Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PELATIHAN PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DENGAN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiacal, Linn) UNTUK PEDAGANG MAKANAN DI PUJASERA NGALIYAN Ervin Tri Suryandari
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.515 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.397

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari penggunaan minyak goreng, bahkan tidak dapat dihindari dann tidak kita sengaja kita mengkonsumsimakanan yang di olah menggunakan bahkan minyak bekas pakai (minyakjelantah) yang seperti kita tau akan berakibat fatal pada kesehatan kita. Upayauntuk menanggulangi masalah ini adalah dengan pemurnian minyak jelantahbagi khususnya bagi para pedagang makanan di Pujasera Ngaliyan dan masyarakat umumnya. Pemurnian dilakukan dengan menggunakan atau memanfaatkan limbah yaitu kulit pisang kepok (Musa paradisiacal, Linn) terbukti bisa meningkatkan performa dari minyak jelantah yag dibuktikan dengan warna berubah menjadi lebih jernih, kekentalan berkurang dan bau tengik juga berkurang. Hasil yang baik ini disambut baik oleh para pedagang, yang bisa melakukan penghematan khususnya dalam hal penggunaan minyak goreng sehingga bisa meningkatkan perekonomian para pedagang di Pujasera Ngaliyan dan terciptanya suatu pusat jajanan yang menyediakan masakan sehat.
Kinetics Study of Cd2+ and Zn2+ Metal Ion Adsorption Using Zeolite 4A Ervin Tri Suryandari; M.A. Zulfikar; M. Nasir
Journal of Natural Sciences and Mathematics Research Vol 3, No 2 (2017): December
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.78 KB) | DOI: 10.21580/jnsmr.2017.3.2.10954

Abstract

Cd (II) and Zn (II) are examples of heavy metal contaminants in waters that cause serious problems because of their toxicity. Therefore, it is necessary to take effective way to remove heavy metal ions from waters. Adsorption method is widely used because it has several advantages, namely high efficiency, easy handling, reusable, inexpensive, and many choices of materials that are used as adsorbent. One effective adsorbent used is a zeolite because it has high selectivity. This study aims to determine the kinetic model suitable for the process of Cd2+ and Zn2+ metal ion adsorption using Zeolite 4A as an adsorbent. The study was conducted by varying the contact time (10, 15, 30, 45, 60, 90, 120 and 180 minutes). The results showed that the Cd2+ adsorption process followed the pseudo-second-order model with a value of k = 0.205 g mg-1 min-1, R2 = 0.998, while the Zn2+ adsorption process followed the pseudo-second-order model with a value of k = 0.087 g mg-1 min-1, R2 = 0.995.. ©2017 JNSMR UIN Walisongo. All rights reserved 
ANALISIS BAHAN PENGAWET BENZOAT PADA SAOS TOMAT YANG BEREDAR DI WILAYAH KOTA SURABAYA ervin tri suryandari
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.2.426

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan bahan pengawet benzoat pada saos tomat yang beredar di wilayah Kota Surabaya. Analisis dilakukan secara titrasi asam-basa yang sebelumnya, benzoat diekstraksi dengan pelarut di- etileter. Secara kualitatif ditemukan bahwa, semua saos tomat baik yang bermerek maupun tidak mengandung ba- han pengawet benzoat. Secara kuantitatif, kadar benzoat dalam saos tomat berkisar antara 600,12 dan 1271,86 mg/ kg. Saos tomat yang bermerek mengandung benzoat lebih rendah dari batas maksimum kadar benzoat yang diper- bolehkan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/ MENKES/Per/IX/1988 (1000 mg/kg). Sementara itu, seki- tar 33% saos tomat yang tidak bermerek mengandung ben- zoat melebihi batas maksimum yang diperbolehkan.
PERFORMANCE ASSESSMENT SEBAGAI INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPULAN PROSES pada PRAKTIKUM KIMIA DASAR DI TADRIS KIMIA ervin tri suryandari
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2013.3.2.132

