Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kualitas Pemberian Informasi Obat pada Pelayanan Resep Berdasarkan Kepuasan Pasien BPJS Puskesmas Kecamatan Cilandak Ekadipta Ekadipta; Muhammad Sadikin; Muhammad Rizqi Yusuf
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.4920

Abstract

Pelayanan kefarmasian di puskesmas berperan penting dalam pelaksanaan upaya kesehatan bagi masyarakat, yaitu dengan pelaksanaan pemberian informasi obat untuk mendukung penggunaan obat. Pemberian informasi obat harus jelas agar pasien puas. Kualitas pelayanan kesehatan yang baik apabila dilakukan dengan standar dan menimbulkan kepuasan bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pemberian informasi obat pada pelayanan resep berdasarkan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di Unit Pelayanan Obat, Puskesmas Kecamatan Cilandak periode Agustus 2018. Desain penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menerapkan Permenkes nomor 74 tahun 2016 dan Permenpan nomor 14 tahun 2017. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa kualitas pemberian informasi obat secara keseluruhan mendapatkan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 77,21 dengan mutu B dan kualitas baik. Berdasarkan karakteristik responden yang menyatakan kualitas baik yaitu jenis kelamin perempuan, usia 19-49 tahun dan 50-59 tahun, pendidikan terakhir SMP ke atas. Kualitas kurang baik dinyatakan oleh jenis kelamin laki-laki dan pendidikan terakhir SD ke bawah. Berdasarkan perunsur dengan kualitas sangat baik diperoleh pada sediaan, dosis, cara pakai, dan indikasi. Kualitas baik diperoleh pada nama obat. Kualitas kurang baik diperoleh pada cara penyimpanan dan efek samping. Kualitas tidak baik diperoleh pada kontraindikasi, stabilitas, dan interaksi obat.
UJI STABILITAS SEDIAAN KAPSUL MINYAK IKAN FATMORGENSIA (Lepidocybium flavobrunneum) Muhammad Sadikin; Iin Hardiyati; Tika Ardila
IONTech Journal Vol. 1 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v1i1.26

Abstract

Abstrak Ikan fatmorgensia adalah ikan pelagis dan ikan hasil samping ikan tuna ditemukan kedalaman 200 meter di bawah permukaan laut serta mempunyai kandungan kimia setara dengan ikan tuna. Minyak ikan menjadi sumber asam lemak, terutama asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh tunggal, asam lemak tak jenuh ganda. Asam lemak pada minyak ikan mudah teroksidasi jika penyimpanan dan suhu tidak diperhatikan. Solusi untuk menghindari kerentanan oksidasi dengan kapsulasi. Metode yang digunakan pada pengolahan minyak ikan ini metode dry rendering. Pengujian minyak ikan Fatmorgensia (Lepidocybium flavobrunneum) meliputi uji stabilitas selama ± 1 bulan dalam climatic chamber pada suhu 40oC. Uji yang dilakukan diantaranya uji asam lemak bebas sesuai standar IFOS, peroksida sesuai standar IFOS hanya pada hari ke 4 sampai hari ke 20, dan bilangan Iod sesuai standar IFOS hanya pada hari ke 4 sampai hari ke 16 kunci: dry rendering, minyak ikan fatmorgensia (Lepidocybium flavobrunneum), uji stabilitas. Abstrak Fatmorgensia fish pelagic fish and fish is a by product of tuna can be found to a depth of 200 meters below sea level and has the chemical content of tuna. Equivalent to oils fish to be a source of fatty acids, a saturated fatty acid (SFA), a monounsaturated fatty acid (MUFA), apolyunsaturated fatty acid (PUFA). Fatty acids on oil fish easly bad storage will oxidize and temperature is not noticed. Not in accordance literature a solution to avoid vulnerability oxidation with capsulation. Testing cod-liver oil Fatmorgensia (Lepidocybium flavobrunneum) covers stability test ± a month and a half in climatic chamber at a temperature of 40oC. Conducted test of them free fatty acids, test peroxide, test the number of Iod. Standard used in this IFOS (International Fish Oil Standard). The results of the study is stated that free fatty acids according to standard IFOS, according to standard peroxide IFOS only on the day of to 4 to 20, until the day of and number of Iod according to standard IFOS only on the day of to 4 until the day of to 20.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN LAMTORO(Leucaena leucephala) TERHADAP BAKTERI Shigella flexneri DAN Escherichia coli DENGAN METODE DIFUSI SUMURAN Yulis Adriana; Dede Komarudin; Bayu Barata Nusantara; Muhammad Sadikin
IONTech Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v4i1.70

Abstract

Diare merupakan kondisi buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, biasanya faktor penyebab diare disebabkan oleh bakteri Eschericia coli. Disentri merupakan suatu infeksi yang menimbulkan luka dengan gejala khas tinja mengandung darah dan lendir. Biasanya penyebab terjadinya disentri disebakan oleh bakteri Shigella flexneri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun lamtoro (Leucaena leucephala) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli dan Shigella flexneri. Ekstrak daun lamtoro dibuat dengan metode maserasi etanol 70 % selama 5 hari, dan membuat media agar serta ditambahkan larutan bakteri Eschericia coli dan Shigella Flexneri dan didiamkan sampai media mengeras. Media agar yang sudah mengeras dilubangi sebanyak 6 lubang pada masing – masing cawan petri yang sudah diberi tanda dengan konsentrasi berbeda yaitu 75 %, 50 %, 25 %, 10 %, 5 %, 2,5 % , kemudian dimasukan masing – masing konsentrasi ekstak kedalam cawan petri yang sudah disiapkan sesuai konsentrasi nya, lalu inkubasi selama 48 jam. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya hambat bakteri Eschericia coli dengan ekstrak dengan kosentrasi 25 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar 20,66 mm termasuk golongan kuat, konsentrasi 5 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar sebesar 16,33 mm termasuk golongan sedang, dan konsentrasi 2,5 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar sebesar 12,33 mm termasuk golongan lemah. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya hambat bakteri Shigella flexneri dengan ekstrak dengan kosentrasi 25 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar 21,33 mm termasuk golongan kuat, konsentrasi 5 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar sebesar 16,83 mm termasuk golongan sedang, dan konsentrasi 2,5 % memiliki daya hambat rata - rata sebesar sebesar 12,83 mm termasuk golongan lemah. Kata kunci: Diare, disentri, Escherichia coli, Leucaena leucephala, Shigella flexneri