Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) LENS-ART (Literacy Enhancement through Visual Support) dilaksanakan untuk meningkatkan aksesibilitas pembelajaran literasi bagi peserta didik dengan hambatan pendengaran dan kesulitan belajar di SMA Kabupaten Kampar. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan bahan ajar adaptif, dominasi materi berbasis teks, serta keterbatasan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran visual. Program bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan mendukung keterlibatan peserta didik melalui penerapan modul bacaan berbasis grafis yang terintegrasi dengan website LENS-ART. Pelaksanaan program mencakup lima tahap, yaitu inclusive engagement, capacity building, implementation, mentoring and monitoring, dan sustainability. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi keterlaksanaan, aktivitas peserta didik, monitoring guru dan peserta didik, serta refleksi dan catatan lapangan. Program melibatkan 35 guru pada tahap pelatihan dan 27 peserta didik pada tahap implementasi. Hasil menunjukkan proporsi guru pada kategori baik meningkat dari 17% pada pretest menjadi 88% pada posttest. Keterlaksanaan penggunaan website dan modul mencapai rata-rata 82,29% dengan kategori sangat baik, sedangkan aktivitas peserta didik mencapai 83,52% dengan kategori sangat baik. Monitoring menunjukkan penurunan peserta didik yang teridentifikasi menunjukkan tanda-tanda kelelahan kognitif, dari 85,19% sebelum penerapan menjadi 25,93% setelah penerapan. Temuan tersebut merupakan indikasi awal hasil monitoring dan belum menunjukkan hubungan sebab-akibat. Secara keseluruhan, LENS-ART dapat diterapkan dengan baik sebagai media pendukung pembelajaran literasi inklusif melalui integrasi dukungan visual, multimedia, aktivitas interaktif, teknologi digital, dan penguatan kapasitas guru.