Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENDIRIAN KOPERASI USAHA BERSAMA (WISATA DAN KULINER) WATU BONANG DESA MINGGIRSARI KECAMATAN KANIGORO KABUPATEN BLITAR Joko Priyono; Abdul Halik
ABDIMAS Vol 1 No 04 (2021): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program ini bertujuan untuk memberdayakan dan mengembangkan potensi masyarakat, khususnya dalam hal peningkatan ekonomi melalui kerjasama. Kerjasama diwadahi dalam organisasi koperasi. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah terbentuknya Koperasi Watu Bonang dan (calon) organisasi koperasi berbadan hukum. Luaran lain dari kegiatan ini adalah hasil pelaporan dapat diseminarkan dan dipublikasin dalam jurnal atau proceding ilmiah. Kelompok sasaran dalam kegiatan ini khususnya adalah masyarakat Desa Minggirsari yang aktivitas ekonominya di bantaran Sungai Brantas yang melintas pada desa tersebut dan masyarakat umumnya. Melalui wadah kerja sama untuk maju bersama adalah Koperasi, karena koperasi berupaya mengakomodasi kepentingan bersama dengan cara kerja sama. Guna mencapai kebrhasilan kegiatan ini, metode yang digunakan adalah pendampingan berupa diskusi dan pelaihan tentang nilai-nilai kerjasama, azas dan prinsip-prinsip koperasi serta pengelolaan manajemen organisasi koperasi. Tahap-tahap dalam kegiatan ini meliputi; tahap persiapan dan pelaksanaan melalui observasi, penyiapan bahan diskusi, mengagendakan waktu pelaksanaan, penyampaian materi diskusi dan pelatihan, serta pembuatan akta pendirian koperasi melalui akta notaris yang ditentukan, dan akhirnya laporan akhir kegiatan.
Analisis Pengembangan Strategi Pemasaran Koperasi Karyawan (KopKar) Untag Surabaya Ir.Mochammad Singgih.MM Anto; Joko Priyono
Journal of Research and Technology Vol. 8 No. 1 (2022): JRT Volume 8 No 1 Juni 2022
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the current era of increasingly rapid and tight competition, every company or MSME business is required to innovate in all fields, one of which is marketing. The higher level of local and global business competition and the conditions of uncertainty force companies or financial institutions to be able to achieve their competitive advantage so that later they will be able to win the competition globally. This forces companies, SMEs or cooperatives, in this case the Surabaya Untag Employee Cooperative has to give more attention to their environment which can affect cooperatives. The formulation of the problems raised in this study are: 1. What are the factors that influence the development of KopKar Untag Surabaya's marketing strategy?,2. What/How is the right marketing strategy that can increase sales of KopKar Untag Surabaya?The research was conducted using a questionnaire to KopKar officials and experts. The research method uses: Strength Weakness Opportunities Threat (SWOT) and Analytical Hierarchy Process (AHP). From the results of the study obtained several strategies that can be carried out by KopKar Untag Surabaya, namely: (1). Incessantly making breakthroughs in development by seeking and collaborating with outside parties who can quickly make KopKar progress, including with distributors of trendy and quality products, etc. (2). Easy access for the general public to the KopKar exchange. (3). Increase the variety of stock/store product variants. (4). Immediately use digital marketing. With these steps, the development of marketing development will be carried out effectively, efficiently and successfully.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA HOME INDUSTRI KONVEKSI DI KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA Syaifulloh Alfaruqi; Joko Priyono
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 12 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v3i12.2186

