Articles
Refleksi Kehidupan Mikhail Bulgakov di Apartemen Komunal Soviet dalam Novela Manusia Berjiwa Anjing dan Telur Fatal
Aditya Ilhami Anwar;
Thera Widyastuti
MOZAIK HUMANIORA Vol. 21 No. 1 (2021): MOZAIK HUMANIORA VOL. 21 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/mozaik.v21i1.21076
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan dunia Mikhail Bulgakov tentang apartemen komunal. Mikhail Bulgakov melalui kedua novelanya yang berjudul Собачье Сердце (Manusia Berjiwa Anjing) dan Роковые Яйца (Telur Fatal) mengkritisi kebijakan perumahan yang dilakukan oleh pemerintah Soviet. Ia sering menampilkan kekurangan yang ada di apartemen komunal di dalam kedua novela tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penggambaran tentang apartemen komunal yang ada di dalam novela lahir dari pandangan duniaBulgakov dan bagaimana Bulgakov menggambarkan apartemen komunal dalam novela yang dibuatnya. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Teori strukturalisme genetik Lucien Goldmann digunakan untuk menganalisis pandangan dunia Bulgakov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dunia Bulgakov memengaruhi penggambarannya tentang apartemen komunal yang ada di dalam kedua novela. Apartemen komunal digambarkan oleh Bulgakov sebagai tempat tinggal yang tidak nyaman, banyak aturan, dan tidak aman.
Ideologi Gender Dalam Film Soviet ДВЕНАДЦАТЬ МЕСЯЦЕВ ‘Dua Belas Bulan’
Widyastuti Thera;
Annisa Salshabia Nur Utami
SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities Vol 5, No 1 (2021): February - Juli
Publisher : Unit Penelitian dan Publikasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/sasdayajournal.73286
Fairy tales are often identified with messages to be conveyed to readers, and can also contain certain ideologies. Many studies have analyzed the relations between fairy tales and gender ideology. Therefore, the writer chose the Soviet film entitled Двенадцать месяцев 'Twelve Months' (1972) as the source of research data, because there are additional elements written by Marshak. The purpose of this research is to describe the actant scheme and the characterization in the film, and to analyze whether gender ideology is present in the film, and how the ideology is presented. The approach used is the Greimas' actantial model approach. The method used in this research is qualitative and descriptive analytical methods. The result of this research shows that there are still gender stereotypes in the film, which can be seen from the actantial schemes and the characterization of the characters.
Mobilitas Sosial Dalam Film Москва Слезам Не Верит (Moskow Tidak Mengenal Sedih)
Ajeng Fitria;
Thera widyastuti
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 6 No 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52969/jsnc.v6i2.99
Film pada umumnya mempersembahkan visual dan cerita yang mewakili penggambaran dunia nyata. Penelitian ini membahas mobilitas sosial kaum perempuan Soviet yang terpotret dalam film Москва Слезам Не Верит (Moskow Tidak Mengenal Sedih) karya Vladimir Menshov. Permasalahannya adalah bagaimana kaum perempuan Soviet mengalami mobilitas sosial dan apa saja faktor di dibaliknya. Penelitian ini menggunakan dua teori: mobilitas sosial dan feminisme Marxist dan sosialis dan sebuah diskursus tentang fotografi. Untuk metode penelitiannya Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosial, politik dan budaya yang muncul di tengah masyarakat Soviet berdampak dan mendorong pergeseran posisi sosial kaum perempuan Soviet.
Gambaran Konflik Sosial dalam Novel Pasar Karya Kuntowijoyo
Thera Widyastuti
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol 1 No 1 (2021): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.303 KB)
|
DOI: 10.21009/Arif.011.02
Novel Pasar karya Kuntowijoyo mengisahkan pertentangan yang terjadi antara Pak Mantri dan Kasan Ngali. Keduanya warga Kecamatan Gemolong. Pak Mantri bekerja sebagai mantri pasar Gemolong sudah puluhan tahun. Pengalamannya mengelola pasar sudah tidak diragukan lagi. Sedangkan Kasan Ngali adalah seorang pedagang kaya raya. Permasalahan dalam riset ini adalah bagaimana konflik yang terjadi dan melibatkan tokoh Pak Mantri dan Kasan Ngali. Sedangkan tujuan penelitian ini mengetahui konflik yang terjadi di antara kedua tokoh tersebut. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif interpretasi sosiologi sastra, dan teknik studi pustaka. Teori yang digunakan adalah teori konflik sosial dari Karl Marx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antara Pak Mantri dan Kasan Ngali mengenai pengelolaan pasar. Kehadiran pasar dan bank kredit milik Kasan Ngali membuat konflik sosial semakin luas karena Pak Mantri beranggapan bahwa kepentingan umum lebih utama daripada kepentingan pribadi. Pak Mantri melihat Kasan Ngali hanya ingin mencari keuntungan yang besar dari bisnisnya.
