Ida Wiendijarti
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN SENI PERTUNJUKAN JATHILAN ANAK DI KAMPUNG WISATA KADIPATEN KECAMATAN KRATON DIY Christina Rochayanti; Ida Wiendijarti; Rosalia Indriyati Saptatiningsih
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 5 No. 2 (2019): AUGUST 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.994 KB) | DOI: 10.9744/share.5.2.57-62

Abstract

Tari jatilan yang berada di Yogyakarta sudah cukup dikenal masyarakat, kelompok seni tari ini dapat mengalihkan anak-anak tidak bermain handphone sekaligus  mengenalkan seni budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk penguatan kelompok seni tari anak-anak dalam mengenalkan dan melestarikan seni budaya lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Wisata Kadipaten Kecamatan Kraton DIY. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan membentuk kelompok tari yang terdiri dari anak-anak usia 10 -15 tahun, melatih mereka dengan gerakan tarian jatilan selama satu bulan, kegiatan ini juga melibatkan pelatih tari yang mengetahui karakter anak-anak agar bersedia menari klasik dan kemudian di pentaskan, didokumentasikan untuk didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual. Kesenian tari Jathilan dipilih oleh kampung wisata Kadipaten sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Pentas kesenian Jathilan , diharapkan bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk turut melestarikan seni budaya tradisional, sehingga diharapkan dengan memperbanyak kegiatan yang bersentuhan dengan budaya lokal, anak-anak muda dapat lebih mencintai dan turut berpartisipasi dalam melestarikan dan mewariskan budaya.
Digital Javanese Script Literacy for Cultural Tourism Communication Yenni Sri Utami; Ida Wiendijarti; Oliver Samuel Simanjuntak
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i3.853

Abstract

Background: Bantul Regency promotes cultural tourism through the "Bantul Bumi Mataram" branding, which positions Mataram heritage, including the Javanese script (Hanacaraka), as a core destination asset. However, most tourism actors in Bantul have limited literacy in Javanese script, restricting their ability to explain cultural symbols to visitors and reducing the effectiveness of this branding strategy. Objective: This study develops and evaluates an Android-based digital literacy model for Javanese script that improves tourism actors’ script literacy and strengthens cultural tourism promotion in Bantul Regency. Methods: This research and development (R&D) study combined a needs analysis with a prototyping approach, using interviews, observation, and questionnaires administered to a purposive sample of tourism actors [author to confirm exact sample size] in Bantul Regency. The application was built with Adobe Flash Professional CS6 and evaluated through limited user trials with pre-test/post-test measurement of script-reading accuracy [author to confirm test scores]. Results: Tourism actors initially recognized only basic Hanacaraka characters and could not read simple sentences. After using the application, participants showed improved script-reading accuracy in the post-test [author to insert percentage/effect size] and reported greater confidence in explaining Javanese cultural symbols to visitors. Conclusion: The Android-based digital literacy model strengthens tourism actors’ Javanese script competence and reinforces Bantul’s cultural identity within the Bantul Bumi Mataram branding strategy, offering a replicable approach for digitally preserving other endangered scripts.