Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH PUPUK HAYATI MAJEMUK CAIR DAN PUPUK SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN EDAMAME (Glycine max (L.) Merr) Lukman Fahmi; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.021 KB) | DOI: 10.30997/jag.v3i2.1051

Abstract

Fertilizer administration is a way to increase the productivity of edamame plants.  Synthetic fertilizer is commonly used in edamame cultivation today.  However, excessive use of synthetic fertilizer could reduce soil fertility so that substitution of it with biofertilizer is needed.  This study was aimed at assessing the effects of biofertilizer and synthetic fertilizer administration on the growth and production of edamame plants.  A completely randomized design in a factorial pattern was used.  The first factor was biofertilizer rates consisting of three levels namely no fertilizer (0% R), 5 ml/l (50% R), and 10 ml/l (100% R).  synthetic fertilizer was given in five levels consisting of no fertilizer (0% R), 25% recommended rate (urea 37.5 kg/ha, SP-36 37.5 kg/ha, and KCl 25 kg/ha), 50% recommended rate (urea 75 kg/ha, SP-36 75 kg/ha, and KCl 50 kg/ha), 75% recommended rate (urea 112.5 kg/ha, SP-36 112.5 kg/ha, and KCl 75 kg/ha), and 100% recommended rate (urea 150 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, and KCl 100 kg/ha).Results showed that plants given biofertilizer by 100% recommended rate had significantly higher height, number of leaves, and fresh and dry root weight in 5 weeks after planting (WAP).  Synthetic fertilizer administration by 100% recommended rate gave significantly higher plant height, number of branches, number of leaves, and fresh and dry root weight in 5 weeks after planting (WAP).  Interaction of 100% recommended rate of biofertilizer and 100% recommended rate of synthetic fertilizer resulted in significantly higher number of leaves and number of flowers. Keywords: edamame plant. Biofertilizer, synthetic fertilizer
KORELASI DAN ANALISIS LINTAS KARAKTER AGRONOMI KACANG BOGOR (Vigna subterranea L. Verdc.) Yusuf Bachtiar; Yuliawati; Setyono Setyono; Arifah Rahayu
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v6i2.3353

Abstract

Upaya perbaikan daya hasil kacang bogor dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman dan salah satu langkah pentingnya adalah kegiatan seleksi. Seleksi dapat berjalan efektif apabila diketahui keeratan hubungan atau korelasi antara karakter yang dituju dengan karakter lain sebagai penduga. Keeratan hubungan antar karakter komponen hasil dengan karakter hasil kacang bogor dapat diduga menggunakan analisis korelasi dan pengaruh langsung serta pengaruh tidak langsungnya dapat diketahui melalui analisis lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mencari komponen penentu daya hasil kacang bogor berdasarkan nilai korelasi, pengaruh langsung, dan pengaruh tidak langsung menggunakan analisis lintas. Penelitian dilaksanakan pada pada Februari-Juni 2018 di kebun percobaan SEAMEO BIOTROP Tajur, Kota Bogor, Jawa Barat (± 280 m dpl). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 31 perlakuan galur lanras asal Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter agronomi jumlah cabang berkorelasi positif terhadap bobot polong basah dan bobot polong kering kacang bogor. Karakter agronomi yang berpengaruh langsung positif dan nyata pada taraf 5% terhadap bobot polong basah dan bobot polong kering adalah jumlah polong total dan jumlah cabang, sedangkan karakter agronomi jumlah daun berpengaruh tidak langsung yang paling besar terhadap bobot polong basah dan bobot polong kering. Karakter jumlah polong total dan jumlah cabang dapat dijadikan kriteria seleksi yang efektif karena memiliki nilai korelasi dan koefisien lintas yang besar serta nyata terhadap bobot polong basah dan bobot polong kering kacang bogor.
PENAMPILAN AGRONOMI BERBAGAI AKSESI KATUK {Sauropus androgynus (L.) Merr.} PADA DOSIS PUPUK UREA BERBEDA Ulfa Khaerunnisa; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v6i2.3626

Abstract

Katuk {Sauropus androgynus (L.) Merr} is a leafy vegetable which requires nitrogen for itsvegetative growth.  This study was aimed at assessing the agronomic performance of various accessions of katuk vegetable grown with different rates of urea fertilizer administration.  A completely randomized design with two factors was used.  The first factor was katuk accessions consisting of Sukaraja Sukabumi, Cugenang Cianjur, and Kemang Bogor.  The second factor was urea fertilizer administration in five rates, namely 0, 33.3, 66.7, 100%, and 133.3% of recommended rate (R).  Results showed that katuk plant of Sukabumi accession gave the best plant height and leaflet area.  Katuk plant of Cianjur accession had the highest values of plant height, number of buds, yield fresh weight, yield dry weight, and root length.  Katuk plant of Bogor accession was found to have the highest fresh root weight.  Urea administration of 66.7-133.3% R resulted in katuk plant with the best values of plant height, number of buds, stem diameter.  The widest leaf area was found in 100% R urea administration and the highest root weight was found in plants treated with 66.7% R urea administration.  The increase of urea fertilizer doses starting from 33.3% R in Cianjur and Bogor katuk accession increased the total harvest wet weight and dry weight, while in Sukabumi accession the significant increase in production was at a dose of 100% R and 133.3% R urea. The increase in vitamin C content was significant in the application of 133.3% R urea fertilizer.
KARAKTER MORFOLOGI DAN HUBUNGAN KEKERABATAN GALUR-GALUR KACANG BOGOR (Vigna subterranea L. Verdc.) ASAL LANRAS SUKABUMI Wiellda Novia Sania; Yuliawati Yuliawati; Arifah Rahayu; Setyono Setyono
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.4141

