Suminto Suminto
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, East Java, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psychological Principle and Its Implications in Islamic Education Hasan Langgulung's Perspective Suminto Suminto
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 3 No 2 (2019): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Al-Hayat Al-Istiqomah Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v3i2.79

Abstract

Asas psikologis pendidikan dapat difahami sebagai kebenaran yang menjadi pijakan atau dasar berpikir, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pendidikan yang berdasarkan atas teori- teori dari psikologi. Oleh sebab itu, menjadi sangat penting dalam memahami pendidikan, bahwa pendidikan di dalamnya juga terdapat asas-asas sebagai tempat dan pijakan yang tegak, tegak dalam materi, tegak dalam interaksi , tegak dalam inovasi, atau tegak dalam cita-citanya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan atau library research. Adapun analisis isi atau content analysis digunakan sebagai metode analisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Konsep asas psikologis dalam pendidikan Islam menurut Hasan Langgulung adalah dengan menekankan pada teori proses belajar serta konsep penciptaan manusia menurut pandangan Islam, yang meliputi hakikat penciptaan, potensi dasar manusia, pertumbuhan dan perkembangan kognitif serta psikologis dan ruhaniyah manusia, sehingga dapat dipahami bahwa manusia adalah mahluk yang terdiri dari unsur jasadiyah dan ruhaniyah. (2) Implikasi dari konsep asas psikologis dalam pendidikan Islam adalah memandang pendidikan sebagai proses dalam menyiapkan generasi muda agar dapat berperan sebagai generasi penerus, mentransfer pengetahuan serta nilai-nilai Islam sehingga selaras dengan tujuan manusia diciptakan, maupun dalam perilakunya sehari-hari. Oleh karenanya, dalam proses pendidikan harus memperhatikan perkembangan jiwa, maupun pertumbuhan raga peserta didik dengan mengacu pada dasar, tujuan, kurikulum, materi, serta evaluasi yang membawa fungsi manusia sebagai ‘abid dan khalifatullah yang dihiasi dengan amal saleh.
The An-Nahdliyah and The Yanbu'a Method in Learning to Read the Qur'an in the Vocational High School: Comparative Study Suminto Suminto; Arinatussadiyah Arinatussadiyah
ISTAWA Vol 5, No 1 (2020): Istawa: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Postgraduate Program Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.634 KB) | DOI: 10.24269/ijpi.v5i1.2497

Abstract

This research is motivated because there are still very few people who can read the Al-Qur'an with the correct recitation. Efforts must be made to conduct Al-Qur'an learning in educational institutions, both formal and informal. This paper aims to describe the implementation and implications of learning to read the Koran with an-nahdliyah and yanbu'a methods. This research uses a qualitative approach. Data analysis techniques used single case analysis and cross-case analysis. Research results: (1) The implementation of Al-Qur'an reading and writing learning with an-nahdliyah method in Nahdlatul 'Ulama Vocational High School (SMK-NU) and yanbu'a method in Islamic Vocational High School (SMKI) Al-Azhaar Tulungagung which aims so that students can read the Qur'an in accordance with the science of recitation with implementation: opening prayer, classical, private, evaluation, motivation, and closing prayer. (2) Learning material at SMK-NU: volume books (volumes 1-6), Al-Qur'an, and the book "Provisions for Prospective Leaders. While the material in the ISMS: beginner Juz, Juz 1-7, Al-Qur'an, and rote learning. (3) Implications of learning with an-nahdliyah method and yanbu’a methods include. In essence, students can read the Qur'an by the knowledge of recitation and can write the letters of the Qur'an correctly and adequately.Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih sedikitnya masyarakat yang dapat membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar. Upaya yang harus dilakukan mengadakan pembelajaran Al-Qur’an di lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Naskah ini bertujuan mendeskripsikan implementasi dan implikasi pembelajaran baca tulis alqur'an dengan metode an-nahdliyah dan yanbu'a. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis kasus tunggal dan analisis lintas kasus. Hasil penelitian: (1) Pelaksanaan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dengan metode an-nahdliyah di Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul 'Ulama (SMK-NU) dan metode yanbu’a di Sekolah Menengah Kejuruan Islam (SMKI) Al-Azhaar Tulungagung yang bertujuan agar peserta didik dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan ilmu tajwid dengan implementasi: do’a pembuka, klasikal, privat, evaluasi, motivasi, dan do’a penutup. (2) Materi pembelajarannya di SMK-NU: buku jilid (jilid 1-6), Al-Qur’an, dan buku “Bekal Calon Pemimpin. Sedangkan materi di SMKI: Juz pemula, Juz 1-7, Al-Qur’an, dan materi hafalan. (3) Implikasi dari pembelajaran dengan metode an-nahdliyah dan metode yanbu’a antara lain: peserta didik dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan ilmu tajwid dan dapat menulis huruf Al-Qur’an dengan baik dan benar.