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam mengolah limbah peternakan menjadi kompos organik ramah lingkungan melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi, UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pringgasela, dan Pemerintah Desa Jurit Baru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi lapangan, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan meliputi kelompok tani, kelompok peternak, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah peternakan yang berkelanjutan serta meningkatnya keterampilan peserta dalam memproduksi kompos organik menggunakan bahan lokal seperti kotoran sapi, sekam padi, kapur pertanian, dan bioaktivator EM4. Program ini juga mendorong perubahan persepsi masyarakat terhadap limbah peternakan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis, memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat, serta mendukung penerapan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal. Dengan demikian, kolaborasi lintas sektor dalam pemanfaatan limbah peternakan menjadi kompos organik dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan produktivitas pertanian di Desa Jurit Baru.
Implementasi Gerakan Pangan Murah dalam Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Jurit Baru Oleh Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi Rizki Aptartu; Qurratul Aini; Erma Supriani; Mala Ismayani; Zahratul Aeni; Astrid Dwimaulani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12055

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung hal tersebut adalah melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat Desa Jurit Baru terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi, Pemerintah Desa Jurit Baru, dan Perum BULOG. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan Perum BULOG, penentuan lokasi, jadwal, jenis komoditas, serta sosialisasi kepada masyarakat. Tahap pelaksanaan dilakukan pada 22 Juni 2026 di Kantor Desa Jurit Baru dengan menyediakan beras SPHP, Minyakita, dan gula pasir yang dijual di bawah harga pasar. Selanjutnya, tahap evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap kelancaran kegiatan, tingkat partisipasi masyarakat, serta manfaat program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa GPM memperoleh respons positif dengan tingginya antusiasme masyarakat. Perbandingan harga menunjukkan penghematan sebesar Rp15.500 per paket komoditas dibandingkan harga pasar sehingga membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan keterjangkauan pangan. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan stok, antrean yang padat, dan waktu pelaksanaan yang singkat, kegiatan tetap berlangsung tertib melalui koordinasi yang baik. Dengan demikian, implementasi Gerakan Pangan Murah terbukti memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui peningkatan akses terhadap bahan pangan yang terjangkau serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Perum BULOG.
Program Pendampingan Bahasa Inggris melalui Kolaborasi Mahasiswa KKN dengan Bridge Future–English and Culture Lombok di Desa Jurit Baru Sherlina Sherlina; Bq. Raudatul Jannah; Andrian Mahesa; Aulya Khaeril Miswah; Astrid Dwimaulani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12056

Abstract

Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah yang memiliki potensi pengembangan pendidikan dan pariwisata seperti Desa Jurit Baru. Namun, akses terhadap pembelajaran bahasa Inggris yang interaktif dan berkelanjutan masih memerlukan dukungan melalui kolaborasi berbagai pihak. Program ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendampingan bahasa Inggris yang dilaksanakan melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi dengan Bridge Future–English and Culture Lombok sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi kebutuhan, koordinasi bersama mitra, perencanaan materi, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi secara deskriptif melalui observasi terhadap keterlibatan dan perkembangan peserta. Kegiatan pembelajaran menerapkan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) melalui aktivitas vocabulary building, conversation practice, language games, diskusi kelompok, ice breaking, dan sesi tanya jawab yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan menyenangkan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, partisipasi, penguasaan kosakata, kemampuan komunikasi dasar, serta kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, kolaborasi ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan nonformal dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di tingkat desa. Meskipun terdapat kendala berupa perbedaan tingkat kemampuan peserta dan keterbatasan waktu pelaksanaan, program mampu berjalan secara efektif melalui penerapan metode pembelajaran yang fleksibel dan kolaboratif. Dengan demikian, pendampingan bahasa Inggris berbasis kemitraan ini berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Jurit Baru.
EFL Learners’ Perception in Using Picture Series-Based Storytelling to Develop Reading Comprehension Zahratul Fikni; Murniati Murniati; Astrid Dwimaulani; Yulia Agustina
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5274

Abstract

In many EFL contexts, students struggle to develop adequate reading comprehension due to limited vocabulary and an over-reliance on teacher-centered instructional methods. This study aims to examine how EFL learners perceive picture series-based storytelling in developing reading comprehension and to identify the contextual difficulties students face when using this strategy. Employing a descriptive qualitative design, empirical data were collected from 16 eighth-grade students at MTs NWDI Loyok through a Likert-scale questionnaire, semi-structured interviews, and participatory classroom observation. The findings reveal that students hold predominantly positive perceptions of the strategy, reporting stronger motivation, greater confidence, and higher engagement when reading is scaffolded by visual and narrative support. However, students also encountered distinct psychological, linguistic, and contextual difficulties, specifically foreign language anxiety when retelling stories, struggles with limited vocabulary, and a loss of concentration due to classroom noise. The study concludes that picture series-based storytelling is a highly useful and motivating strategy for EFL reading comprehension in rural schools, provided that teachers proactively support students with vocabulary preparation and structured classroom management.