Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELAYANAN KESEHATAN PEMBENTUKAN KP ASI, PENYULUHAN TENTANG IMD DAN ASI EKSKLUSIF, CARA MEMPERBANYAK ASI DI POSYANDU HARAPAN KITA DESA WAY HUWI Yusari Asih; Riyanti Imron
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi Dosen Poltekkes Tanjungkarang. Program Studi DIII Kebidanan Tanjungkarang dalam kegiatan ini memfokuskan pada kesehatan ibu nifas, meliputi pembentukan Kelompok Pendukung ASI, Penyuluhan IMD dan ASI Eksklusif, Upaya memperbanyak ASI. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Way Huwi, Jati Agung, Lampung Selatan. Kegiatan ini bertujuan mewujudkan kesadaran, kemauan serta meningkatkan pengetahuan ibu balita maka diperlukan pembinaan secara berkesinambungan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Maret, 09 April dan 07 Mei 2018, di Desa Way Huwi, Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan meliputi pendataan ibu yang mempunyai bayi dan balita (Ibu Menyusui), Pembentukan Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI), Penyuluhan Kesehatan tentang IMD, ASI Eksklusif dan Upaya memperbanyak ASI, dan Melaksanakan Praktek Pijat Oksitosin. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat khususnya ibu yang mempunyai anak bayi dan balita yang berada di Desa Way Huwi kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Hasil kegiatan diketahui bahwa Jumlah ibu yang mempunyai bayi dan balita dan menyusui sejumlah 35 orang, Kesehatan bayi dan balita dalam kategori normal dilihat dari berat badan dan tinggi badan, Peserta yang hadir telah memahami tentang IMD, ASI Eksklusif dan Upaya memperbanyak ASI serta dapat mempraktikkannya dirumah.
RIWAYAT KURETASE DAN SEKSIO CAESARIA PADAPASIEN DENGAN PLASENTA PREVIA DIRUMAH SAKIT PROVINSI LAMPUNG Yusari Asih; Idawati Idawati
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.426 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.596

Abstract

Kematian maternal merupakan tolak ukur baik buruknya keadaan pelayanan kebidanan dan salah satu indikator tingkat kesejahteraan ibu. Penyebab kematian maternal di Indonesia perdarahan 40-60%, infeksi 20-30%, keracunan kehamilan 20-30% dan sisanya sekitar 5% disebabkan penyakit lain yang memburuk saat kehamilan atau persalinan.Pra Survey di Rumah Sakit RSUD Dr.Hi Abdul Moeloek terhadap rekam medik pasien ruang kebidanan  pada Januari 2015, dari 9 ibu hamil yang mengalami plasenta previa mempunyai riwayat aborsi dengan kuretasi 5 orang (55,5%) dan riwayat seksio sesaria 3 orang (33%).Rancangan penelitian case control study, populasinyasemua ibu yang mengalami plasenta previa di Poli kebidanan dan Ruang Kebidanan RSUD Dr.Hi Abdul Moeloek tahun 2015, 413 orang. Sampel dengansystematicrandom sampling. Analisis data  univariat dan  bivariat dengan uji statistik chi square. Penelitian dilaksanakan Mei-Juni 2015.Hasil penelitian  riwayat kuretase pada kelompok kasus  73 orang (88,8%), sedangkan pada kelompok  kontrol sebanyak 24 orang (28,9%),riwayat Seksio Sesaria pada kelompok kasus 71 orang (85,5%) sedangkan pada kelompok kontrol  14 orang (16,9%). Hasil uji statistik terdapat hubungan antara riwayat Kuretase dengan kejadian Plasenta Previa p value= 0,000 dengan OR= 18.Terdapat hubungan antara riwayat Seksio Sesaria dengan Kejadian Plasenta Previa p value = 0,000 dengan OR= 29. Kesimpulan terdapat hubungan antara riwayat kuretase dan riwayat sectio caesaria dengan kejadian plasenta praevia di RSUD Abdoel Moeloek tahun 2015. Saran untuk RSUD agar memotivasi ibu untuk melaksanakan penanganan Abortus dengan aman pada institusi kesehatan, serta memotivasi ibu untuk lebih memilih persalinan normal dibandingkan persalinan seksio sesaria.
HUBUNGAN PEMBERIAN STIMULASI IBU DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU Yusari Asih
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.186 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.573

