Andi Mulawangsa Mappakalu
Universitas Muhammadiyah Sinjai

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DISIPLIN KERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA Andi Mulawangsa Mappakalu
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 3 No. 2 (2013): Edisi April
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v3i2.72

Abstract

Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi begitu cepat meningkat. Cara kerja di setiap organisasi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan semakin canggih. Bagi para pemimpin harus dapat mencari solusi dalam menghadapi berbagai hambatan dan masalah yang pastinya akan muncul seiring dengan perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi tersebut. Ada banyak faktor yang membuat suatu instansi dapat terus menjalankan operasinya, yaitu alam, modal, tenaga kerja dan keahlian. Keempat faktor tersebut daling terkait dan tidak berdiri sendiri, melainkan harus saling mendukung demi tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Tetapi dari keempat faktor tersebut, faktor tenaga kerja atau manusialah yang terpenting karena manusia merupakan penggerak segala aktivitas yang ada pada organisasi. Titik berat pengelolaan sebuah organisasi adalah sumber daya manusianya yaitu karyawan/pegawai. Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi. Suatu perusahaan/instansi akan tersendat dalam beroperasi tanpa peran serta yang aktif dari pegawai meskipun alat-alat yang dimiliki oleh perusahaan/instansi tersebut sangat canggih.
PERAN LEMBAGA ADAT DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA DI DESA TOMPO BULU KECAMATAN BULUPODDO KABUPATEN SINJAI Andi Mulawangsa Mappakalu; Rudi
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v12i2.296

Abstract

Lembaga Adat dalam mempertahankan budaya di Desa Tompo Bulu berperan dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Dibuktikan dengan menampung setiap aspirasi masyarakat tersebut dengan cara masita-sita atau bermusyawarah. Juru damai, dibuktikan jika lembaga adat sebagai hakim dan penegak di setiap konflik yang terjadi dalam masyarakat. Memberdayakan masyarakat, dibuktikan dengan adanya pembagian tanah peruntukkan untuk masyarakat miskin untuk dikelola agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat adat setempat. Pelestarian adat, dibuktikan dengan kegiatan perlibatan pemuda di setiap kegiatan seperti latihan budaya kepada pemuda contohnya pelatihan massikkiri dan pelatihan makkate sebagai salah satu contoh program dalam pelestarian adat. Pembinaan masyarakat, dibuktikan dengan kinerja pemangku adat yang tanpa pamrih memberdayakan masyarakat, salah satunya pembentukan wirausaha yang dikelola oleh pemuda-pemuda adat. Demokratis, dibuktikan dari setiap kegiatan adat pemerintah Desa selalu diundang dan dilibatkan, seperti secara bersama-sama memberikan arahan kepada masyarakat untuk menjaga budaya adat yang ada, dan Lembaga Adat ikut membantu kegiatan Desa seperti mengatasi konflik yang terjadi atau mengatur kehidupan sosial dalam masyarakat adat Desa Tompobulu.
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN PENGHIJAUAN KOTA DI KECAMATAN SINJAI UTARA KABUPATEN SINJAI Andi Mulawangsa Mappakalu; Nursaifullah
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 13 No. 1 (2022): EDISI JUNI 2022
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v13i1.390

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam memelihara pohon penghijauan kota di Kecamatan Sinjai Utara dan motif utama yang mempengaruhi masyarakat dalam pemeliharaan penghijauan kota di Kabupaten Sinjai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan informan yang menjadi nara sumber adalah pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sinjai, Lurah Lappa, Lurah Balangnipa, Lurah Biringere, Lurah Bongki dan masyarakat umum di Kecamatan Sinjai Utara. Hasil penelitian terkait tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan penghijauan kota di Kecamatan Sinjai Utara disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam memelihara pohon penghijauan yang sudah ada di pinggir jalan di Kecamatan Sinjai Utara sebagai ibu kota Sinjai sangat rendah. Dalam kurun waktu tahun 2007-2017 diperkirakan 50% pohon penghijauan dalam kota sudah hilang/rusak, akibat mati secara alamiah atau ditebang oleh masyarakat karena akar pohon yang besar dan banyak merusak bangunan rumah warga, serta daunan yang berserakan dan merepotkan warga dalam membersihkan sampah dedaunan. Selain itu pula warga masyarakat khawatir kejatuhan pohon yang mudah tumbang bila terkena angin kencang, alasan lain adanya kabel listrik yang melintang diantara ranting pohon dan dikhawatirkan mengganggu arus listrik dan membahayakan pelanggan listrik.
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT MEMPERKOKOH PELAKSANAAN PILAR DEMOKRASI Andi Mulawangsa Mappakalu
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 6 No. 1 (2015): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v6i1.393

Abstract

Menuju potret demokrasi yang makin berkualitas, partisipasi politik rakyat adalah salah satu ukuran yang sangat penting. Keikut sertaan rakyat telah memiliki hak politik pada setiap pesta demokrasi, pada dasarnya merupakan bukti bahwa pemerintah mampu mengajak rakyatnya untuk hidup berdemokrasi secara lebih berkualitas. Pemerintah terekam cukup berwibawa dimata masyarakatnya. Dan dipihak lain, rakyat pun memandang pemerintah layak untuk diikuti. Parsipasi politik masyarakat bukan hanya ikut memberikan suara pada setiap Pemilu/Pilkada, tetapi partisipasi politik masyarakat dapat dilihat pada keterlibatan warga dalam segala tahapan kebijakan mulai dari sejak pembuatan keputusan sampai dengan penilaian keputusan, termasuk juga peluang untuk ikut serta terlibat dalam pelaksanaan (implementasi) kebijaksanaan atau keputusan yang sudah ditetapkan.