Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Syariah Dalam Perspektif Kontemporer: Kerangka Tata Kelola, Tantangan, dan Analisis Komparatif Nuhrodin Nuhrodin
KarismaPro Vol. 16 No. 02 (2025): Karismapro
Publisher : Program Studi Manajemen, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/karismapro.v16i02.1812

Abstract

Manajemen Syariah merupakan pendekatan tata kelola organisasi yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam seperti keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan kemaslahatan. Awalnya berkembang dalam sektor keuangan Islam, konsep ini kini meluas ke berbagai sektor non-keuangan, termasuk kesehatan, filantropi, dan industri halal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kerangka teoretis Manajemen Syariah, model tata kelola yang diterapkan, tantangan implementasi lintas sektor, serta efektivitasnya dibandingkan dengan manajemen konvensional. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan sistematis terhadap publikasi ilmiah bereputasi periode 2010–2024 dengan pendekatan analisis komparatif dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa model tata kelola terpusat cenderung lebih efektif dalam menjaga independensi dan konsistensi pengawasan syariah, sementara praktik Manajemen Syariah terbukti meningkatkan ketahanan organisasi, kualitas pelaporan, dan kepercayaan pemangku kepentingan, khususnya pada masa krisis. Temuan ini menegaskan relevansi Manajemen Syariah sebagai kerangka tata kelola etis dan adaptif dalam konteks organisasi modern.
Mempertahankan Identitas Budaya Benjang Gelut di Tengah Modernisasi Olahraga Prestasi Nuhrodin Nuhrodin; M. Afdhal Abdiansyah; Syiti Nabila; Nailul Hidayat; Ridwan Taufik; Dina Fitriyana; Muhammad Ridwan; Lutpi Nur Alif; M. Andi Setiawan; Muhammad Iksal Nur Kamil; Rizky Sany Paturohman; Nathania Widyaningsih; Muhamad Rizki
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.59

Abstract

Kesenian Benjang Gelut di Ujungberung, Bandung Timur, menghadapi tantangan serius akibat arus modernisasi yang mengedepankan kepraktisan, termasuk wacana penggantian musik pengiring langsung (waditra) dengan rekaman audio digital. Fenomena ini berpotensi mengikis identitas budaya dan nilai filosofis asli yang melekat pada tradisi tersebut. Beranjak dari keprihatinan sosiologis tersebut, langkah nyata diambil untuk merangkul, mengedukasi, serta memberdayakan tokoh masyarakat, pelatih, dan atlet muda dalam merumuskan strategi ketahanan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam bersama sesepuh dan pelatih nasional Benjang Gelut, serta observasi lapangan di Cinunuk. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa meskipun transformasi Benjang Gelut menjadi cabang olahraga prestasi di bawah KORMI memberikan banyak keuntungan bagi generasi muda seperti jalur beasiswa dan prestasi, kehadiran waditra secara langsung mutlak dipertahankan. Instrumen musik ini bukan sekadar pelengkap panggung, melainkan sistem tanda yang merepresentasikan harmoni yang setiap ketukan memiliki makna kosmologis. Melalui pendampingan, generasi muda menyadari pentingnya musik tradisional dan prosesi ngibing sebagai sarana ngaji diri serta penerapan filosofi "bersih hate, handap asor" agar tidak hanya fokus mengejar medali. Kesimpulannya, perpaduan antara prestasi olahraga modern dan pelestarian seni tradisional ini mampu memastikan Benjang Gelut tetap berkembang tanpa kehilangan jati diri aslinya.