Diana Thamrin
Jurusan Desain Interior, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra - Surabaya

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Dimensi Interior

Implementasi Konsep “Bound to Nature” pada Perancangan Interior Mangrove Edu-Tourism Centre di Surabaya Laksono, David Ardi; Thamrin, Diana; Basuki, Lucky
Dimensi Interior Vol 17, No 1 (2019): FEBRUARY 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3743.952 KB) | DOI: 10.9744/interior.17.1.18-28

Abstract

Masalah  yang  menjadi  latar  belakang  dari  perancangan  ini  adalah  masyarakat  Surabaya  kurang  mengenal  keberadaan  ekosistem mangrove  dan  pengembangan  potensi  produk  olahannya  oleh  UKM  (Usaha  Kecil  Menengah)  lokal  di  Surabaya.  Disisi  lain  juga karena  kurang  terjangkaunya  dan  tidak  memadainya  wadah  pendukung  kegiatan  tersebut.  Tujuan  dari  Perancangan  ini  adalah menyediakan  wadah  alternatif  untuk  berkumpul  dan  mengenalkan  kepada  generasi  millennial  agar  dapat  memahami  dan bereksperimen dengan potensi mangrove, melalui pendekatan edukatif, rekreatif, interaktif dan konten lokal, serta mensejahterakan masyarakat mangrove. Metode perancangan yang digunakan adalah metode Disney yang terdiri dari 4 tahap, yakni spectator view, dreamers view, realists view, dan critics view. Hasil perancangan adalah sebuah Mangrove Edu-Tourism Centre berkonsep Bound to Nature, dengan fasilitas ruang terbuka telaga, stal makanan, area informasi dan tunggu, galeri produk UKM, studio workshop, studio pembibitan, ruang staf, area santai, kubah konservatorial, dek atraktif, dan rumah teh. Penulis berharap melalui perancangan ini dapat memberi solusi sekaligus sebagai wadah komunitas global, dengan usaha mikro yang berefek makro untuk membantu mengelola dan menyelamatkan lingkungan mangrove di Surabaya.
TATA BANGUNAN RUMAH TINGGAL DAERAH PECINAN DI KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR Thamrin, Diana
Dimensi Interior Vol 8, No 1 (2010): JUNI 2010
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.213 KB) | DOI: 10.9744/interior.8.1.1-14

Abstract

Probolinggo was one of the important administrative trade cities in Java. Long before the Dutch reign, Chinese diasporas had settled along the Banger river in the east of the city bringing along with them their traditions and religion. As Probolinggo gained significance as a trading centre, most of the Chinese played important roles in the city’s trade as mediators between the Dutch and the local people. The interaction between the different races and cultures and their trading activites had fomed unique characterisitics in the homes of the Chinese. Using the qualitative method of research which is descriptive in character, this research aims to observe and describe the building pattern of Chinese homes during the Dutch colonial period in Probolinggo city as a result of trading activities and describe the influences of the different cultures in the these homes. Results revealed that trading activites and distance from the trading channel influenced the architectural form and room organization of the dwellings. The interior and decorative elements have undergone acculturation and development. Though the Colonial Dutch culture dominates other cultures in influencing the pattern of dwellings, the Chinese culture is still maintained as an identity.
KERAGAMAN BUDAYA TIONGHOA PADA INTERIOR GEREJA KATOLIK Thamrin, Diana; Arifianto, Felik
Dimensi Interior Vol 9, No 1 (2011): JUNI 2011
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.834 KB) | DOI: 10.9744/interior.9.1.1-12