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Kelayakan Usaha Home Industri Konveksi di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Tujuan Penelitian ini adalah Analisis finansial terhadap usaha Konveksi Industri Rumah Tangga di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Tingginya permintaan terhadap beragam produk sandang di masyarakat merangsang kebutuhan esensial manusia, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan pokok. menciptakan lingkungan yang menguntungkan di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Permasalahan utama yang dikaji dalam studi ini berkaitan dengan fluktuasi nilai investasi dan produksi yang melekat pada perusahaan-perusahaan tersebut. Variasi yang disebutkan di atas disebabkan oleh hambatan yang berkaitan dengan keuangan, periklanan, teknologi, aksesibilitas informasi, dan unsur-unsur terkait lainnya yang dapat mengakibatkan kegagalan usaha atau bahkan kebangkrutan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberlanjutan usaha industri konveksi di Kecamatan Rungkut melalui penerapan analisis deskriptif kualitatif. Sekelompok enam perusahaan rumah tangga yang beroperasi di sektor konveksi dipilih sebagai sumber informasi utama untuk penelitian ini. Informan kunci akan dikonsultasikan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil perhitungan R/C dari enam informan usaha home industri konveksi tersebut adalah 2.74 rata-rata hasil perhitungan ROI dari enam informan usaha home industri konveksi tersebut adalah 1.0%. rata-rata B/C dari informan tersebut adalah 1.74. Kesimpulannya adalah, berdasarkan alat analisis berupa R/C, ROI, dan B/C yang dilakukan kepada enam informan selaku pemilik usaha home industri konveksi di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya, dinyatakan layak untuk dijalankan. Jumlah informan sebanyak 6 orang Usaha Home Industri Konveksi di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Data yang dikumpulkan meliputi biaya variabel, biaya tetap dan total penerimaan. Analisis data yang digunakan adalah menghitung profit, R/C, ROI dan B/C. Hasil analisis menunjukkan bahwa ke 6 informan memperoleh keuntungan, dan berdasarkan analisis R/C, ROI, dan B/C ke 6 informan layak untuk meneruskan untuk melakukan usaha industri konveksi.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TEMBAKAU DI DESA KEREP KECAMATAN SULANG KABUPATEN REMBANG Margaretha Pramesti; Joko Priyono
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 4 No. 1 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v4i1.2244

Abstract

Tujuan dari penelitiankini adalahkuntuk mengetahui kelayakan, total biaya, pendapatan, dan keuntungan dari usaha tembakau di Desa Kerep, Kecamatan Sulang, KabupatenkRembang. Jeniskpenelitian inikadalah penelitian deskriptif. Perhitungan kelayakan usaha tembakau di Desa Kerep Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang menggunakan 3 parameter yaitu B/C Ratio, R/C Ratio, dan BEP Unit dan BEP Harga. Penelitian ini melibatkan 6 informan yang merupakan pemilik usaha tembakau di Desa Kerep KecamatankSulang KabupatenkRembang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya total ke-6 informan pemilik usaha tembakau yaitu sebesar Rp 26.407.042, penerimaan diperoleh dengan rata-rata sebesar Rp55.466.667, serta keuntungan rata-rata sebesar Rp 29.117.958 perhitungan rata-rata R/C Ratio 2,14, perhitungan rata-rata ROI sebesar 1,10 perhitungan BEP Unit rata-rata 329 dan perhitungan BEP Harga rata-rata Rp 13.129.561 1x masa panen 5 bulan. Hasilkperhitunganktersebut menyatakan bahwa usaha tembakau di Desa Kerep Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang layak untuk dijalan dan dikembangkan.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PRODUKSI LENTO DI DESA SIDOWUNGU KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK Rizaldi Himawan Fitranta; Joko Priyono
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v4i2.2264

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan industri rumahan lento di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk menganalisis data, digunakan rumus analisis biaya dan keuntungan. Untuk mengevaluasi kelayakan bisnis, digunakan rumus pengeluaran biaya (R/C) dan rasio keuntungan biaya (B/C). Hasil analisis menunjukkan bahwa industri rumahan lento memiliki penerimaan rata-rata sebesar Rp 47.600.000 per bulan dengan biaya produksi yang dikeluarkan rata-rata sebesar Rp. 19.233.730 per-bulan. Biaya produksi terdiri dari biaya tetap rata-rata sebesar Rp. 422.930 per bulan dan biaya variabel rata-rata sebesar 18.810.800 per bulan. Berdasarkan perhitungan ini, keuntungan industri rumahan lento rata-rata sebesar Rp 28.366.270 per bulan. Didasarkan pada perhitungan kelayakan usaha dengan menggunakan rasio R/C, diperoleh nilai (R/C) ratio sebesar 2,46 atau 2,46 lebih besar dari 1, dan rasio B/C memiliki nilai rata-rata 1,46 atau 1,46 lebih besar dari 0. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Industri Rumahan Lento di Desa Sidowungu layak untuk dijalankan.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA KERIPIK PISANG DI KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN SIDOARJO Abdil Basit; Joko Priyono
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v4i2.2265