Abstract

Penilaian terpadu yang komprehensif dan seimbang antara proses dan hasil belajar tersebut dilaksanakan dalam kerangka Penilaian Berbasis Kelas (PBK). Kimia merupakan ilmu yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan eksperimen, sehingga metode eksperimen sangat penting diterapkan dalam pembelajaran kimia. Pembelajaran kimia menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggu- naan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah, sehingga performance assessment menjadi sangat penting. Proses penilaian dilaku- kan dengan langkah-langkah: perencanaan penilaian, pengumpulan in- formasi, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar. Se- belum melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil belajar, guru harus membuat perangkat-perangkatnya agar penilaian yang dilakukan sesuai dengan kompetensi yang hendak diuji. Dalam makalah ini dibahas bagaimana mengembangkan instrumen untuk performance assessment se- bagai bentuk penilaian yang berkarakter kimia. Format instrumen dapat disusun dengan bentuk pedoman observasi, daftar cek, atau skala lajuan. Guru juga dapat mengembangkan instrumen performance assessment den- gan rubrik yang lengkap. Meskipun penggunaan rubrik ini relatif menyita waktu, akan tetapi dengan rubrik yang lengkap guru dapat mengungkap kualitas dan profil performance peserta didik. Contoh rubrik yang dapat dikembangkan meliputi kompetensi merangkai alat, menggunakan alat, melakukan eksperimen, mengelola zat sisa, mempresentasikan hasil eks- perimen, dan penilaian terhadap Laporan eksperimen.
Program Sistem Manajemen Laboratorium Kimia menggunakan Microsoft Visual Studio Community 2019 berbasis Pengembangan Berkelanjutan Budiman Prastyo; Suwahono Suwahono; Ervin Tri Suryandari
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2020.2.1.4537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat berbentuk program (perangkat lunak) untuk komputer dengan model pengembangan jenis Unified Process (UP). Pengembangan ini memerlukan program Microsoft Visual Studio Enterprise 2019 (Visual Basic.Net) dengan MySQL Workbench 8.0 CE sebagai database. Setelah program dibuat, program ini dilakukan uji unit, integration, validation (alpha and beta testing) dan system testing. Berdasarkan hasil pengujian, program ini dinilai sangat layak. Pengujian unit dan integration mencapai tingkat keberhasilan 100%. Hasil validation testing menunjukkan angka V = 0,95, dianggap memadai. Terakhir, hasil system testing menunjukkan rata-rata maintainability index sebesar 63,16 (daerah hijau) dan navigasi berfungsi mencapai 100% saat dijalankan.
Pengembangan Petunjuk Praktikum berbasis Green Chemistry pada Materi Stoikiometri Kelas X di SMAN 7 Semarang Siska Aditya Yuniar; Muhammad Zammi; Ervin Tri Suryandari
Journal of Educational Chemistry (JEC) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Chemistry Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jec.2019.1.2.4235

Abstract

Penelitian pengembangan petunjuk praktikum berbasis green chemistry pada materi stoikiometri dilandaskan pada karakteristik  peserta didik yang lebih menyukai metode praktikum, namun di sekolah belum memiliki petunjuk praktikum yang dapat menyesuaikan waktu pelaksanaan praktikum dengan jam pelajaran di sekolah. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode ADDIE  yang terdiri dari tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluations. Produk divalidasi oleh dua dosen ahli materi dan dua dosen ahli media, kemudian dilakukan uji keterbacaan oleh guru dan peserta didik, dan diuji cobakan pada kelas kecil. Subjek uji keterbacaan yaitu satu guru mata pelajaran kimia serta tiga peserta didik kelas XI IPA SMA N 7 Semarang, dan subjek uji coba kelas kecil yaitu sembilan peserta didik kelas XI IPA SMA N 7 Semarang. Hasil penilaian validasi ahli materi didapatkan indeks validitas 0,902 dengan kategori sangat tinggi, dan penilaian validasi ahli media mendapat indeks validitas sebesar 0,984 dengan kategori sangat tinggi.  Pada uji keterbacaan oleh guru didapatkan kategori sangat baik dengan presentase sebesar 96,47%. Pada uji keterbacaan oleh peserta didik didapatkan presentase sebesar 95,83% dengan kategori sangat baik. Respon peserta didik memperlihatkan kategori sangat baik dengan presentase sebesar 94,29%.
Uji Kapasitas Adsorpsi Ion Logam Cu2+ Menggunakan Hidrochar Eichhornia Crassipes Termodifikasi H2o2 Lia Nur Khanifa; Mulyatun Mulyatun; Ervin Tri Suryandari
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.6026