Abstract

lokal Indonesia, salah satunya lanras lokal asal Sukabumi.  Seleksi kacang bogor asal lanras Sukabumi telah dilakukan menggunakan teknik seleksi galur murni. Galur-galur tersebut masih perlu dievaluasi karakter morfologi dan hubungan kekerabatannya agar program seleksi yang dilakukan berjalan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan atau persamaan karakter morfologi antar galur-galur kacang bogor asal lanras Sukabumi dan mengidentifikasi silsilah galur yang memiliki potensi hasil tinggi melalui analisis kekerabatan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan SEAMEO BIOTROP Tajur, Bogor (280 m dpl) pada bulan Februari-Juni 2018. Bahan tanam yang digunakan adalah 30 galur kacang bogor hasil seleksi galur murni asal lanras Sukabumi dan lanras Sukabumi yang tidak diseleksi sebagai kontrol. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa galur-galur kacang bogor asal lanras Sukabumi memiliki perbedaan morfologi pada semua karakter, kecuali pada karakter warna daun. Galur-galur tersebut memiliki perbedaan pada tipe tumbuh, bentuk daun, bulu pada batang, pigmen pada bunga, bentuk polong, warna polong, tekstur polong, warna biji, dan bentuk biji. Berdasarkan hasil analisis kekerabatan, nilai kemiripan genetik antar galur-galur kacang bogor asal lanras Sukabumi tergolong sangat tinggi yang disebabkan oleh tingkat keragaman yang sempit. 
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP BERBAGAI PUPUK ORGANIK SUMBER NITROGEN Affandy Sahala Tua Marpaung; Arifah Rahayu; Nur Rochman
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i1.4142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis pupuk organik sumber N terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis tegak. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Djuanda, Ciawi, Bogor, Jawa Barat pada bulan Februari-Mei 2019. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 11 taraf yaitu tanpa pupuk, kipahit 100% R, kirinyuh 100% R, urine sapi 100% R, urea 100% R, kipahit 75% + urea 25% R, kirinyuh 75% + urea 25% R, urine sapi 75% + urea 25% R, kipahit 50% + urea 50% R, kirinyuh 50% + urea 50% R, urine sapi 50% + urea 50% R. Hasil penelitian membuktikan bahwa aplikasi POC sumber nitrogen memiliki hasil yang yang tidak berbeda nyata dengan aplikasi urea 100% R, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti urea untuk menerapkan sistem nature farming. 
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KAILAN (BRASSICA OLERACEA VAR. ALBOGLABRA) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI NUTRISI AB MIX DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Arifah Rahayu; M Ginanjar; OL Tobing
JURNAL AGRONIDA Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v7i2.4686

Abstract

Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra) merupakan sayuran daun yang memiliki nilai jual tinggi dan memerlukan unsur N untuk mendukung pertumbuhannya. Pemberian media tanam dan konsentrasi nutrisi AB Mix yang ideal dengan menggunakan sistem hidroponik substrat dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi kailan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan dengan sistem hidroponik substrat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, yaitu media tanam (arang sekam, cocopeat, skerwool) dan konsentrasi nutrisi AB Mix (50 % R (3 ml/l), 100 % R (6 ml/l), dan 150 % R (9 ml/l)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan produksi tanaman kailan pada media tanam cocopeat tidak berbeda nyata dengan skerwool, tetapi nyata lebih besar dibandingkan dengan media tanam arang sekam, pada semua peubah kecuali jumlah daun. Pemberian konsentrasi nutrisi AB Mix 6 ml/l dan 9 ml/l, nyata meningkatkan tinggi tanaman, diameter tajuk, warna daun, diameter batang, luas daun, bobot segar dan bobot kering dibandingkan dengan pemberian nutrisi AB Mix 3 ml/l.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) Indah Ayu Lestari; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v8i1.5625

Abstract

Tanaman selada tergolong sayuran yang memiliki kandungan gizi dan nilai ekonomi tinggi, serta prospek yang baik untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nutrisi AB mix dan media tanam tehadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada pada sistem nutrient film technique (NFT). Penelitian ini menggunakan rancangan perlakuan petak terbagi (split plot design) dan rancangan lingkungan acak kelompok. Petak utama berupa konsentrasi nutrisi AB mix yang terdiri atas 2,5 ml/l, 5,0 ml/l, 7,5 ml /l. Anak petak berupa media tanam yang terdiri atas rockwool dan skerwool. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan terbaik tanaman selada diperoleh pada konsentrasi nutrisi AB mix 5ml/l di semua peubah, kecuali bobot kering pucuk dan bobot segar dan kering akar tanaman selada. Pertumbuhan dan produksi tanaman selada pada media tanam skerwool dan rockwool tidak berbeda nyata, sehingga skerwool dapat menggantikan rockwool pada budidaya selada dengan sistem hidroponik NFT.
PENERAPAN TEKNOLOGI HIDROPONIK SAYURAN INDIJENES DI KELOMPOK PKK Nani Yulianti; Arifah Rahayu; Setyono Setyono; Yanyan Mulyaningsih; Yuliawati Yuliawati
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.168 KB) | DOI: 10.30997/qh.v12i3.3866

