p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Texere
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ekstraksi dan Karakterisasi Serat Alam dari Daun Sansevieria Laurenti dan Sansevieria Zeylinic Ria Wanti; Husni Dzulfikar; Ryan Rudy
Texere Vol 18, No 2 (2020): Texere Volume 18 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v18i2.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami potensi pemanfaatan Sansevieria laurenti Sansevieria zeylinic sebagai sumber serat selulosa alami untuk aplikasi tekstil. Makalah ini melaporkan proses ekstraksi karakterisasi properti serat dari daun tumbuhanSansevieria laurenti Sansevieria zeylinic. Ekstraksi serat menggunakan metode water retting. Karakterisasi properti meliputi pengujian penampang melintang membujur, kekuatan mulur, kehalusan, panjang, kadar air, dan friksi. Data yang didapatkan digunakan untuk menganalisis kemampuan serat untuk dipintal. Serat Sansevieria laurenti memiliki penampang melintang berbentuk oval dengan beberapa berbentuk bulat, penampang membujur berbentuk silinder dengan dinding yang tebal, kekuatan 2,45 g/denier, mulur 7,08 %, kehalusan 6,71 tex, panjang serat 32,1 cm, moisture content 10,4%, moisture regain 11,79%, dan koefisien friksi 0,0295 μ.Sementara seratSansevieria zeylinic memiliki penampang melintang berbentuk oval namun sebagian membentuk segitiga dengan sudut yang runcing, penampang membujur berbentuk silinder, kekuatan 2,19 g/denier, mulur 7,96 %, kehalusan 4,54 tex, panjang serat30,6 cm, moisture content serat 10,8%, moisture regain serat 12,37%, dan koefisien friksi 0,0296 μ.Disimpulkan bahwa serat Sansevieria laurenti Sansevieria zeylinic memiliki potensi untuk dipintal. Serat dari daun tumbuhan Sansevieria laurenti Sansevieria zeylinic dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku aplikasi tekstil.Penelitian ini bertujuan memahami potensi pemanfaatan Sansevieria laurenti Sansevieria zeylinic sebagai sumber serat selulosa alami untuk aplikasi tekstil. Makalah ini melaporkan proses ekstraksi karakterisasi properti serat dari daun tumbuhanSansevieria laurenti Sansevieria zeylinic. Ekstraksi serat menggunakan metode water retting. Karakterisasi properti meliputi pengujian penampang melintang membujur, kekuatan mulur, kehalusan, panjang, kadar air, dan friksi. Data yang didapatkan digunakan untuk menganalisis kemampuan serat untuk dipintal. Serat Sansevieria laurenti memiliki penampang melintang berbentuk oval dengan beberapa berbentuk bulat, penampang membujur berbentuk silinder dengan dinding yang tebal, kekuatan 2,45 g/denier, mulur 7,08 %, kehalusan 6,71 tex, panjang serat 32,1 cm, moisture content 10,4%, moisture regain 11,79%, dan koefisien friksi 0,0295 μ.Sementara seratSansevieria zeylinic memiliki penampang melintang berbentuk oval namun sebagian membentuk segitiga dengan sudut yang runcing, penampang membujur berbentuk silinder, kekuatan 2,19 g/denier, mulur 7,96 %, kehalusan 4,54 tex, panjang serat30,6 cm, moisture content serat 10,8%, moisture regain serat 12,37%, dan koefisien friksi 0,0296 μ.Disimpulkan bahwa serat Sansevieria laurenti Sansevieria zeylinic memiliki potensi untuk dipintal. Serat dari daun tumbuhan Sansevieria laurenti Sansevieria zeylinic dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku aplikasi tekstil.
RETTASI SERAT ALAM DARI DAUN TUMBUHAN SANSEVIERIA TRIFASCIATA DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM Muhammad Indra Permana; Ria Wanti; Endah Purnomosari; Rivani Setiawati
Texere Online First
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v24i2.06

