Vanda Milleniar
University 17 August 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA IMPLIKASI HUKUM TERHADAP MARAKNYA PARA LANJUT USIA MENJADI PENGEMIS DI SURABAYA Vanda Milleniar; Devina Aurellia Novianto; Riris Lukitasari
COURT REVIEW Vol 2 No 01 (2022): ILMU HUKUM
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini ialah untuk mengetahui alasan mengapa hukum tidak berdampak terhadap maraknya para lanjut usia (lansia) mengambil profesi sebagai pengemis di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian metode yuridis sosiologis dengan data empiris karena mengumpulkan data melalui wawancara langsung dengan pelaku. Dari hasil penelitian menunjukan terdapat empat faktor yang menyebabkan, yaitu faktor fisik, faktor ekonomi, faktor keluarga, dan faktor longgarnya penerapan hukum. Faktor fisik yang meyebabkan para lansia mengambil profesi pengemis ialah karena keadaan fisik mereka yang sudah lemah dan mempunyai penyakit. Faktor ekonomi yang meyebabkan para lansia mengambil profesi pengemis ialah karena minimnya peluang untuk bekerja sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan. Faktor keluarga yang meyebabkan para lansia mengambil profesi pengemis ialah karena tidak ada yang mengurus atau sudah tidak diurus keluarganya. Faktor implikasi hukum yang tidak efektif juga menjadi penyebab pengemis tidak pernah takut ataupun jera menjalani profesinya.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA DISABILITAS YANG DIKECUALIKAN SEBAGAI PENERIMA MANFAAT SISTEM JAMINAN KEHILANGAN PEKERJAAN Vanda Milleniar
COURT REVIEW Vol 2 No 04 (2022): ILMU HUKUM
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitian inii terletak pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) pada pasal 20 yang menyebutkan bahwa manfaat JKP jika mengalamii PHK dikecualikan bagii penyandang disabilitas (Cacat Total Tetap). Penelitian inii menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bertujuan untuk menemukan kaidah, asas hukum, dan doktrin hukum dalam rangka menjawab permasalahan hukum yang dihadapi. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian inii adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian inii menunjukkan bahwa Indonesia sebagaii negara demokrasii yang memilikii kebebasan untuk menjalanii kehidupannya secara hukum harus dilindungii termasuk disabilitas, sehingga merupakan bagian darii hak konstitusional sebagaimana diatur dalam Pasal 28 I ayat (2) UUD 1945. Republik Indonesia. Indonesia tahun 1945. Mengkajii hak pekerja disabilitas darii perspektif hak asasii manusia dengan tujuan menghormati, melindungii dan memenuhii hak–hak penyandang disabilitas. Perspektif yuridis, bahwa untuk menjamin perlindungan dan pemenuhan hak-hak pekerja disabilitas yang terbebas darii perlakuan diskriminatif, maka penting untuk menerapkan kebijakan affirmative action, termasuk serta para pemangku kebijakan khususnya pemerintah untuk terus berupaya menghilangkan stigma negatif yang ada guna memenuhii hak-hak penyandang disabilitas. Penelitian inii menyimpulkan bahwa pemerintah terkesan masih jauh darii upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan manfaat perlindungan hukum oleh pemerintah yang menjadii multitafsir inii dapat merugikan hak asasii manusia, terutama bagii penyandang disabilitas.