Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN INTERVENSI PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATIBARANG KABUPATEN BREBES Ziyadatul Chusna A.Y.A; Suci Utami; Rosmalia Kamil
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan kabupaten Brebes pada tahun 2019 dari 10 desa lokus stunting, Desa Janegara berhasil lepas dari lokus Desa Stunting meskipun di tingkat puskesmas angka stunting masih tinggi yaitu: 2019: 362 (9,56%) Janegara 16 (7,14%), 2020: 570 (14,50%) Janegara 29 (11,46%). Fenomena tersebut diatas menarik untuk dikaji mengingat masalah Stunting memiliki dampak yang cukup serius yaitu: jangka pendek terkait dengan morbiditas dan mortalitas pada bayi / Balita, jangka menengah terkait dengan intelektualitas dan kemampuan kognitif yang rendah, dan jangka panjang terkait dengan kualitas sumberdaya manusia dan masalah penyakit degeneratif di usia dewasa. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibarang di Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed method research) dimana metode penelitian ini menggabungkan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam pada informan dan studi literatur dan pendekatan masalah secara deskriptif analisis. Adapun analisis menggunakan Teknik Analisa data model Milles and Huberman dimana aktivitas dalam analisis data kualitataif dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan hingga datanya jenuh. Untuk Analisis data kuantitatif berupa statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan obyek yang akan diteliti menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian Sosialisasi program percepatan penurunan stunting sudah di berjalan berjenjang, komunikasi lancar, Sumber Daya Manusia ada dan cukup untuk melaksanakan kegiatan penurunan stunting, ada keterbatasan dana karena dialokasikan untuk Program Penangulangan covid-19, Sarana prasarana di Puskesmas cukup, sedangkan beberapa desa sarana dan prasarana kurang lengkap. Meskipun ada pengurangan Tim pelaksana, kegiatan tetap berjalan, setiap pelaksanaan kegiatan sudah ada SOP, namun demikian Kegiatan posyandu remaja putri belum maksimal, Rendahnya kesadaran konsumsi PMT pada ibu dengan Kurang Energi Kronik (KEK) Pelaksanaan Intervensi penurunan stunting pada sasaran ibu menyusui dan Baduta sudah berjalan dengan baik. 
Pendidikan Kesehatan Gizi Seimbang pada Balita Suci Utami; Rosmalia Kamil; Dea Riskha Fitriliana
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol2.iss1.125

Abstract

Health education is an activity to provide and increase knowledge, good individual, group or community attitudes to maintain and improve their own health Health education on balanced nutrition in toddlers can provide more knowledge about nutrition to parents in order to prevent malnutrition in children under five is a health problem that can affect child development to adulthood, it is very important for parents to understand the dangers of malnutrition and how to prevent it by providing a balanced nutritional diet. The method of implementing Ibm is carried out by the lecture method, and the discussion using lealets while the outcome obtained is the increased awareness and knowledge of parents about balanced nutrition for toddlers in Sutapranan Village. The output obtained was the presence of health education media on balanced nutrition in PKK activities in Sutapranan Village.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DUKUNGAN SUAMII DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI POSYANDU DESA JANEGARA KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN BREBES TAHUN 2022 Rosmalia Kamil
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v3i1.1268

Abstract

Antenatal Caree (Pemeriksaan Kehamilan) merupakan caraa pentingg untuk mendukung dan memonitoring kesehatann pada ibuu hamill serta mendeteksi kehamilan normal, ibui hamil sebaiknyaa dianjurkann mengunjungii bidan serta dokterr sedinii mungkinn semenjakk iaa merasakan dirinya hamil untuk mendapatkann pelayanann Antenatall Caree. Pada masalah kasus psikologis ibu hamil yang beratt perluu doronganu dan dukungan darii orang terdekat dalami keluarga. Karenaa pengaruh faktor psikologis kepada kehamilann merupakan ketidakmampuani pengasuhan kehamilani dan mempunyaii potensi melakukan tindakani yang membahayakani terhadap kehamilan. Penelitian inii bertujuani untuk mengetahuii hubungan antara karakteristik dukungani suami dengani kunjungan Antenatal Caree padai ibu hamil di Posyandu Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Tahun 2022.Pada jenis penelitian inii menggunakan penelitian analitikk dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sedangkan populasi penelitiann ini adalahi ibu hamil yang melakukani kunjungan Antental Caree di Posyandu Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes bulan Januari sampai Mei Tahun 2022 dengan sampel berjumlah 47 responden yang diambil secara random sampling. Pengumpulani data dilakukan dengan menggunakani data primeri dani sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar mendapatkan dukungan instrumental 33 responden (70%), dukungan informasional 45 responden (96%), dukungan emosional 42 responden (89%), dukungan penilaian 43 responden (91%), sedangkan Hubungan dukungan instrumental dengan kunjungani Antenatal Care pada ibu hamil sebagian besar responden 30 (63%) melakukan kunjungan ANC secara teratur mendapatkan dukungan instrumental dan sebagian kecil responden 4 (9%) yang melakukan kunjungan ANC secara teratur tidak mendapatkan dukungan instrumental, Hubungan dukungan emosional dengan kunjungan Antenatal Caree pada ibu hamili sebagian besar responden 32 (68%) melakukan kunjungan ANC secara teratur mendapatkan dukungan emosional dan sebagian kecil responden 10 (21%) yang melakukan kunjungan ANC secara teratur tidak mendapatkan dukungan emosional. Terdapat hubungan antara dukungan instrumental dan dukungan emosional dengan kunjungan ANC pada ibu hamil di Posyandu Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Tahun 2022. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa sebagiani besar ibu hamili yang melakukani kunjungani Antental Care di Posyandu Desa Janegara mendapatkan dukungan dari suami baik dukungan instrumental dan dukungan emosional, dan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensii khususnya bagi tenaga kesehatan sehingga akan meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat yang berkaitan dengan kunjungan Antental Care.
Comparison of Junior High School and MTS Teenagers Knowledge About Free Sex in Brebes in 2025 Lili Retno Atika; Rosmalia kamil; Sri Hartini
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 10 (2026): Volume 8 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i10.23085

Abstract

ABSTRACT Casual sex is sexual relations between the opposite sex or the same sex without marriage and predominantly involving multiple partners. Casual sex is currently a problem experienced by adolescents in Indonesia. (Ginting, 2022). The results of a survey conducted by the National Family Planning Coordinating Board (BKKBN) in 2020 in 12 major cities in Indonesia, as quoted by Putri (2023), showed that 62.7% of teenagers had had sexual relations outside of marriage (Putri, 2023). This study used a quantitative analytical research method with an inferential design. This study used a quota sampling technique. Meanwhile, for respondent selection, the cluster random sampling method was used, with a sample size of 62 respondents taken, 31 respondents from each of the two schools. Based on the analysis, it can be seen that the average level of knowledge about the impact of free sex in junior high schools is higher than in Islamic junior high schools, where the number of students in junior high schools is 83.68, and in Islamic junior high schools is 62.16. The results of the average value can be concluded that knowledge about free sex between junior high schools and Islamic junior high schools has a significant difference using the T-test, the result of which is p = .000 (0.05) with a percentage difference of 96.9%. Keywords: Teenagers, Free Sex, Knowledge, Education.