Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyuluhan Perawatan Mesin Kapal Nelayan Kelurahan Gabion Kecamatan Medan Labuhan Winfrontstein Naibaho; Togar Naibaho
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2022): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v3i1.578

Abstract

Kegiatan mencari ikan di laut adalah sebagian mata pencaharian masyarakat pesisir pantai. Pada kondisi melaut banyak sekali kendala–kendala yang dialami oleh nelayan salah satunya adalah ketika mesin mengalami lose compression yang menyebabkan matinya kerja mesin sehingga nelayan akan kesulitan untuk perpindah posisi maupun jika ingin mendarat. Untuk itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membantu para nelayan dalam mengetahui gejala maupun gangguan yang dialami oleh mesin yang mereka gunakan pada kapal dengan cara merawat sekaligus maintenance yang akan dilakukan ketika mendapati permasalahan. Masyarakat Pesisir Belawan adalah salah satu pusat ekonomi dalam bidang kelautan yang memproduksi aneka ragam olahan laut baik makanan maupun hiasan yang berada di Sumatera Utara. Dari hasil pengamatan di lapangan dan wawancara langsung kepada Ketua Paguyuban Nelayan setempat, terdapat tiga aspek yang menjadi fokus pada program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu permasalahan yang terjadi pada mesin, penanganan yang akan dilakukan, dan kondisi perawatan mesin. Dengan adanya penyuluhan yang dilakukan diharapkan para nelayan mampu memahami dan merawat kondisi mesin kapal mereka guna meminimalisir adanya kendala saat berada di lautan, serta dapat meningkatkan hasil laut bahan pangan maupun produk olahan hasil laut untuk memenuhi permintaan konsumen. 
Analysis of The Effect of Commitment, Motivation And Human Resources Organization of PT. Maha Green Togar Naibaho; Winfrontstein Naibaho
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 5 (2022): December: Management Science And Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/enrichment.v12i5.847

Abstract

PT Maha Green is a business that is engaged in the distribution of 4 and 3 Kg Elpiji gas to several bases and consumers, but the method used in ordering Elpiji gas is still using the manual method, namely by approaching the bases one by one without knowing how many empty tubes are available at the base to be filled. , so it takes a lot of time. Therefore PT Maha Green is trying to improve services to the Base and Consumers so that the load and time used to deliver orders are more effective. This study aims to determine the effect of motivation and organizational commitment to employee performance at PT.Maha Green. This study uses survey methods and techniques data collection used is a literature study, questionnaires and interviews. The population in this study are all employees of PT. Maha Green totaled 34 people. This research uses the method simple regression analysis and multiple regression. Data that have been collected and processed using the program SPSS 23. The results showed that motivation and organizational commitment has a significant influence on employee performance either partially or partially simultaneous. Organizational motivation and commitment have greater influence on employee performance if both are increased simultaneously rather than simultaneously Partial.
SOSIALISASI PERKEMBANGBIAKAN ALGA DENGAN OPEN RACEWAY POND DENGAN ENERGI SURYA Togar Naibaho; Winfrontstein Naibaho
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 1 No. 3 (2023): Januari
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya aktivitas budidaya di Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri yaitu dengan tingginya biaya produksi yang diakibatkan beban penggunaan pakan (pellet). Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan baru untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memanfaatkan mikroalga sebagai pakan alami ikan, terkhusus pada fase benih. Disamping mampu mengurangi biaya produksi, juga mampu menghasilkan benih yang unggul. Mikroalga merupakan tumbuhan air yang memiliki peran yang sangat penting di perairan karena berada di dasar sistem rantai makanan (produsen primer). Mikroalga termasuk jenis tumbuhan air yang mampu tumbuh dalam waktu yang cukup singkat. Selama hidupnya, mikroalga melalui 5 fase yakni fase lag, fase logaritmik, fase penurunan pertumbuhan, fase stasioner dan fase kematian. Dalam biomassa mikroalga terkandung bahan-bahan penting yang sangat bermanfaat seperti protein, karbohidrat, lemak dan asam nukleat. Kandungan mikroalga tersebut dapat dijadikan sebagai dasar dalam menjadikan sebagai pakan alami yang bermutu. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam melakukan kultivasi mikroalga skala massal dengan metode Open raceway ponds secara mandiri. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan kemampuan teknis peserta baik berdasarkan hasil ujian materi dan hasil uji praktek pengukuran kualitas air dan pengukuran kepadatan sel mikroalga.
The effect of transformational leadership style, employee creativity, and employee empowerment on employee performance at PT Casa Woodworking Industry Togar Naibaho; Winfrontstein Naibaho
Enrichment : Journal of Management Vol. 13 No. 3 (2023): August: Management Science And Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/enrichment.v13i3.1514

Abstract

Every business or business is required to be able to continue to develop to face every opportunity and threat that comes from competition between business organizations. a business organization is required to have the right strategy that can help the business or business survive and have an advantage compared to competing businesses or businesses. Along with the increasingly uncertain and complex business environment that results in changes to the market and consumer needs, it requires businesses to be able to find strategies that can create products that match market demands. Employee performance is a parameter for measuring the performance of a business. Employee performance is often interpreted as the output of all business activities, both individual and group in nature, which have an impact on business continuity and sustainability. In the development of organizational behavior, the level of creativity possessed by an employee can also be formed from patterns of interaction that occur in the work environment and can further form collective creativity. Employee creativity/employee creativity has a significant influence on employee performance. Transformational leadership has a significant influence on employee performance. Employee Empowerment/Employee Empowerment does not have a significant effect on employee performance.
Pemberdayaan Tenaga Kesehatan Puskesmas Dalam Penerapan Manajemen Sumberdaya Manusia Terkait Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Winfrontstein Naibaho; Togar Naibaho; Syah Paradiba Sari Sirait
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fwa22872

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, kualitas layanan yang diberikan sangat dipengaruhi oleh pengelolaan sumber daya manusia, khususnya terkait motivasi kerja dan lingkungan kerja tenaga kesehatan. Permasalahan yang sering ditemui di Puskesmas meliputi rendahnya motivasi kerja, beban kerja yang tinggi, keterbatasan sarana pendukung, serta kurang optimalnya penerapan manajemen sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan tenaga kesehatan Puskesmas melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penerapan manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada peningkatan motivasi kerja dan perbaikan lingkungan kerja. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, diskusi kelompok terarah, serta pendampingan penerapan praktik manajemen SDM yang efektif dan berkelanjutan. Materi yang diberikan mencakup strategi peningkatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik, komunikasi kerja yang efektif, manajemen beban kerja, serta penciptaan lingkungan kerja yang sehat dan kondusif. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya motivasi kerja tenaga kesehatan, terciptanya lingkungan kerja yang lebih nyaman dan produktif, serta meningkatnya kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan tenaga kesehatan berbasis manajemen sumber daya manusia yang dapat direplikasi di Puskesmas lainnya