p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perspektif
mukmin mukri
a:1:{s:5:"en_US";s:13:"bdk palembang";}

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENCEGAHAN DAN PEMBATALAN PERKAWINAN mukmin mukri
Jurnal Perspektif Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v13i2.29

Abstract

Mengingat tidak seharusnya suatu perkawinan itu dibatalkan, karena suatu perkawinan merupakan suatu hal yang bersifat religius dan tidak boleh dipermainkan. Dan karena dalam suatu perkawinan tidak hanya mengikat hubungan satu laki-laki dengan satu perempuan, melainkan mengikat semua keluarga besar yang ada dalam nasab keluarga dan perkawinan yang terjadi tidak hanya hubungan antara manusia dengan manusia (hablu minan nas), melainkan melibatkan hubungan antara manusia dengan Allah SWT.,(hablu minallah), sehingga perkawinan tidak mudah dibatalkan. Pembatalan perkawinan merupakan suatu tindakan guna memperoleh keputusan pengadilan yang menyatakan bahwa perkawinan yang dilaksanakan batal. Pengetahuan pihak KUA terhadap keabsahan calon mempelai tidak lain karena akan berimbas pada sah dan tidaknya perkawinan tersebut. Sehingga dipandang penting adanya pencegahan yang dilakukan, guna tidak terjadinya pembatalan perkawinan. Maka diperlukanlah langkah-langkah yang harus ditempuh seperti lembaga pemerintah Kantor Urusan Agama (KUA) supaya dapat mengambil tindakan untuk mengantisipasi terjadinya pembatalan perkawinan.
LATAR BELAKANG DAN DAMPAK PERCERAIAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA KELAS 1A PALEMBANG) mukmin mukri
Jurnal Perspektif Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v14i1.37

Abstract

Membentuk keluarga yang kekal, bahagia dan sejahtera merupakan tujuan pokok dalam rumah tangga. Untuk mencapai rumah tangga yang bahagia dan sejahtera diperlukan adanya kerja sama dan saling pengertian antara suami-isteri, dan menghindari segala macam perselisihan dalam rumah tangga. Tujuan suci tersebut sering kandas di tengah jalan, karena pasangan tidak dapat mempertahankan hubungan keluarga secara harmonis dan berakhir dengan perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian disebabkan karena beberapa faktor, antara lain:Faktor moral meliputi poligami tidak sehat, krisis akhlak, cemburu, Faktor meninggalkan kewajiban meliputi kawin paksa, ekonomi, tidak ada tanggung jawab, Faktor kawin di bawah umur, Faktor penganiayaan, Faktor perselisihan meliputi gangguan pihak ketiga, dan keharmonisan. saran yang dapat peneliti berikan adalah Bagi orang tua tidak menikahkan anaknya dengan cara paksa, yaitu menikahkan anaknya dengan orang yang tidak dicintainya. Karena perkawinan harus ada kesepakatan antara kedua calon mempelai, Bagi pasangan suami-isteri hendaknya saling memahami, saling terbuka dalam rumah tangga untuk memecahkan masalah yang dihadapi, sehingga tidak terjadi disharmonis dalam keluarga. Langkah yang ditempuh adalah dengan cara mengemukakan permasalahan yang ada, kemudian permasalahan tersebut dibicarakan bersama dan dicari jalan keluarnya bersama-sama, salah satunya adalah harus ada yang mengalah dan saling menyadari satu sama lain, sehingga perselisihan cepat terselesaikan dengan damai, Bagi masyarakat hendaknya dilakukan penyuluhan hukum perceraian dengan segala aspeknya, guna merangsang kokohnya ikatan perkawinan dan mengurangi angka perceraian.