Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS EVA, EPS, DAN PER TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN & MINUMAN Andri Syahputra
Jurnal Ilmiah Akuntansi Universitas Pamulang Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Akuntansi Universitas Pamulang
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.433 KB) | DOI: 10.32493/jiaup.v6i2.1953

Abstract

The companies of food and baverage sub-sector play a vital role in country’s economy and social life. This research aims to determine the influences of Economic Value Added (EVA), Earnings Per Share and Price to Earnings Rasio (PER) simultaneously on Stock Return. By using multiple linear regression analysis with SPSS 24.0 for Windows, the results of this research indicate that EVA, EPS, and PER simultaneously have a significant influence on Stock Return. In addition, the results of this research also show that EVA is a determinant variable in influencing Stock Return.
PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR RUPIAH, DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM Safira Dewi Srikandi; Andri Syahputra
Jurnal Revenue : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Revenue : Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/rev.v3i2.182

Abstract

This study aims to examine the effect of inflation, exchange rates, and interest rates on the stock price index. The population of this study is the consumer goods industry sector companies listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2017-2021 period. This research is a quantitative research with associative method. The data used in this research is secondary data. This research was conducted with the help of E-views. The research method used is multiple linear regression analysis of panel data. The results of this study showed that inflation and exchange rated affected the stock price index. While interest rates has no effect on stock price index
Pengaruh Pertumbuhan Penjualan, Intensitas Aset Tetap dan Umur Perusahaan terhadap Tax Avoidance Enggal Sabillah Qisthi; Andri Syahputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan penjualan, intensitas aset tetap, dan umur perusahaan terhadap Tax Avoidance pada perusahaan manufaktur sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Tax Avoidance merupakan upaya penghindaran pajak yang dilakukan secara legal dengan memanfaatkan celah peraturan perpajakan guna meminimalkan beban pajak perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 38 perusahaan dengan total 190 observasi selama lima tahun. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel melalui aplikasi E-Views 12. Berdasarkan hasil uji pemilihan model melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, model terbaik yang digunakan adalah Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pertumbuhan penjualan, intensitas aset tetap, dan umur perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance. Secara parsial, pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance dengan nilai probabilitas 0,0017 < 0,05. Intensitas aset tetap juga berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance dengan nilai probabilitas 0,0392 < 0,05. Sementara itu, umur perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance dengan nilai probabilitas 0,7031 > 0,05. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,061256 menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan Tax Avoidance sebesar 6%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan, investor, dan regulator dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi praktik Tax Avoidance.
Pengaruh Pertumbuhan Pendapatan, Intensitas Aset Tetap, Komisaris Independen, dan Komite Audit Terhadap Manajemen Pajak Anita Diansari; Andri Syahputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan pendapatan, intensitas aset tetap, komisaris independen, dan komite audit terhadap manajemen pajak pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023. Manajemen pajak merupakan strategi perusahaan dalam mengelola kewajiban perpajakan secara legal dan efisien guna meminimalkan beban pajak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan sektor energi yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia dan situs perusahaan terkait. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 12 perusahaan dengan total 60 data observasi setelah dilakukan outlier. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap manajemen pajak. Intensitas aset tetap juga berpengaruh signifikan terhadap manajemen pajak karena adanya beban penyusutan yang dapat mengurangi laba kena pajak perusahaan. Sementara itu, komisaris independen dan komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen pajak. Secara simultan, pertumbuhan pendapatan, intensitas aset tetap, komisaris independen, dan komite audit berpengaruh signifikan terhadap manajemen pajak. Nilai adjusted R-square sebesar 35% menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan variasi manajemen pajak sebesar 35%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan, investor, dan peneliti selanjutnya terkait praktik manajemen pajak pada sektor energi di Indonesia.