Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KURKUMINOID, PENETAPAN KADARNYA PADA JAMU SERBUK TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb) SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL Wiranti Sri Rahayu; Tjiptasurasa Tjiptasurasa; Dewi Indriyani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v7i1.566

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang penetapan kadar kurkuminoid dalam jamu serbuk “X” yang mengandung temulawak (Curcuma xanthoriza Roxb). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar kurkuminoid dalam jamu serbuk “X” yang diambil dari Purwokerto. Dalam penelitian ini, sampel diambil satu untuk diekstrak lalu direfluk dan penetapan kadar dilakukan menggunakan metode spektrofotometri Ultraviolet-Visibel. Reaksi kurkumin dengan penambahan asam borat dalam suasana asam membentuk komplek rubrocurcumin yang mengakibatkan pergeseran panjang gelombang maksimal kurkuminoid dari 420 nm sehingga panjang gelombang maksimalnya menjadi 500 nm. Hasil yang nilai KV pada uji presisi adalah 0,96% ( rtabel). Limit deteksi (LOD) dan limit kuantitasi (LOQ) yang diperoleh dari penelitian ini sebesar 0,08 ppm dan 0,25 ppm. Hasil penelitian ,menunjukkan kadar rata-rata kurkuminoid dalam jamu serbuk “X” sebesar 0,56 ppm. Berdasarkan hasil validasi tersebut maka metode spektrofotometri Ultraviolet-Visibe; dinyatakan valid. Kata kunci: kurkuminoid, Ultraviolet-Visibel spektrofotometri, jamu temulawak ABSTRACT It has been conducted a study on the determination of curcuminoid in jamu “X” powder containing rhizome of Curcuma xanthorrhiza Roxb, was distributed in Purwokerto. In this study, a sample was taken and extracted for determination of levels refluc and conducted using Ultraviolet Visible spectrophotometry method. Curcuminoid reaction with addition of boric acid in the atmosphere to form acids that leads to complex rubrocurcumin shift the maximum wavelength to 500 nm. The result study where coefficient of variation the presicion was 0.96 ( r table). Limit of detection and limit of quantitation of this research was to 0.08 ppm and 0.25 ppm. The result showed that the mean concentration showed that the mean concentration of curcumin in jamu “X” powder containing rhizome of Curcuma xanthorrhiza Roxb. Sampel 0.56 ppm. Determination of curcuminoid in jamu “X” powder containing rhizome of Curcuma xanthorrhiza Roxb that use Ultraviolet Visible spectrophotometry method is valid. Key words: Curcuminoid, Ultraviolet Visible Spectrophotometry, jamu of temulawak
Analisis ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMA NEGERI 2 TEGAL TENTANG EDUKASI GEMA CERMAT Dewi Indriyani; Prabandari, Sari; Mahardika, Muladi Putra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55036

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama dalam praktik swamedikasi. Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan obat yang tepat dan aman. Edukasi GeMa CerMat diharapkan dapat mendukung penggunaan obat secara rasional, khususnya di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah pemberian edukasi GeMa CerMat. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi GeMa CerMat, sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang (61,1%). Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan, dimana mayoritas siswa berada pada kategori baik (69,4%). Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p < 0,05), sehingga edukasi GeMa CerMat terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang penggunaan obat yang benar.