Abstract

Masa balita adalah masa keemasan (golden age) dimana peranan ibu sangat diperlukan untuk tumbuh kembang yang optimal. Masalah dalam penelitian ini adalah adanya balita yang mengalami gangguan perkembangan dan belum diketahui adakah hubungannya dengan pemberian stimulasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian stimulasi ibu dengan perkembangan balita di Posyandu Melati wilayah kerja Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2015. Rancangan penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi  adalah seluruh ibu yang memiliki balita dan balitanya di Posyandu Melati wilayah kerja Puskesmas Pringsewu sebanyak 142 orang dan sampel 60 orang dengan tehnik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner yang berisi 20 pertanyaan dan KPSP yang terdiri dari 9-10 tugas perkembangan. Pengolahan data menggunakan editing, coding, processing dan cleaning. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan prosentase dan analisis bivariat dengan fisher exact test. Hasil penelitian tentang pemberian stimulasi ibu yaitu 56,7% responden memberikan stimulasi dengan baik dan 43,3% kurang. Perkembangan balita dengan kategori sesuai 81,7% dan tidak sesuai18,3%. Ada sebanyak 31 dari 34 (91,2 %) ibu yang memberikan stimulasi dengan baik dan perkembangan balitanya sesuai. Sedangkan diantara ibu yang memberikan stimulasi kurang baik, ada 18 dari 26 (69,2%) yang perkembangan balitanya sesuai. Diperoleh p value=0,044 dan OR=4,593. Kesimpulan i adalah terdapat hubungan  pemberian stimulasi ibu dengan perkembangan balita. Saran untuk ibu dan kader posyandu agar dapat memberikan stimulasi yang adekuat, teratur, dan sesuai kelompok umur serta bekerjasama dengan pihak puskesmas setempat untuk memberikan sosialisasi tentang stimulasi dan perkembangan balita baik dengan penyuluhan ataupun leaflet. 
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PAPARAN ROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI SUKARAJA BANDAR LAMPUNG Yusari Asih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i1.540

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada balita. Secara umum terdapat tiga faktor resiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, individu anak serta perilaku. Tingginya angka kejadian ISPA (39,31 %) pada balita di Kelurahan Sukaraja wilayah Puskesmas Sukaraja tahun 2013. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan status gizi dan paparan rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Sukaraja wilayah Puskesmas Sukaraja tahun 2013. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional, yanmg dilakukan terhadap balita di Kelurahan Sukaraja tahun 2013 yang berjumlah 245 orang, dengan sampel sebanyak 61 anak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan  analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan kejadian ISPA sebanyak 73,8 %, status gizi kurang sebanyak 36,1 %, dan paparan rokok sebanyak 73,8 %.  Uji chi square hubungan status gizi dengan ISPA p value = 0,0009 dan OR = 6,967 dan hubungan paparan rokok dengan ISPA p value = 0,000 dan OR = 11,943. Status gizi kurang  dan paparan rokok meningkatkan kejadian ISPA pada balita. Saran untuk petugas kesehatan di Puskesmas maupun kader kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan pada kegiatan Posyandu tentang pencegahan ISPA, yang meliputi menghindari kontak dengan penderita ISPA, tidak merokok di dalam rumah, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sehingga balita dapat terhindar dari infeksi saluran pernafasan akut. 
PENGARUH KENAIKAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN BBLR Yusari Asih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i1.715