Abstract

The increasing global oil prices, declining petroleum reserves, and escalating environmental issues have reignited interest in the exploration of natural fibers and the development of sustainable and renewable technologies. Sansevieria trifasciata is a widely available plant in Indonesia, known for its relatively high cellulose content. However, no prior studies have investigated the retting of Sansevieria trifasciata fibers using enzymatic methods. This study aims to characterize the fibers obtained through retting with the aid of xylanase enzyme. In this research, Sansevieria trifasciata leaves were subjected ti enzymatic retting using xylanase. For comparison, a conventional water retting method was also employed as a control. The resulting fibers were evaluated based on their morphological characteristics, fiber length, fineness, tensile strength, moisture regain, and functional groups, the latter analyzed using FTIR. The enzymatic retting process required 14 days to complete, whereas the water retting method took 17 days. The fiber yield was 1.58% of the initial leaf mass. The fibers exhibited an almost round oval cross-section and a cylindrical longitudinal profile. The average fiber length was 50.11 cm, with a fineness of 4.78 tex, tensile strength of 3.16 g/den, and a moisture content of 9.73%. The FTIR analysis revealed the presence of Si–O related groups at approximately 1050 and 600 cm-1, indicating the presence of a silica structure in the sample, while the absorption band at approximately 2350 cm-1 can be attributed to CO2 molecules. In conclusion, enzymatic retting using xylanase was found to be more efficient than the traditional water retting method. The results suggest that Sansevieria trifasciata leaves have significant potential as an alternative source of natural fiber for use in textile yarn production.
PENGARUH KOMPOSISI SERAT PADA KAIN RAJUT PAKAN TERHADAP KENYAMANAN TERMOFISIOLOGIS DAN TAKTIL UNTUK BAHAN PAKAIAN AEROBIK Ria Wanti; Taufik Munandar; Witri Aini Salis; Dedi Miryadi; Rosiana Disiati Prabandani; Dwi Reisalinda Anggunsuri; Liana Dwi Fitrianti
Texere Vol 24, No 2 (2026): Texere Volume 24 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v24i2.08

Abstract

The growing global sportswear market demands innovation in comfort, particularly in the modest sportswear category for Muslim women, who face specific challenges in moisture management. This study aims to analyze the effect of material variations on the functional characteristics of weft-knit fabrics for Muslim women's aerobics wear. Fabric samples were produced using a Stoll flat knitting machine with five material variations: 100% cotton, 100% rayon, 100% polyester, a polyester/cotton blend (65/35), and a polyester/rayon blend (65/35). All samples used plain stitch structure with yarn counts of Ne1 16.17 (cotton), Ne1 20.15 (rayon), Ne1 18.22 (polyester), Ne1 19.37 (polyester/cotton), and Ne1 20.70 (polyester/rayon), respectively. Wales density ranged from 20.0-22.0 WPI and courses density from 30.0-33.8 CPI. Tested parameters included fabric weight, thickness, loop density, breathability, tactile comfort, and moisture management. The analysis showed that material variations significantly impacted the fabric's functional performance. Polyester/rayon 65/35 blend fabric (E Fabric) was identified as the most optimal material with breathability test results (58.44 cm3/sec/cm2), lowest bending work, and Accumulative One-way Transport Index Grade 3. These findings recommend the use of polyester/rayon blends to optimize thermophysiological comfort in aerobics wear for Muslim women.
RETTASI SERAT ALAM DARI DAUN TUMBUHAN SANSEVIERIA TRIFASCIATA DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM Muhammad Indra Permana; Ria Wanti; Endah Purnomosari; Rivani Setiawati
Texere Vol 24, No 2 (2026): Texere Volume 24 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v24i2.06

Abstract

Meningkatnya harga minyak dunia, berkurangnya cadangan minyak, dan permasalahan lingkungan memicu kembali pengeksplorasian serat alam serta penggunaan teknologi berkelanjutan dan terbarukan. Sansevieria trifasciata merupakan salah satu tumbuhan yang cukup melimpah di Indonesia yang memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Belum ada penelitian yang melakukan proses retting serat Sansevieria trifasciata dengan bantuan enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi serat hasil retting menggunakan enzim xilanase. Pada penelitian ini dilakukan retting serat dari daun tumbuhan Sansevieria trifasciata dengan bantuan enzim xilanase. Selain itu dilakukan juga rettasi serat Sansevieria trifasciata dengan metoda water retting sebagai kontrol. Pengujian serat yang dihasilkan meliputi pengujian morfologi serat, panjang serat, kehalusan serat, kekuatan serat, moisture regain, dan pengujian dengan alat FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terdapat pada serat Sansevieria trifasciata. Proses retting serat Sansevieria trifasciata dengan bantuan enzim membutuhkan waktu selama 14 hari sementara dengan metoda water retting membutuhkan waktu selama 17 hari. Serat yang dihasilkan sebesar 1,58% dari daun yang diproses. Penampang melintang serat berbentuk oval hampir bulat sementara penampang membujurnya berbentuk silinder. Rata-rata panjang serat 50,11 cm, kehalusan serat 4,78 tex, kekuatan serat 3,16 g/den, moisture content 9,73%. Hasil pengujian FTIR menunjukan adanya gugus yang berkaitan dengan Si–O pada daerah sekitar 1050 dan 600 cm-1, yang mengindikasikan keberadaan struktur silika dalam sampel, serta pita serapan sekitar 2350 cm-1 dapat dikaitkan dengan molekul CO2. Disimpulkan bahwa proses retting serat Sansevieria trifasciata dengan bantuan enzim lebih efisien dibandingkan dengan metoda water retting. Daun tumbuhan Sansevieria trifasciata berpotensi menjadi sumber alternatif serat alam yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku benang tekstil.