Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GETAS penyakit jantung koroner dengan CERMAT Damelya Patricksia Dampang; Agnes Maharani Puji Wulandari; Aloysius Prima Cahya Miensugandhi; Mateus Bagas Nugroho Jati; Sada Rasmada; Paramitha Wirdani Ningsih Marlina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.27247

Abstract

Abstrak Di Indonesia prevalensi jantung termasuk penyakit jantung koroner (PJK) berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk semua umur sebesar 1.5%. Hipertensi merupakan salah satu faktor terjadinya PJK. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan terkait penyakit PJK sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap PJK. Kegiatan ini dilakukan di Hall Asrama STIK Sint Carolus dengan sasaran pengunjung Klinik Pratama St. Carolus Paseban sebanyak 25 orang anggota prolanis hipertensi. Anggota prolanis hipertensi dipilih karena masih banyak persepsi yang salah terkait makanan, selain itu beberapa anggota tidak mengetahui dampak jika tekanan darah tidak terkontrol. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 10 November 2023 menggunakan media power point dan diberikan pre-posttest. Terdapat 10 pertanyaan yang digunakan untuk pre-posttest. Uji yang digunakan adalah Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan setelah diberikan edukasi (p value = 0.052) tetapi terjadi peningkatan pengetahuan pada 32% responden dengan rata-rata nilai 84.40±8.20 menjadi 87.20±6.13, rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 15%. Pemberian edukasi gizi CERMAT dapat meningkatkan pengetahuan responden sehingga responden dapat meningkatkan kewaspadaan tehadap terjadinya PJK. Kata kunci: CERMAT; edukasi gizi; penyakit jantung koroner. Abstract In Indonesia, the prevalence of heart disease including coronary heart disease (CHD) based on a doctor's diagnosis in the population of all ages is 1.5%. Hypertension is one of the factors of CHD. The purpose of this activity is to increase knowledge related to CHD so that it can increase awareness of CHD. This activity was carried out at the Sint Carolus STIK Dormitory Hall with the target of visitors to the St. Carolus Paseban Primary Clinic as many as 25 hypertension prolanis members. Hypertension prolanis members were chosen because there are still many wrong perceptions related to food, besides that some members do not know the impact if blood pressure is not controlled. This activity was carried out on November 10, 2023 using power point media and given a pre-posttest. There were 10 questions used for the pre-posttest. The test used was Wilcoxon. The results of the analysis showed that there was no difference between before and after education (p value = 0.052) but there was an increase in knowledge in 32% of respondents with an average score of 84.40 ± 8.20 to 87.20 ± 6.13, an average increase in knowledge of 15%. Providing CERMAT nutrition education can increase respondents' knowledge so that respondents can increase awareness of the occurrence of CHD.  Keywords: CERMAT; coronary heart disease; nutrition education.
“Kendalikan diabetes melitus dengan bijak” (berat badan ideal, ingat cek kesehatan secara rutin, jaga pola makan yang sehat, aktivitas fisik, kenali jenis bahan makanan rendah indeks glikemik) Damelya Patricksia Dampang; Agnes Maharani Puji Wulandari; Sada Rasmada; Aloysius Prima Cahya Miensugandhi; Paramitha Wirdani Ningsih Marlina; Mateus Bagas Nugroho Jati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22862

Abstract

Abstrak Jumlah penderita diabetes dewasa di Indonesia berusia 20-79 tahun sebesar 10.6%. Prevalensi diabetes melitus (DM) berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥15 tahun di Indonesia sebesar 2.0%, DKI Jakarta menduduki posisi pertama tertinggi DM sebesar 3.4%. Tingginya prevalensi penderita diabetes melitus mendorong pengabdian masyarakat ini dilakukan agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan serta mengendalikan diabetes melitus. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall Asrama STIK Sint Carolus dengan sasaran pengunjung Klinik Pratama St Carolus sebanyak 25 orang yang dilakukan pada bulan Oktober tahun 2023. Metode yang digunakan adalah  metode ceramah dengan media lembar balik. Sebelum dan sesudah penyuluhan diberikan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Perbedaan pengetahuan gizi diuji dengan uji Wilcoxon. Terdapat peningkatan pengetahuan responden dengan rata-rata nilai 62.80±2.97 menjadi 66.80±2.43. Tidak ada pengaruh signifikan setelah diberikan edukasi dengan nilai p-value 0.085, tetapi terdapat perubahan dari hasil post-test>pre-test pada 10 responden. Pemberian pendidikan gizi dapat meningkatkan pengetahuan responden. Kata kunci: diabetes melitus; lembar balik; penyuluhan.  Abstract The number of adult diabetics in Indonesia aged 20-79 years is 10.6%. The prevalence of diabetes mellitus (DM) based on a doctor's diagnosis in the population aged ≥15 years in Indonesia is 2.0%, DKI Jakarta occupies the first position with the highest DM at 3.4%.The high prevalence of diabetes mellitus encourages this community service to be carried out so that the community can increase knowledge and awareness and control diabetes mellitus. This activity was carried out at the Sint Carolus STIK Dormitory Hall with the target of 25 visitors to the St. Carolus Primary Clinic which was carried out in October 2023. The method used was a lecture method with a flip chart media. Before and after counseling was given a pre-test and post-test consisting of 10 questions. Differences in nutritional knowledge were tested with the Wilcoxon test. There was an increase in respondents' knowledge with an average score of 62.80±2.97 to 66.80±2.43. There was no significant effect after being given education with a p-value of 0.085, but there were changes from the post-test>pre-test results on 10 respondents. Providing nutrition education can improve respondents' knowledge Keywords: counseling; diabetes mellitus; flip chart.