Abstract

Sektor UMKM telah menjadi kontributor terbesar PDB Nasional. Salah satunya adalah usaha makanan dan minuman. Sidoarjo sebagai kota industri di Jawa Timur ditemukan sejumlah usaha berupa produk camilan, khususnya keripik pisang. Persaingan usaha keripik tersebut mengakibatkan kerancuan usaha untuk layak dijalankan. Oleh karena itu, penelitian berfokus pada analisis kelayakan usaha keripik pisang di Kemacatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling berjumlah empat pelaku usaha keripik pisang di Desa Keboansikep, Ganting, dan Punggul. Data penelitian diperoleh melalui wawancara informan dan dianalisis menggunakan kelayakan usaha berupa rasio R/C, B/C, dan BEP. Hasil penelitian ditemukan rata-rata nilai R/C diperoleh 1,78 > 1, rata-rata nilai B/C diperoleh 0,78 > 0, rata-rata BEP Unit/Bulan diperoleh 952 unit < 1.320 unit, dan rata-rata BEP Rp/Bulan diperoleh Rp 9.329.416 < Rp 13.290.000. Seluruh hasil mengindikasikan bahwa usaha keripik pisang di Desa Keboansikep, Ganting, dan Punggul Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo layak dijalankan.
The Effect of the General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), and Revenue Sharing Fund (DBH) on the Human Development Index (HDI) in Surabaya City Muhammad Maulana; Joko Priyono
Journal of Macroeconomics and Social Development Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jmsd.v3i3.1060

Abstract

This study aims to analyze the effect of the General Allocation Fund (DAU), the Special Allocation Fund (DAK), and the Revenue Sharing Fund (DBH) on the Human Development Index (HDI) in Surabaya City during the period 2010–2024. A quantitative approach was employed using a multiple linear regression method based on secondary time-series data obtained from official government institutions. The results indicate that DAU, DAK, and DBH simultaneously have a significant effect on the Human Development Index. Partially, the Special Allocation Fund exhibits the strongest and most significant influence, reflecting its targeted allocation toward basic public service sectors, particularly education and health. The General Allocation Fund also has a positive and significant effect by strengthening overall regional fiscal capacity to support public service provision. In contrast, the Revenue Sharing Fund shows a positive but statistically insignificant effect on the Human Development Index. These findings suggest that improving human development outcomes in Surabaya City requires more targeted, effective, and equitable management of intergovernmental transfer funds, with a stronger emphasis on enhancing the quality of basic public services.
PENGARUH BELANJA DAERAH DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP KINERJA KEUANGAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN 2016-2024 Riska Putri Dinarti; Joko Priyono
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Belanja Daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Kinerja Keuangan di Kabupaten Probolinggo selama periode 2016-2024 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementrian Keuangan Republik Indonesia, serta dianalisis menggunakan metode regresi berganda dengan variabel dependen Kinerja Keuangan yang diukur menggunakan rasio kemandirian, sedangkan Belanja Daerah dan PAD sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan Belanja Daerah dan PAD berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Kabupaten Probolinggo, namun secara parsial Belanja Daerah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan, sedangkan PAD berpegaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan, yang memnunjukkan bahwa peningkatan PAD dapat memperkuat tingkat kemandirian keuangan daerah, sementara besarnya Belanja Daerah tidak selalu berdampak pada peningkatan kinerja keuangan apabila tidak didukung oleh pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN SOSIAL TERHADAP KEMISKINAN DI KELURAHAN SIWALANKERTO KECAMATAN WONOCOLO KOTA SURABAYA Dinda Widya Kumala; Joko Priyono
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bantuan Tunai Langsung (BLT), dan Program Kartu Pintar Indonesia (KIP) terhadap tingkat kemiskinan di Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya. Pendekatan deskriptif kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini, dengan menggunakan survei, wawancara, kuesioner, dan tinjauan dokumentasi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk analisis data, regresi linier berganda dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBG, BLT, dan KIP tidak secara signifikan memengaruhi tingkat kemiskinan jika dipertimbangkan bersama.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI PERTANIAN PERKOTAAN DI WILAYAH RT 10/RW 03, KELURAHAN SOBO, KECAMATAN BANYUWANGI, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Mohammad Suyanto; Taufiq Hidayat; Joko Priyono
ABDIMAS Vol 6 No 04 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i04.2875

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas) ini bermaksud untuk mengedukasi pengetahuan tentang trik dan tips bertani di lahan perkotaan yang baik kepada kelompok masyarakat tani Drangrang di wilayah RT 10/RW 03, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah diskusi dan wawancara terkait pengolahan lahan wilayah sempit untuk diberdayakan menjadi nilai yang lebih bermanfaat bagi warga dan lingkungan. Tiga orang narasumber memaparkan tentang masalah ketahanan pangan, kiat kiat bertanam tanaman herbal atau obat, dan budidaya lebah madu trigona untuk kesehatan. Hasil yang diperoleh masyarakat khususnya kelompok tani Drangrang sangat antusias dan semangat hingga muncul banyak tanya jawab pada sesi diskusi. Kegiatan ini perlu diteruskan pada event event selanjutnya agar kemandirian pangan dan kesehatan lingkungan dapat terwujud.