Abstract

Hidrochar yang disintesis dari Eichhornia crassipes dapat digunakan sebagai adsorben untuk adsorpsi ion logam Cu2+. Dalam penelitian ini, hidrochar disintesis menggunakan metode hidrotermal dengan berbagai variasi suhu serta dimodifikasi menggunakan H2O2. Hasil karakterisasi FTIR pada suhu 220, 240, 260 dan 280ᵒC menunjukkan hidrochar mengandung gugus fungsi hidroksil, karbonil, karboksil dan amina. Hasil SEM menunjukkan morfologi permukaan pada hidrochar termodifikasi lebih kasar dan tidak teratur dibandingkan dengan hidrochar tanpa modifikasi. Modifikasi menggunakan H2O2 pada hidrochar menunjukkan peningkatan komposisi unsur oksigen pada hidrochar termodifikasi. Berdasarkan kemampuan adsorpsi menunjukkan hidrochar termodifikasi lebih efektif dalam menyerap ion logam Cu2+ dibandingkan dengan hidrochar tanpa modifikasi. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan nilai kapasitas adsorpsi pada suhu 240ᵒC, dimana pada hidrochar termodifikasi memiliki nilai kapasitas adsorpsi sebesar 3,4703 mg/g sedangkan pada hidrochar tanpa modifikasi sebesar 1,5349 mg/g. Suhu hidrotermal dapat mempengaruhi nilai kapasitas adsorpsi ion logam Cu2+. Pada penelitian ini nilai kapasitas adsorpsi terbaik pada suhu 240oC sebesar 3,4703 mg/g.
Kombinasi Bentonit dan Serbuk Daun Pepaya untuk Pengolahan Minyak Goreng Bekas DWI APRILIYANI; ERVIN TRI SURYANDARI; DYAH FITASARI
Gunung Djati Conference Series Vol. 34 (2023): Prosiding Seminar Nasional Kimia Tahun 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jelantah yang telah digunakan berkali - kali akan mengalami penurunan kualitas dan kandungan gizi, sehingga dapat berdampak buruk pada kesehatan jika digunakan dan dikonsumsi secara terus-menerus. Oleh karena itu diperlukan suatu cara pengolahan untuk mempertahankan kualitas dan nilai gizi. Salah satu cara yang mudah dan sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan cara adsorpsi menggunakan campuran adsorben bentonit dan serbuk daun pepaya pada berbagai variasi rasio, massa, dan waktu. Untuk meningkatkan kapasitas adsorpsinya maka serbuk daun papaya diaktivasi menggunakan KOH dan bentonit diaktivasi menggunakan HCl. Kombinasi ini diharapkan mampu memberikan efek sinergis dalam pengolahan minyak goreng bekas. Karakteristik serbuk daun papaya dan bentonit ditentukan dengan uji fitokimia dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik serbuk daun papaya mengandung alkaloid, triterpenoid, steroid, saponin dan tannin serta bentonit yang mengandung gugus fungsi yang berpotensi mampu menurunkan bilangan asam dan bilangan peroksida, serta menyerap warna dan bau pada minyak goreng bekas. Dari hasil adsorpsi diperoleh hasil optimum pada rasio (%) BA:SDPA=75:25 dengan massa 10 gram dan waktu kontak selama 60 menit yang dapat menurunkan bilangan asam sebesar 1,18 mgNaOH/g, bilangan peroksida sebesar 1,349 meq/kg, kadar air sebesar 0%, dan uji organoleptik pada bau dapat mengurangi bau ketengikan dan untuk warna dapat merubah warna minyak yang semula hitam kecoklatan menjadi kuning. Hasil tersebut sesuai SNI:3741:2013 kecuali uji parameter bilangan asam.
Sintesis Membran Komposit PVDF-Zeolit untuk Penghilangan Metilen Biru Ervin Tri Suryandari
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 6, No 2 (2019): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v6i2.6491

