Mulyatun Mulyatun
Universitas Islam Negeri Walisongo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Modifikasi Bentonit Menggunakan Surfaktan Kationik Benzalkonium Klorida Titik Turmiati; Wirda Udaibah; Mulyatun Mulyatun
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.6024

Abstract

Bentonit alam yang telah dimodifikasi menjadi organobentonit dengan menggunakan surfaktakan kationik Benzalkonium Klorida sebagai agen penginterkalasi dengan berbagai variasi suhu. Material hasil sintesis diaplikasikan sebagai adsorben untuk penyerapan logam berat berupa ion logam Zn2+. Proses adsorpsi dilakukan dalam berbagai variasi kondisi yaitu pH dan waktu kontak. Hasil analisis XRD menunjukkan material bentonit yang telah dimodifikasi berhasil di sintesis, hal ini terlihat dari jarak antar lapis pada suhu 50˚C sebesar 15,06 Å, suhu 60˚C sebesar 16,76 Å dan suhu 70 ˚C sebesar 16,50 Å dibandingkan dengan bentonit alam sebesar 12,09 Å. Spektra FTIR menunjukkan serapan pita 2360 cm-1 yaitu adanya vibrasi C-N dan 1465 cm-1 adanya vibrasi N-H. Hal ini menunjukkan adanya garam ammonium kuartener yang di pada interlayer bentonit. Penentuan pH optimum dan waktu kontak pada saat adsorpsi. Dari pH  4-8 menunjukkan bahwa pH optimum untuk proses adsorpsi ion logam Zn2+ adalah pH 6 dengan daya adsorpsi sebesar 99,914%, sedangkan pada bentonit alam sebesar 92,94%, kemudian untuk waktu kontak adalah di 60-120 menit dengan daya adsorpsi sebesar 97,92% pada suhu sintesis 60˚C serta waktu kontak untuk bentonit alam 85,31%. Data kinetika adsorpsi menggunakan model pseudo second order lebih sesuai untuk menjelaskan proses adsorpsi ion logam Zn2+. Hal ini dapat  disimpulkan bahwa bentonit yang telah dimodifikasi memiliki daya adsorpsi ion logam Zn2+ yang lebih besar di bandingkan dengan bentonit yang belum termodifikasi.
Uji Kapasitas Adsorpsi Ion Logam Cu2+ Menggunakan Hidrochar Eichhornia Crassipes Termodifikasi H2o2 Lia Nur Khanifa; Mulyatun Mulyatun; Ervin Tri Suryandari
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.6026

Abstract

Hidrochar yang disintesis dari Eichhornia crassipes dapat digunakan sebagai adsorben untuk adsorpsi ion logam Cu2+. Dalam penelitian ini, hidrochar disintesis menggunakan metode hidrotermal dengan berbagai variasi suhu serta dimodifikasi menggunakan H2O2. Hasil karakterisasi FTIR pada suhu 220, 240, 260 dan 280ᵒC menunjukkan hidrochar mengandung gugus fungsi hidroksil, karbonil, karboksil dan amina. Hasil SEM menunjukkan morfologi permukaan pada hidrochar termodifikasi lebih kasar dan tidak teratur dibandingkan dengan hidrochar tanpa modifikasi. Modifikasi menggunakan H2O2 pada hidrochar menunjukkan peningkatan komposisi unsur oksigen pada hidrochar termodifikasi. Berdasarkan kemampuan adsorpsi menunjukkan hidrochar termodifikasi lebih efektif dalam menyerap ion logam Cu2+ dibandingkan dengan hidrochar tanpa modifikasi. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan nilai kapasitas adsorpsi pada suhu 240ᵒC, dimana pada hidrochar termodifikasi memiliki nilai kapasitas adsorpsi sebesar 3,4703 mg/g sedangkan pada hidrochar tanpa modifikasi sebesar 1,5349 mg/g. Suhu hidrotermal dapat mempengaruhi nilai kapasitas adsorpsi ion logam Cu2+. Pada penelitian ini nilai kapasitas adsorpsi terbaik pada suhu 240oC sebesar 3,4703 mg/g.