Djoko Sulistyo
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PERAWATAN TERHADAP INFILTRASI ION KLORIDA PADA BETON DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN PORTLAND TIPE V Aldilla Arifatunurrillah; Ashar Saputra; Djoko Sulistyo
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2019): September 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil FT Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.241 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v3i1.30504

Abstract

Struktur beton biasa memiliki tingkat resiko kerusakan yang tinggi pada daerah agresif dan lingkungan yang  terbuka. Bangunan-bangunan pelabuhan, dermaga, struktur lepas pantai dan bangunan air laut lainnya tidak lepas dari pengaruh lingkungan agresif yang mengandung garam sulfat, klorida, asam sulfat, dan zat lainnya yang bersifat agresif. Salah satu teknologi aplikatif dan mudah diperoleh dalam pencegahan dampak serangan sulfat adalah penggunaan semen Portland tipe V, oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air laut pada masa perawatan dengan variasi umur 28, 60, dan 90 hari terhadap kedalaman infiltrasi ion klorida yang terjadi pada beton dengan penggunaan semen Portland tipe V. Pengujian kedalaman infiltrasi ion klorida dilakukan dengan menyemprotkan larutan perak nitrat (AgNO3) 0,1mol/L pada beton yang dibelah sesuai umur perawatan yang ditentukan dengan dimensi beton 15x15x15 cm. Laju infiltrasi ion klorida beton dengan perawatan air laut terjadi pada kedalaman antara 0-1,4 cm hingga umur perawatan 90 hari. Dengan penggunaan semen Portland tipe V laju infiltrasi ion klorida lebih kecil dibandingkan dengan penggunaan semen Portland tipe I pada masing-masing variasi umur perendamannya.
PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PERAWATAN TERHADAP INFILTRASI ION KLORIDA PADA BETON DENGAN PENAMBAHAN FLY ASH 12,5% Laras Ari Indriyanto; Ashar Saputra; Djoko Sulistyo
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil FT Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.817 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v3i2.40955

Abstract

The use of concrete material which dominates Indonesian construction industry is not only because its compilers are easy to get, but also because it has high durability. Anyhow, concrete structure might have high risk of damage in aggressive region and open space. Sulfate attack will form calcium sulfoaluminate where the volume of calcium aluminate is higher than concrete’s, so its volume increases and damages the connection between aggregate and cement which work as bonding. One of applicative and easy-to-get technology in preventing the effect of sulfate attack is by using additional material, pozzolan. It consists of fly ash and Blast Furnace Cement BFC which come from iron ore refining process. This research aims at finding out the effect of sea water in immersion phase and age variation towards compressive strength, split strength, flexural tensile strength and concrete permeability as well as the depth of chloride ion infiltration in normal concrete by adding fly ash. Chloride ion infiltration testing is done by soaking 150x150x150 mm cube using sea water with various period for 28, 60 and 90 days and then it will be sprayed by AgNO3 solution to know the depth of absorbed chloride ion infiltration. Chloride ion infiltration of concrete using sea water happens in 0-1.4 cm depth up to 90 days management. The addition of fly ash 12.5% makes the depth of chloride ion infiltration become smaller than using OPC for each immersion age variation.
Analisis Perilaku Jembatan Box Girder Beton Prategang Fly Over Jombor Yogyakarta Ruas P2-R2 Pada Masa Konstruksi Ilham Setya Budi; Djoko Sulistyo; Muslikh
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2022): Volume 7. No.1 Februari 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfer gaya prategang pada struktur jembatan dengan kelengkungan horisontal akan mengakibatkan adanya gerakan struktur ke arah horisontal. Pada saat pelaksanaan konstruksi jembatan adanya gerakan horisontal ini diakomodir dengan memberikan ruang gerak pada angkur pot bearing agar tidak terjadi retak pada beton dan atau patah pada angkur tumpuan pada saat transfer gaya prategang. Pengetahuan mengenai arah dan besarnya gerakan horisontal maupun tegangan beton pada saat transfer gaya prategang ini diperlukan untuk menyediakan besaran ruang gerak angkur pot bearing yang diperlukan untuk mengakomodir gerakan horisontal struktur diatasnya.Penelitian ini adalah studi review terhadap jembatan fly overJombor bentang P2-R2 pada masa konstruksi. Salah satu elemen struktur jembatan dimodelkan dengan elemen frame menggunakan software Midas. Penelitian ini dilakukan dengan meninjau tegangan dan displacement struktur pada lengkung horisontal segmen P2-R2 saat pemberian gaya prategang 25%fps, 50%fps, 75%fps dan 100%fps.Analisis struktur secara keseluruhan menyimpulkan bahwa semua tegangan tarik beton yang terjadi pada struktur setelah berakhir proses transfer gaya prategang menimbulkan tegangan tarik yang melampaui batas tegangan tarik ijin. Tegangan tekan yang terjadi setelah transfer gaya prategang tidak melampaui batas ijin. Tegangan tarik terbesar terjadi pada daerah tumpuan sebesar 11,8 MPa yang berpotensi menimbulkan retak pada beton. Tegangan tekan beton terbesar bernilai 9,49 MPa. Deformasi struktur terjadi pada arah sumbu x,y maupun z. Deformasi terbesar terjadi pada arah sumbu-y positif sebesar 2,24 mm dan deformasi arah sumbu-x berarah negatif sebesar 18,99 mm.