Abstract

Metilen  biru  (MB)  merupakan  zat warna  kation  yang sering  digunakan  dalam industri tekstil, karena harganya yang ekonomis dan mudah diperoleh. Dalam pewarnaan, senyawa ini hanya digunakan sekitar 5% sedangkan sisanya 95% akan dibuang sebagai limbah. Keberadaannya di lingkungan menurunkan kualitas air dan kenaikan BOD (Biological Oxygen Demand)  sehingga  dapat merusak keseimbangan  ekosistem  lingkungan. Metilen biru tidak termasuk zat warna toksik, tetapi dalam keadaan tertentu dapat menimbulkan  beberapa efek yang berbahaya seperti jika tertelan  dapat menyebabkan kesulitan bernafas, menimbulkan sensasi terbakar dalam mulut, mual, muntah, dan diare. Jika terpapar dalam jangka waktu yang lama, dapat menimbulkan nyeri di dada dan perut, sakit kepala, keringat berlebihan. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan limbah metilen biru yang tepat. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan membran komposit poliviniliden fluorida (PVDF)–Zeolit. Penambahan zeolit ke dalam membran PVDF diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membran. Proses pembuatan membran menggunakan metode inversi fasa. Larutan PVDF 20% larutan PVDF (b/v) dalam N,N-dimetilformamida (DMF) sebagai pelarut dan air suling sebagai non-pelarut. Sedangkan membran komposit PVDF-Zeolit dibuat dengan menambahka zeolit sebesar 20% (b/b) ke dalam larutan PVDF. Membran yang diperoleh kemudian dikarakterisasi dengan FTIR, SEM, dan ditentukan nilai permeabilitasnya. Berdasarkan citra SEM, membran PVDF bersifat berpori dan penambahan zeolit ke dalam membran PVDF membuat membran menjadi semakin berpori. Membran komposit PVDF-Zeolit memiliki ketebalan yang lebih tipis daripada membran PVDF biasa sehingga proses pemisahan pada membran komposit bisa terjadi lebih cepat. Proses pemisahan metilen biru menggunakan kedua membran diuji berdasarkan penentuan nilai persen rejeksi pada pH 3, 4, 5, dan 6. Hasil menunjukkan kedua membran memiliki nilai persen rejeksi optimum pada pH 5 yaitu sebesar 76,45% dengan nilai permeabilitas sebesar 8,921 Lm-2h-1bar-1 pada membran PVDF, dan 82,65% dengan nilai permeabilitas 19,197 Lm-2h-1bar-1 pada membran komposit PVDF-Zeolit.
Synthesis and Characterization Membrane Nanofibers Cellulose Acetate-Zeolite for Metal Pb (II) Adsorption Intan Dyah Fulanjari; Ervin Tri Suryandari; Hamdan Hadi Kusuma
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 27, No 7 (2024): Volume 27 Issue 7 Year 2024
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.27.7.344-353

Abstract

Heavy metal waste, such as lead (Pb), released into the environment negatively affects ecosystems and human health due to its toxic properties. Consequently, it is imperative to develop methods to remove Pb from the environment. One widely used method is adsorption. Synthesizing adsorbents via electrospinning offers several advantages: simplicity, the ability to produce nano-sized fibers, lightness, chemical stability, and reusability. This research aims to determine the optimum conditions for synthesizing cellulose acetate (CA) nanofibers modified with zeolite (CA-Zeolite) by electrospinning to characterize them and evaluate their adsorption capacity. The research results showed that the optimum conditions for the synthesis of cellulose acetate nanofibers were a solution concentration of 14% (w/v), a voltage of 10.5 kV, a flow rate of 0.02 mL/hour, and a tip-to-collector distance of 10 cm. The FTIR spectrum of CA-Zeolite revealed a new peak in the 400-610 cm-1 wavelength range, indicative of O-Si-O bonds, characteristic of zeolite functional groups, confirming the successful incorporation of zeolite into the CA nanofibers. From the SEM data, it can be seen that the addition of 6% (w/w) zeolite reduced the average membrane fiber diameter from 662.4 nm to 353.1 nm. EDX results show the presence of Si and Al elements in the CA-Zeolite nanofiber membrane. Incorporating zeolite into CA nanofibers decreased the contact angle from 125.49° to 111.66°, enhancing hydrophilicity. The modified CA nanofibers with 6% (w/v) zeolite demonstrated an adsorption capacity of 1.595 mg/g.