Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jenis, Frekuensi Kemunculan, dan Persentase Penyakit Cendawan pada Tanaman Sayuran Eddy Tri Sucanto; Muachiroh Abbas
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.486 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.1.719

Abstract

Tanaman sayuran sangat berperan dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan dan gizi karena sayuran kandungan mineral dan vitamin yang dimiliki. Upaya tersebut terkendala oleh banyaknya jenis penyakit cendawan pada tanaman sayuran sehingga menimbulkan penurunan produksi termasuk  di kawasan Baturraden. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengatasi serangan penyakit pada tnaman sayuran di Wilayah Baturraden. Namun agar penanganan dapat berjalan secara efektif diperlukan informasi awal sepeti frekuensi dan prosentase penyakit cendawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi kemunculan dan prosentase penyakit cendawan pada tanaman sayuran tanaman sayuran di wilayah Baturraden. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara Purposive random sampling pada 15 lokasi yang berbeda. Jenis penyakit cendawan diidentifikasi berdasarkan karaktersitik dan gejala penyakit yang ada. Frekuensi kemunculan dan persentase penyakit dihitung dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Selama penelitian ditemukan sebanyak 10 jenis penyakit cendawan pada tanaman sayuran di wilayah Baturrade. Frekuensi kemunculan tertinggi sebanyak 300 kali dengan persentase penyakit cendawan mencapai 100%. Sementara itu, frekuensi kemunculan sebesar 45 kali memiliki prosentase sebesar 15%. Nilia frekuensi kemunculan dan prosentase penyakit cendawan tersebut mengindikasikan bahwa serangan penyakit cendawan pada tanaman sayuran di wilayah Baturraden sangat tinggi.
Distribusi Kandungan Ion dan Klorofil Kedelai Kultivar Mahameru (Glycine max (L.) Merr.) yang Ditanam di Pantai Sodong Cilacap Juwarno Juwarno; Siti Samiyarsih; Muachiroh Abbas
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.3.1333

Abstract

Penelitian  dilakukan untuk mengetahui distribusi kandungan ion dan klorofil pada kedelai kultivar Mahameru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana distribusi dari ion-ion Na+, Cl-, K+, Ca2+ dan Mg2+ pada akar, batang dan daun kedelai kultivar Mahameru yang ditanam dipantai Sodong Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan RCBD (Randomized Completely Block Design) dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Kedelai ditanam pada lahan pesisir pantai dengan jarak lima puluh meter dari tepi pantai, dibuat blok-blok ukuran  satu meter panjang dan dua meter lebar. Pengamatan dilakukan setelah tanaman berumur 30 hari setelah tanam. Kandungan ion  diamati  menggunakan AAS dan kandungan klorofil diamati menggunakan spektrofotometer. Variabel  yang diamati adalah kandungan klorofil a, b dan klorofil total; kandungan ion Na+, Cl-, K+, Ca2+ dan Mg2+ pada akar, batang dan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kandungan klorofil a, b dan klorofil total. Terjadi peningkatan kandungan ion Na+ pada bagian daun dan peningkatan ion Cl- pada bagian batang. Ketiga ion yang lain K+, Ca2+ dan Mg2+ terjadi penurunan. Kandungan ion yang paling rendah pada akar, batang dan daun adalah ion Mg2+