Ismail Tandi
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS EKONOMI PENGOLAHAN BONGGOL PISANG (Musa paradisiaca L) MENJADI KERIPIK DI KELURAHAN ROMANGLOMPOA KECAMATAN BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA Ismail Tandi
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui besarnya pendapatan dan kelayakan usaha pengolahan bonggol pisang menjadi keripik. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Romanglompoa Kabupaten Gowa, berlangsung bulan Juli sampai September 2013. Untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan pengolahan bonggol pisang menjadi keripik bonggol pisang digunakan kajian ekonomi, yaitu analisa keuntungan dan analisis R/C ratio. Hasil kajian dengan menggunakan analisis ekonomi, menunjukkan bahwa analisa pendapatan pengolahan bonggol pisang menjadi keripik, memberikan keuntungan sebesar Rp 220.985,- untuk satu kali produksi, dengan total input Rp 79.050,- dan untuk analisis kelayakan usaha menunjukan R/C > 1 yaitu 3,79. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pembuatan keripik bonggol pisang sangat menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Analisis BEP menunjukkan bahwa untuk mencapai titik impas pembuatan kripik bonggol pisang, akan tercapai pada tingkat produksi sebanyak 26,34 bungkus dengan harga Rp 3.000,-/bungkus = Rp 79.020,-, Sehingga usaha pengolahan bonggol pisang menjadi kripik sangat layak untuk dikembangkan.
RESPON WANITA TANI TERHADAP PEMBUATAN DODOL BUAH LONTAR (Borassus falbellifer L) DI KELURAHAN MANJANG LOE KECAMATAN TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO Ismail Tandi
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Manjang Loe Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, dari bulan Maret sampai Mei 2014. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wanita tani dalam pembuatan dodol buah lontar. Jumlah responden sebanyak 24 orang dari kelompok wanita tani Manjang Loe yang dipilih secara purposive sampling. Teknik yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demontrasi cara. Untuk mengetahui keuntungan dan kelayakan ekonomi pembuatan dodol buah lontar digunakan analisis ekonomi, yaitu : 1) analisa keuntungan dengan rumus = TR – TC, dan 2) Analisis R/C ratio. Sedangkan untuk mengetahui perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan wanita tani responden, maka dilakukan evaluasi penyuluhan dengan skala nilai (rating scale), kemudian ditabulasi, diolah dan digambarkan dalam garis continuum. Hasil penelitian dengan menggunakan, analisis RC ratio, menunjukkan bahwa pembuatan dodol buah lontar, memberikan keuntungan sebesar Rp 563.110,- untuk satu kali produksi, dengan total input Rp 436.890,- dan untuk analisis kelayakan usaha menunjukan R/C > 1 yaitu 2,29. Hasil ini menunjukkan bahwa pembuatan dodol buah lontar sangat menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan adanya perubahan pengetahuan responden dari kurang mengetahui menjadi sangat mengetahui, perubahan sikap dari kurang setuju menjadi sangat setuju, perubahan keterampilan dari kurang terampil menjadi sangat terampil. Efektivitas penyuluhan yang dicapai adalah 66,59 %, tergolong efektif.
PERILAKU PETANI DALAM PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN KENTANG DI DESA KANREAPIA KECAMATAN TOMBOLOPAO KABUPATEN GOWA Ismail Tandi
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) gambaran tingkat pengetahuan petani dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kentang, (2) persepsi petani dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman kentang, (3) sikap petani dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman kentang, (4) perilaku petani dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kentang yang berkaitan dengan konsep pengendalian hama terpadu dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, pada bulan Juni sampai dengan September 2012. Data primer dikumpulkan dari 89 orang petani responden, yang dipilih secara purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% responden mempunyai tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi dan mempunyai korelasi positif (0.576) terhadap perilaku petani dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman kentang; persepsi, 71% responden mempunyai persepsi sedang, 20.22% persepsi baik dan berkorelasi negatif (-0.567) terhadap perilaku pengendalian hama penyakit tanaman kentang; sikap, 86.51% responden mempunyai sikap sedang dan 13.48% mempunyai sikap baik dan berkorelasi positif (0.388) terhadap perilaku pengendalian hama dan penyakit tanaman kentang. Hal ini menunjukkan bahwa persentase petani responden tinggi, dalam melakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kentang dengan penggunaan pestisida sintetik.
