Irda Novrida Ashar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP PENURUNAN RASA NYERI PADA IBU POSTPARTUMMULTIPARA Irda Novrida Ashar; Achmad Suardi; Suryani Soepardan; Hidayat Wijayanegara; Jusuf Sulaeman Effendi; Ma’mun Sutisna
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 6 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.152 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v6i2.146

Abstract

Kontraksi uterus terjadi secara fisiologis dan menyebabkan nyeri yang dapat mengganggu kenyamanan ibu di masa postpartum. Nyeri susulan yang dirasakan ibu postpartum disebut dengan his royan. His royan berlangsung pada hari ke 2–3 postpartum diamana ibu akan merasakan mulas-mulas yang disebabkan karena kontraksi uterus sehingga ibu perlu mendapatkan penjelasan mengenai nyeri yang dirasakanHis royan banyak terjadi pada multipara karena adanya spasme otot uterus.Strategi penatalaksanaan nyeri merupakan suatu tindakan untuk mengurangi rasa nyeri dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi.Teknik non farmakologis yang paling banyak diterapkan di Indonesia di antaranya adalah dukungan emosional dan masase. Effleurage massage merupakan salah satu teknik relaksasi yang paling mudah dilakukan untuk memberikan rasa nyaman pada ibu postpartum. Effleurage adalah bentuk masasedengan menggunakan telapak tangan yang memberi tekanan lembut ke atas permukaan tubuh dengan arah sirkular secara berulang.Teknik inibertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menghangatkan otot abdomen, serta meningkatkan relaksasi fisik dan mental.Effleurage massage mengurangi nyeri dengan menstimulus serabut taktil di kulit pada abdomen yang memberikan efek relaksasi pada otot abdomen sehingga spasme otot abdomen berkurang.Penelitianinibertujuanuntuk mengetahui pengaruh effleurage massage terhadap penurunan rasa nyeri pada ibu postpartum multipara.Metodepenelitainmenggunakanquasi experimental design dilaksanakan Desember 2017 s/d Februari 2018 dengan responden 36 ibu postpartum multipara yang ditentukan dengan consecutive sampling.Responden mengisi lembar persetujuan untuk menjadi responden selama penelitian, kemudian sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang mendapatkan intervensi (group intervention) dan kelompok yang tidak mendapatkan intervensi (group control) sebagai pembanding. Analisis data dilakukan secara deskriptif, uji normalitas data menggunakan Shapiro wilk, untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri antara kelompok kontrol dan intervensi menggunakan uji Wilcoxon, dan untuk mengetahui pengaruh effleurage massage terhadap penurunan nyeri menggunakan uji Mann-Whitney. Penurunan rasa nyeri pada kelompokintervensi yang diberikan effleurage massage terjadi pada hari ke tiga. Hasil uji Mann-Whitney kelompok intervensi nilai sig.0,0001 (p<0.05) menunjukan pada kelompok intervensi mengalami penurunan nyeri, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan intervensi dalam penurunan rasa nyeri pada ibu postpartum multipara. Simpulan, ada pengaruh pijat effleurage massage terhadap penurunan rasa nyeri pada ibu postpartum multipara.
Tren Temporal dan Visualisasi Spasial Prevalensi Double Burden Malnutrition Anak Indonesia Tahun 2013 dan 2023 sofi oktaviani; Irda Novrida Ashar
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 12 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : LPPM STIKes BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v12i1.277

Abstract

Introduction: Double Burden of Malnutrition (DBM) refers to the coexistence of undernutrition and overnutrition within the same population. This phenomenon has become a significant public health challenge globally, particularly in developing countries including Indonesia. Objective: This study aimed to examine the temporal trends and spatial distribution of the prevalence of stunting, severe stunting, overweight, and obesity among children in Indonesia between 2013 and 2023.Methods: This study used secondary data from Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, Riskesdas 2018 and Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Spatial distribution analysis was conducted by combining provincial prevalence data of stunting, severe stunting, overweight, and obesity with geographic polygon data obtained from the Humanitarian Data Exchange (HDX). Data visualization was performed using R version 4.4.1. Results: During the period from 2013 to 2023, the prevalence of stunting among children under five declined from 19.2% to 15.8%, while severe stunting decreased from 18.0% to 5.7%. In contrast, the prevalence of overweight among children aged 5–12 years increased from 10.8% to 11.9%, whereas obesity remained relatively stable (8.0%, 9.2%, and 7.8% in 2013, 2018, and 2023, respectively). Spatially, higher stunting prevalence is still concentrated in eastern Indonesia, whereas overweight prevalence is more prominent in western regions, which tend to have higher levels of urbanization.Conclusion: Indonesia has made progress in reducing stunting prevalence among children; however, the increasing prevalence of overweight has not been overcome properly. Suggestion: More comprehensive and integrated nutrition policies are needed to simultaneously address both undernutrition and overnutrition among children. Keywords: double burden of malnutrition, stunting, overweight, obesity, children.