Abstract

Upaya perbaikan gizi, kesehatan dan tingkat ekonomi masyarakat antara lain dapat dilakukan melalui pengembangan sayuran indijenes (sayuran lokal) dengan teknik hidroponik.  Sayuran indijenes dikenal karena kandungan gizi dan zat berkhasiatnya yang tinggi, tetapi sebagian spesiesnya terancam punah. Budidaya sayuran secara hidroponik merupakan teknologi budidaya sayuran tanpa menggunakan media tanah dan dapat dilakukan di lahan sempit. Teknologi hidroponik yang digunakan pada pengabdian ini adalah sistem rakit apung, yaitu teknik hidroponik dengan akar tanaman mengapung pada bak larutan hara.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu-ibu rumah tangga dalam pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam sayuran indijenes secara hidroponik kaitannya dengan pemenuhan gizi keluarga pada masa pandemi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi semangat dalam mengoptimalkan lahan pekarangan. Kegiatan ini melibatkan ibu rumahtangga yang tergabung dalam Kelompok PKK Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, diskusi, praktek dan pendampingan, serta monitoring.
PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN JAMBU AIR (Syzygium samarangense (Blume) Merr.) cv. CITRA PADA BERBAGAI PERLAKUAN TANAMAN INDUK DAN KONSENTRASI IBA Sumarni; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v8i2.7668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan setek tanaman jambu air kultivar Citra pada berbagai perlakuan tanaman induk dan konsentrasi IBA. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama berupa perlakuan fisik, yaitu kontrol (tanpa banding/naungan), banding, dan naungan, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi IBA (0 ppm,  100 ppm, 150 ppm, 300 ppm, dan 450 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase setek hidup tertinggi terdapat pada  tanaman induk jambu air yang diberi perlakuan naungan. Jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas total tertinggi terdapat pada perlakuan fisik kontrol. Pemberian IBA hingga 450 ppm  menurunkan  persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan panjang tunas total. Persentase setek bertunas dari tanaman induk naungan semakin menurun dengan bertambahnya konsentrasi IBA, sedangkan pada kontrol dan banding tidak berbeda antar konsentrasi IBA. Pada semua perlakuan fisik tanaman induk, bahan setek yang direndam dengan 450 ppm IBA tidak menghasilkan setek berakar dan bertunas, tetapi menghasilkan setek berkalus paling tinggi. Pertumbuhan akar (lebar perakaran, volume akar, jumlah akar dan panjang akar) optimal setek asal tanaman induk kontrol pada konsentrasi 150 ppm IBA, sedangkan pada setek dari banding pada 300 ppm, dan setek dari tanaman induk naungan pada 0 ppm IBA. Perlakuan naungan pada tanaman induk dapat mengurangi penggunaan IBA untuk menginduksi akar pada setek.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BABY WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) PADA BERBAGAI KOMPOSISI PUPUK KOMPOS BATANG PISANG KEPOK DAN KCL: Growth and Production of Baby Carrot (Daucus carota L.) on Various Compositions of Kepok Banana Stem Compost and KCl Dona Ramdani Sidiq; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v9i2.10859

Abstract

Sebagai tanaman umbi, wortel memerlukan unsur kalium (K) lebih banyak dibandingkan dengan unsur lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh aksesi dan komposisi pupuk kompos batang pisang kepok dan KCl terhadap pertumbuhan dan produksi baby wortel. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 di Kebun Percobaan Universitas Djuanda Citeko Bogor. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu aksesi wortel (Citeko dan Brastagi), dan komposisi kompos batang pisang kepok dan pupuk KCl (tanpa pupuk K, 25% K-kompos+75% K-KCl, 50% K- ompos+50% K-KCl, 75% K-kompos+25% K-KCl, 100% K-KCl dan 100% K-kompos). Dosis rekomendasi pupuk KCl untuk tanaman wortel adalah 225 kg/ha KCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah daun 75% K-kompos+25% K-KCl tidak berbeda nyata dengan yang diberi 100% K-KCl. Bobot segar dan diameter umbi tertinggi pada tanaman yang dipupuk 100% K-KCl. Tinggi daun, bobot segar dan diameter umbi Brastagi lebih besar dibandingkan dengan Citeko.Bobot segar berangkasan Brastagi dan panjang umbi Citeko tertinggi pada tanaman yang diberi 100% K-KCl. Pemberian pupuk K nyata meningkatkan kandungan padatan terlarut total. Warna, rasa dan tekstur umbi wortel tidak dipengaruhi oleh aksesi dan komposisi pupuk K.