Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis statik kekuatan struktur pesawat UAV vertical take off-landing VX-2 Djarot Wahju Santoso; Wawan Edi Saputra
SENATIK STT Adisutjipto Vol 6 (2020): Keselamatan Penerbangan di masa Pandemi Covid-19 [ISBN 978-602-52742-2-0]
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/senatik.v6i0.422

Abstract

VTOL UAV aircraft is aircraft capable of vertical takeoff and landing (VTOL) and have flexible maneuverability. This aircraft is increasingly being used because of its ability to carry out various missions. The aircraft modification process that was previously designed for the VTOL VX-1 was carried out to correct problems encountered during flight tests The stages of research carried out in the static analysis of the structural strength of the UAV VX-2 aircraft were to modify the wing structure, fuselage and tail of the previous aircraft design, carry out modeling with CATIA software and then analyze the structure with Patran-Nastran to ensure the modification was safe. The result of the analysis the modified structure of the UAV VX-2 aircraft design, the wing structure has a maximum stress 185 MPa in the case of torsion loads, while the maximum tension tail structure 257 MPa is located in the horizontal stringer stabilizer at pull up loads. The results of the calculation the Margin of Safety with all positive values, the modified structure is declared safe.
PENGARUH PENAMBAHAN TEMPURUNG KELAPA PADA CAMPURAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Urfan, Urfan; Wawan Edi Saputra; Faisal M. Punuh
Journal of Scientech Research and Development Vol 7 No 2 (2025): JSRD, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v7i2.1367

Abstract

Material alternatif yang mulai menarik perhatian adalah tempurung kelapa. Tempurung kelapa merupakan limbah pertanian yang melimpah di negara tropis seperti Indonesia. Material ini memiliki sifat fisik yang keras dan mengandung senyawa karbon yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan kekuatan dan daya tahan beton. Selain itu, penggunaan tempurung kelapa sebagai bahan tambahan beton juga memiliki potensi dalam aspek keberlanjutan. Dengan memanfaatkan limbah tempurung kelapa, industri konstruksi dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku alami yang semakin berkurang, seperti pasir dan kerikil. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi eksperimental yang dilakukan dilaboratorium program studi teknik sipil universitas pohuwato.Dari variabel tersebut akan di analisa pengaruh tempurung kelapa sebagai bahan tambah dalam campuran beton, selain itu juga dilihat seberapa besar kualitas beton dan perbandingannya dengan beton biasa.Dari hasil gabungan dengan presentase 10% dan 15% dapat di lihat bahwa terjadi Kenaikan drastis pada kuat tekan Beton 10% pada benda uji di umur 14 Hari di sample 1 yaitu 69.07kg/cm2. dan sebaliknya pada hasil kuat tekan beton 15% terjadi penurunan drastis pada benda uji di umur 14 Hari di sample 1 yaitu 84.41 kg/cm2.Dari hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa Penambahan serat tempurung kelapa pada campuran mix beton akan menurunkan kuat tekannya. Makin besar persentase tempurung kelapa yang ditambahkan makin besar pula penurunannya. Adapun perbandingan kuat tekan beton antara beton normal (SNI) dan beton yang menggunakan bahan tambah tempurung kelapa yang sangat signifikan, dapat dilihat dari hasil tertinggi kuat tekan beton yang menggunakan bahan tamabah 10% pada benda uji umur 21 hari dari 3 sampel nilai rata-rata nya yaitu 145,81 kg/mm2 atau setara dengan 12.10 Mpa. Jika dibandingkan dengan beton normal yang tidak menggunakan tempurung kelapa, hasil ini menujukan adanya penurunan kuat tekan sebesar 17 Mpa.