Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Limbah Konstruksi pada Real Estate Jason Lim; Agni Trian Bawono; Muhammad Nurul Afla; Vincentius Hartanto; Goldy Krisniren
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Pradita University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i1.58

Abstract

Usaha minimalisasi sisa material konstruksi penting dilihat dari 2 (dua) sudut pandang. Pertama: untuk efisiensi dan penghematan biaya konstruksi, makin sedikit sisa material konstruksi terjadi maka makin sedikit terjadi ekonomi biaya tinggi (over cost) dan keuntungan proyek dapat lebih terjaga berkelanjutan (sustainable). Kedua, untuk konservasi atau penghematan dari sisi sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan. Sumber daya alam yang diolah dan digunakan sebagai material bangunan adalah terbatas jumlahnya. Sisa material konstruksi tidak boleh dibiarkan menjadi sampah kota yang dapat merusak kesehatan. Penelitian ini dikhususkan 6 (enam) jenis material yang sebelumnya sudah diindikasikan terjadi pemborosan. Lokasi penelitian dilakukan pada proyek perumahan pengembang X di kawasan Serpong dan Bandung. Adapun tujan penelitian ini adalah mengetahui jenis material yang paling berpotensi menjadi waste dengan mengukur waste level dan menghitung waste cost 6 (enam) jenis material studi, dan menentukan standar waste level (minimum waste index) proyek untuk enam (6) jenis material studi pada proyek pengembang X tersebut. Berdasarkan pengalaman pihak pengembang X selama ini bahwa indikasi 6 (enam)  jenis material tersebut adalah kategori material dengan waste cukup besar, sudah dirasakan pada beberapa proyek, namun belum diketahui angka pastinya. Jenis material tersebut adalah: Besi Beton, Bata Merah, Bata Ringan, Spasi Mortar Instan, Keramik dan Genteng. Hasil penelitian membuktikan bahwa 6 (enam) jenis material memiliki waste cost cukup signifikan. Sementara untuk 3 (tiga) jenis dengan ranking tertinggi (top three) untuk kawasan Serpong yaitu: material Besi Beton, Mortar Instan dan Keramik, dengan angka rupiah masing-masing sesuai urutan adalah Rp. 4,711,15,-/unit terbangun (besi beton), Rp. 4,339,889,-/unit terbangun (mortar instan) dan Rp. 3,330,669,- /unit terbangun (keramik). Dan untuk kawasan Bandung urutan material sebagai berikut: Besi Beton, Bata Merah dan Keramik, dengan angka rupiah masing-masing sesuai urutan adalah: Rp. 6,007,133,-/unit terbangun, Rp. 2,835,778,-/unit terbangun dan Rp. 2,525,802,-/unit terbangun. Dari hasil dan angka penelitian yang didapat nanti akan menentukan waste level yang akan diusulkan menjadi standar di pengembang X.
Rekayasa Sirkulasi dan Zonasi Ruang Berbasis Teori Antrian untuk Meningkatkan Efisiensi Layanan Skrining Katarak Nadia Diandra; Mulyadi Sugih Dharsono; Jason Lim; Van Basten; Pengki Suanto
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.7291

Abstract

Program CSR Operasi Katarak Gratis PT Summarecon Agung Tbk. menghadapi risiko penumpukan antrian karena proyeksi peserta skrining mencapai lebih dari 400 orang dalam waktu layanan terbatas, dengan mayoritas peserta yang lebih tua memiliki masalah mobilitas dan penglihatan. Selain itu, denah ruang terbuka panjang Saung Geulis memungkinkan crossing flow. Dengan menggunakan teori antrian, jalur sirkulasi satu arah dan plot relawan di titik-titik layanan, proyek PkM ini membagi area menjadi lima zona layanan. Dilakukan pada tanggal 25 April 2026 di Saung Geulis, Summarecon Bogor, dengan partisipasi 24 relawan Summarecon, 29 relawan pendukung, dan tenaga medis ERHA. Dari 359 orang yang menjalani skrining, 126 di antaranya dinyatakan layak untuk menjalani operasi katarak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal, mengurangi aliran lintasan, dan memberikan prioritas kepada orang tua dan pengguna kursi roda berjalan sesuai rencana. Dengan demikian, metode ini dapat digunakan sebagai model untuk kegiatan serupa di masa mendatang