Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada balita. Secara umum terdapat tiga faktor resiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, individu anak serta perilaku. Tingginya angka kejadian ISPA (39,31 %) pada balita di Kelurahan Sukaraja wilayah Puskesmas Sukaraja tahun 2013. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan status gizi dan paparan rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Sukaraja wilayah Puskesmas Sukaraja tahun 2013. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional, yanmg dilakukan terhadap balita di Kelurahan Sukaraja tahun 2013 yang berjumlah 245 orang, dengan sampel sebanyak 61 anak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan kejadian ISPA sebanyak 73,8 %, status gizi kurang sebanyak 36,1 %, dan paparan rokok sebanyak 73,8 %. Uji chi square hubungan status gizi dengan ISPA p value = 0,0009 dan OR = 6,967 dan hubungan paparan rokok dengan ISPA p value = 0,000 dan OR = 11,943. Status gizi kurang dan paparan rokok meningkatkan kejadian ISPA pada balita. Saran untuk petugas kesehatan di Puskesmas maupun kader kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan pada kegiatan Posyandu tentang pencegahan ISPA, yang meliputi menghindari kontak dengan penderita ISPA, tidak merokok di dalam rumah, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sehingga balita dapat terhindar dari infeksi saluran pernafasan akut.
Copyrights © 2014