REALISME SOSIALIS DI RUSIA DAN INDONESIA
Thera Widyastuti
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 1, No 1 (2011): (Januari 2011)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.847 KB)
|
DOI: 10.37905/jbsb.v1i1.10175
Literature is an art that has the sama style like other art. Writers produce works to satisfy readers. As a part of society, writer has bound with people, activities, and experiences. The Russian has long history about its literature that made writters have known as the greatest writters in the world. Realism is established in Russia in 19th and has well known as the golden age Russian. Following the next, realism socialism was born in 1934 at congress of Sovyet writer. It has influence many writer and also Indonesian writer. Mat (by Maxim Gorky) and Bumi Manusia (by Pramoedya Ananta Toer) are works that have concern about people life whose got suffer and abused by authority.
Pesona Jawa dalam Puisi Rusia
Widyastuti, Thera;
Limbong, Banggas
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research will analyze Russian poems by using the approach of sociology of literature. Poetry is a popular form in Russian literature. The presence of the poets with their works make people in the world know Russian literature. The poets’s journey to all over the world provide experiences that inspire their works. Nusantara as a region famous for its natural resources has attracted Europeans, and has inspired the Russian poets Esperovich Esper Ukhtomsky, Konstantin Dmitriyevich Balmont, Valery Yakovlevich Bryusov and Vladimir Yurievich Elsner. They wrote poems the beauty of the natural and cultural heritage, especially in Java. Borobudur, traditional music, traditional dance, and Botanical Gardens became theme in their poetry.
The Value of Friendship in Animated Films Masha and The Bear: Semiotic Review
Kiki Srimayanti;
Thera Widyastuti
MEDIASI : Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Vol 4, No 3 (2023): September
Publisher : Politeknik Negeri Media Kreatif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46961/mediasi.v4i3.803
Animated is one of the film genre that is used as a tool of education for children. One of the animated series that is popular in Indonesia is Masha and the Bear. The friendship that exists between Masha and the bear is closely related to each other. This research focuses on examining the story of Masha and the bear's friendship in the episode entitled "Hopefully Get Well Soon" and the episode "/Sweet Life". This study used descriptive qualitative method. The theory used is semiotics and friendship. The results of the research findings reveal the value of friendship between Masha and the bear in four components of friendship, namely familiarity in interaction, trust between each other, acceptance in attitude and social, and support provided by both parties in a friendly relationship.
Heroisme dalam Cerita Pendek Taras Bulba dan Hadji Murat
Thera Widyastuti
SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Vol 6, No 1 (2017): Susastra: Jurnal Ilmu Susastra dan Ilmu Budaya
Publisher : HISKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51817/susastra.v6i1.46
Penyerangan terhadap suatu suku bangsa menimbulkan konflik dan perlawanan. Semangat untuk membela bangsa muncul karena kepedulian terhadap kepentingan bangsa. Heroisme membangkitkan rasa percaya diri untuk maju membela kebenaran. Hal ini digambarkan dalam tokoh utama Тарас Бульба/Taras Bulba dan Хаджи Мурат/Hadji Murat. Kedua cerita pendek ditulis oleh pengarang-pengarang besar Rusia yang menampilkan tokoh utama mereka sebagai sosok berani dan cerdas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan intrinsik dan ekstrinsik. Teori tokoh dan penokohan serta sosiologi sastra digunakan untuk menganalisis. Pengenalan bangsa Indonesia terhadap karya-karya sastra Rusia dirasa masih kurang, sehingga penelitian tentang ini penting dilakukan agar lebih dikenal luas di Indonesia.
GENDER PERSPECTIVE IN THE ESSAY COLLECTION MEN COBLONG BY OKA RUSMINI
Thera Widyastuti
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/psni.v0i0.7
Oka Rusmini is a female writer and journalist whose works mostly about women and their problems. Her essay collection Men Coblong, published in 2019, features a woman named Men Coblong who experiences various events in her daily life. As a mother, Men Coblong acts as a social observer of events around her, particularly those pertain to education system. The research problem is how to reflect the gender perspective through the main character. This is qualitative research and it employs descriptive analysis method. As the theoretical bases, it applies theory of gender and sociology of literature. The writer depicts Men Coblong as a person who is sensitive toward social situations that happen within the society. She tries to make herself as a woman who plays a dual role, which are in the domestic and public are.