Abstract

The Santa Maria De Fatima Catholic Church building in West Jakarta was originally the residence of a Chinese noble around the 1900s. Although this building is used as a Catholic Church today, Chinese cultural elements are still maintained physically on the building as well as in the customs of the people of the church. The presence of various Chinese cultures in a Catholic Church makes this building an interesting object for study. This research aims to analyze and describe all the various Chinese cultures still maintained in the interior of the Catholic Church of Santa Maria De Fatima. The research method used is qualitative which is descriptive in character. The results show that various Chinese cultures are still present in the structure and layout of the building; structural elements such as beams, columns, floors, walls and ceiling; transitional elements such as doors, windows and openings; furniture as well as in the decorative elements that are similar to traditional homes and buildings in China.
MAKNA RAGAM HIAS BINATANG PADA KLENTENG KWAN SING BIO DI TUBAN Mulyono, Grace; Thamrin, Diana
Dimensi Interior Vol 6, No 1 (2008): JUNI 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.81 KB) | DOI: 10.9744/interior.6.1.pp. 1-8

Abstract

The Chinese culture is rich with symbols and meanings, particuliarly the ones related to living creatures. The Chinese society often draw relationships between the characteristics of animals to the values in life desired by mankind in order to achieve perfection. The temple is one of the places rich in Chinese animal symbolism. In the temple of Kwan Sing Bio Tuban, the application of animal symbolism is exceedingly prominent. The dragon, phoenix, unicorn, horse and other animals symbolize important values in life such as health, longevity, strength, wealth and protection. Abstract in Bahasa Indonesia: Budaya Tionghoa kaya akan makna dan simbol, khususnya yang berhubungan dengan mahluk hidup. Masyarakat Tionghoa sering mengkaitkan sifat-sifat hewan dengan nilai-nilai hidup menuju kesempurnaan yang diingini oleh setiap manusia. Klenteng merupakan salah satu tempat aplikasi budaya Tionghoa yang penuh dengan simbol mahluk hidup. Di klenteng Kwan Sing Bio Tuban, penerapan simbol mahluk hidup banyak sekali ditemukan. Naga (lung), phoenix (feng), unicorn (kili), kuda (ma) dan berbagai macam hewan lainnya melambangkan nilai-nilai kehidupan seperti kesehatan, panjang umur, kekuatan, kemakmuran, dan perlindungan. Kata kunci: makna, ragam hias, budaya Tionghoa, klenteng, mahluk hidup.
Kajian Implementasi Universal Design Pada Interior Perpustakaan Umum di Balai Pemuda Kota Surabaya Valentine, Airin; Ardana, I GN.; Thamrin, Diana
Dimensi Interior Vol 15, No 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.441 KB) | DOI: 10.9744/interior.15.1.16-25

Abstract

Perpustakaan  sebagai  fasilitas  publik  dikunjungi  oleh  berbagai  lapisan  masyarakat  termasuk  anak-anak  dan  masyarakat  yang memiliki  kebutuhan  khusus.  Oleh  karena  itu,  aksesibilitas  dan  penyediaan  fasilitas  perlu  memperhatikan  tujuh  prinsip  universal desain (TPUD). Universal Desain digunakan untuk merancang suatu produk/fasilitas agar semua orang dapat memanfaatkan tanpa harus melakukan proses adaptasi secara khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan TPUD serta mengusulkan solusi desain yang dapat diterapkan pada interior Perpustakaan Umum Balai Pemuda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan  pengumpulan  data  memakai  metode  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 ruang yang ada dalam Perpustakaan Balai Pemuda, hanya dua ruang saja yang memenuhi  tujuh  prinsip  universal  desain,  sedangkan  11  ruang  lainnya  masih  baru  menerapkan  beberapa  prinsipnya  saja  sehingga membutuhkan solusi desain yang didasari oleh TPUD. Solusi desain yang diusulkan terdiri atas: (1) mengubah desain yang mudah digunakan  bagi  pengunjung  dengan  kursi  roda,  anak-anak,  dan  lansia;  (2)  mengubah  tata  letak  fasilitas  yang  tersedia  agar  lebih efektif;  (3)  menambah  keterangan  pada  signage  untuk  memperjelas  informasi;  (4)  menambah  sistem  keamanan  pada  ramp  dan stopkontak;  (5)  menambah  desain  toilet  khusus  difabel;  serta  (6)  mendesain  ulang  area  wastafel  yang  dapat  digunakan  oleh pengunjung dengan kursi roda dan anak-anak.