Anak Agung Gede Wiranata
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wiwaha (Perkawinan) Umat Hindu Dalam Manawa Dharmaastra Anak Agung Gede Wiranata
Maha Widya Duta : Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/duta.v5i2.1700

Abstract

Marriage is one of the most interesting socio-cultural phenomena in maintaining the existence of a society. Marriage is one of the human obligations in life in this world. According to Hinduism, marriage is a yadnya (sacred obligation), because a marriage is expected to give birth to a male child.Grahasta Dormitory life stages can be realized through marriage or wiwaha. According to Agatya Parwa, the main task of the Grahasta Dormitory is to create a life called "yatha sakti kayika dharma", meaning that with one's own ability to carry out dharma. So a Grahastin person is obliged to be independent in realizing dharma in this life.Keywords: Wiwaha, Hindus people, Manawa Dharmasastra
Konsep Lingkungan Hidup Dalam Ajaran Hindu (Presektif Tri Hita Karana) Anak Agung Gede Wiranata
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 5 No 1 (2021): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v5i1.689

Abstract

Ajaran Agama Hindu yang disebut Tri Hita Karana itu adalah sebagai filsafat hidup umat Hindu dalam membangun sikap hidup yang benar menurut ajaran Agama Hindu, Sikap hidup yang benar menurut ajaran Hindu adalah bersikap yang seimbang antara percaya dan bhakti pada Tuhan dengan mengabdi pada sesama manusia dan menyayangi alam berdasarkan Yajna. Yang membutuhkan terlaksananya ajaran Tri Hita Karana ini adalah manusia. Karena kalau terbangun hubungan vang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam lingkungannya.