Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai(Glycine max) pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat Wahyuningsih Wahyuningsih; Elly Proklamasiningsih; Murni Dwiati
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 33, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.911 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2016.33.2.345

Abstract

Ultisol merupakan salah satu jenis tanah asam yang memiliki kelarutan Al, Fe, dan Mn tinggi, serta kandungan P dan Moyang rendah. KelarutanAl dan Fe yangtinggiakan menjerap fosfat, sehingga ketersediaan dan serapan P bagi tanaman menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi ketidaktersediaan P pada tanah Ultisol yaitu dengan penambahan asam humat. Asam humat merupakan makromolekul polielektrolit yang memiliki gugus fungsional seperti -COOH, -OH fenolat, maupun -OH alkoholat,sehingga asam humat memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan ion logam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh asam humat terhadap serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai (2) menentukan konsentrasi asam humat yang paling baikdalam meningkatkan serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengelompokan didasarkan atas perbedaan intensitas cahaya yang ada di rumah kaca. Perlakuan berupa konsentrasi asam humat, dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm dan 1600 ppm. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot basah, dan bobot kering, P tersedia serta P tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakananalisis ragam pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Apabila hasil perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat berpengaruh terhadap serapan P dan pertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol. Asam humat 1200 ppm merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, sehingga mampu meningkatkanpertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol.
Pengaruh Konsentrasi Rootone-F Terhadap Pertumbuhan Stek Dombeya Wallichii (Lindl.) Benth Ex. Baill Elly Proklamasiningsih; Iman Budisantoso; Azhara Restuaji Maharani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.17746

Abstract

Dombeya wallichii (Lindl.) Benth ex. Baill. is a flowering plant that is widely used as an ornamental plant and to support honey bee cultivation because of its abundant flowers with attractive shapes and colours. Plant propagation through cuttings is often done to maintain the superior traits of the parent plant. Rootone-F, which contains growth regulators, is known to be effective in stimulating root growth in cuttings of various plants. The objectives of this study were to examine the effect of Rootone-F on the growth of D. wallichii stem cuttings and to determine the most effective concentration of Rootone-F in stimulating the growth of D. wallichii stem cuttings. The study was conducted at Cilengko Farm Pabuaran, Purwokerto, from May to August using a split-plot randomised design. The main plots consisted of the third, fourth, and fifth branches. The subplots consisted of Rootone-F concentrations of 0 mg/l (control), 50 mg/l, 100 mg/l, and 150 ppm. The blocks or replicates consisted of the base, middle, and tip. The data obtained were analysed using ANOVA at 5% and 1% levels and DMRT test at 5% level. The results showed that the application of Rootone-F had a very significant effect on the number of roots and a significant effect on root length at 12 weeks after planting. The best Rootone-F concentration was 100 ppm for root number and root length growth. The best cutting position was taken from the top section.