DAMPAK MEKANISASI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA KOMUNITAS PETANI PADI SAWAH (KASUS DESA TO’ PONGO’ KABUPATEN LUWU) Ismail Tandi
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak mekanisasi pertanian terhadap perubahan ekonomi, sosial dan budaya komunitas petani sawah di Kabupaten Luwu, khususnya Desa To’Pongo. Metode pendekatan secara kualitatif dalam bentuk studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskrptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisasi pertanian berdampak pada perubahan ekonomi, sosial dan budaya pada komunitas petani sawah di Desa To’Pongo’. Perubahan ekonomi komunitas petani, dapat dilihat pada peningkatan kualitas rumah dan perabotnya, meningkat sarana/alat-alat pertanian, sarana transportasi serta peningkatan gizi keluarga. Perubahan sosial, dapat dilihat pada peningkatan pendidikan formal anak, meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, tetapi disisi lain terjadi pergesran nilai budaya dalam usahatani dari sistim gotong royong, beralih ke sistem upah, pergeseran nilai dari kepentingan bersama beralih kepada kepentingan individu/kelompok, serta merosotnya nilai kepercayaan sesama anggota masyarakat, namun menghargai dan menyetujui adanya spesialisi pekerjaan, gaya hidup komunitas petani, cenderung meniru gaya masyarakat kota, melalui penampilan, dan berbusana serta kecenderungan hidup konsumtif
ANALISIS PERANAN SOSIAL EKONOMI GENDER DALAM KELUARGA (STUDI KASUS RUMAHTANGGA PETANI PADI SAWAH DI DESA LALONG KABUPATEN LUWU) Ismail Tandi
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sosial dan ekonomi gender dalam rumahtangga petani padi sawah di Desa Lalong Kabupaten Luwu. Aktivitas sosial menyangkut aktivitas domestik, aktivitas kemasyarakatan dan pengambilan keputusan dalam rumahtangga petani, sedangkan aktivitas ekonomi menyangkut curahan waktu kerja, dan kontribusi gender terhadap pendapatan rumah tangga petani. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskrptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas domestik rumahtangga, didominasi oleh isteri, suami hanya sekedar membantu, sedang aktivitas sosial kemasyarakatan, yang berhubungan dengan kepentingan umum pemerintahan,didominasi oleh suami, dan aktivitas sosial yang berhubungan dengan pembinaan kesejahteraan keluarga didominasi oleh isteri, namun untuk aktivitas keagamaan dilakukan secara bersama-sama oleh suami dan isteri. Pengambilan keputusan dalam rumahtangga, dinominsi oleh keputusan bersama oleh suami dan isteri. Peranan ekonomi, suami dan isteri mempunyai kontribusi terhadap pendapatan keluarga, namun yang paling dominan adalah suami. Suami yang mengerjakan pekerjaan pokok sumber ekonomi keluarga, mulai dari menghambur benih, mengolah sawah, menanam, memelihara, memanen sampai pemasaran, isteri sifatnya hanya membantu suami. Curahan waktu kerja, baik dalam aktivitas domestik maupun dalam aktivitas ekonomi, waktu kerja isteri lebih besar dibanding dengan suami, namun tidak bersifat ekonomi.
DAMPAK MEKANISASI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA KOMUNITAS PETANI PADI SAWAH (KASUS DESA TO’ PONGO’ KABUPATEN LUWU) Ismail Tandi
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak mekanisasi pertanian terhadap perubahan ekonomi, sosial dan budaya komunitas petani sawah di Kabupaten Luwu, khususnya Desa To’Pongo. Metode pendekatan secara kualitatif dalam bentuk studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskrptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisasi pertanian berdampak pada perubahan ekonomi, sosial dan budaya pada komunitas petani sawah di Desa To’Pongo’. Perubahan ekonomi komunitas petani, dapat dilihat pada peningkatan kualitas rumah dan perabotnya, meningkat sarana/alat-alat pertanian, sarana transportasi serta peningkatan gizi keluarga. Perubahan sosial, dapat dilihat pada peningkatan pendidikan formal anak, meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, tetapi disisi lain terjadi pergesran nilai budaya dalam usahatani dari sistim gotong royong, beralih ke sistem upah, pergeseran nilai dari kepentingan bersama beralih kepada kepentingan individu/kelompok, serta merosotnya nilai kepercayaan sesama anggota masyarakat, namun menghargai dan menyetujui adanya spesialisi pekerjaan, gaya hidup komunitas petani, cenderung meniru gaya masyarakat kota, melalui penampilan, dan berbusana serta kecenderungan hidup konsumtif