Abstract

ABSTRAK. Penyebab utama tingginya angka kematian bayi adalah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR, antara lain faktor ibu meliputi faktor obstetrik dan faktor nutrisi, faktor kehamilan, faktor janin, dan faktor lingkungan sosial ekonomi dan budaya. Prevalensi BBLR RSUD Pringsewu mengalami peningkatan dalam 4 tahun terakhir, dan masih berada diatas prevalensi propinsi lampung, yaitu sebesar 14%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kenaikan berat badan selama kehamilan  terhadap kejadian BBLR setelah mengontrol variabel tinggi badan, LILA, IMT, usia, paritas, spasing, riwayat kehamilan dan persalinan, usia kehamilan, komplikasi kehamilan, gemelli, KPD, cacat bawaan, kualitas ANC dan tingkat pendidikan. Rancangan penelitian case control dilakukan di RSUD Pringsewu dengan populasi kasus ibu yang melahirkan BBLR di RSUD Pringsewu pada Januari sampai Oktober 2012, dan populasi kontrol adalah Ibu yang melahirkan bayi tidak BBLR di wilayah kecamatan Pringsewu pada Oktober 2012. Sampel berjumlah 200 ibu terdiri dari 100 kasus dan 100 kontrol.Hasil penelitian diketahui Sebagian besar responden  memiliki kenaikan berat badan selama kehamilan  sesuai (62,5%),  tinggi badan ibu  tidak berisiko (68%), LILA  normal (65,5%), IMT normal (66%), usia ibu  tidak berisiko (74%), paritas  tidak berisiko (84,5%), spasing tidak berisiko (93%), riwayat obstetrik baik (86,5%), usia kehamilan  aterm (67,5%), tidak ada komplikasi (81,5%), tidak gemelli (92,5%), tidak KPD (81,5%), Tidak ada cacat bawaan (97%), dan kualitas ANC  berkualitas (62%), serta tingkat pendidikan ibu  tinggi (55%). Ada pengaruh kenaikan berat badan selama kehamilan (p value 0,000), tinggi badan (p value 0,000), LILA (p value 0,000), IMT (p value 0,000),  spasing (p value 0,013), usia kehamilan (p value 0,000),  komplikasi kehamilan (p value 0,000), gemelli (p value 0,007), cacat bawaan (p value 0,029), kualitas ANC (p value 0,000) dan tingkat pendidikan (p value 0,003) terhadap kejadian BBLR di RSUD Pringsewu Lampung tahun 2012. Tidak ada pengaruh usia ibu (p value 0,076), paritas (p value 0,118), riwayat obstetrik (p value 0,679), dan KPD (p value 0,275) terhadap kejadian BBLR di RSUD Pringsewu Lampung tahun 2012. Ada pengaruh kenaikan berat badan selama kehamilan terhadap kejadian BBLR. Ibu dengan kenaikan berat badan selama kehamilan tidak sesuai berisiko melahirkan bayi BBLR 10,587 kali dibanding ibu dengan kenaikan berat badan selama kehamilan sesuai setelah mengontrol variabel kualitas ANC, interaksi kualitas ANC dengan tingkat pendidikan, tingkat pendidikan, spasing, interaksi LILA dengan tinggi badan, tinggi badan, LILA, interaksi gemelli dengan komplikasi kehamilan, dan usia kehamilan. Ada pengaruh kenaikan berat badan selama kehamilan terhadap kejadian BBLR setelah mengontrol variabel kualitas ANC, interaksi kualitas ANC dengan tingkat pendidikan, tingkat pendidikan, spasing, interaksi LILA dengan tinggi badan, tinggi badan, LILA, interaksi gemelli dengan komplikasi kehamilan, dan usia kehamilan. Perlu dilakukan upaya peningkatan status gizi ibu hamil dengan membentuk kelompok ibu hamil berisi pelatihan tentang cara berinovasi dan berkreasi membuat makanan tambahan berbasis pangan lokal oleh pihak Dinas kesehatanPringsewu dan seluruh provider kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu pada saat perencanaan kehamilan dan saat hamil, dan meningkatkan kualitas ANC pada semua ibu terutama ibu yang berisiko mengalami BBLR.