Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PELATIHAN TAJHIZUL JENAZAH DI DESA RANDU AGUNG KECAMATAN CERMEE KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN 2019 SYAIFUL BAKRI
Samawa Vol 1 No 1 (2021): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v1i1.14

Abstract

Satu dari beberapa indikator kualitas sumber daya manusia yang bagus adalah penguasaan kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan bisa diperoleh dalam bentuk pelatihan di bidang keagamaan. Pelatihan mengurus mayat secara islami adalah satu fokus yang perlu ditingkatkan kualitasnya dalam rangka penguatan keagamaan dan menjaga pendapat madzhab ahli sunnah wal jamaah. Tujuan penelitian ini adalah ingin mendeskripsikan peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Randu Agung Kecamatan Cermee melalui pelatihan Tajhizul Jenazah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus. Teknik pengambilan data melalui wawancara, dan pengamatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan Tajhizul Jenazah menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat Randu Agung Kecamatan Cermee
MENGUJI NETRALITAS ILMU PENGETAHUAN SYAIFUL BAKRI
Samawa Vol 1 No 2 (2021): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v1i2.23

Abstract

This paper discusses in detail about science as the only weapon of life civilization. In its development, science has a state of uncertainty. In this uncertainty, as an independent science, it is required to be able to submit to its rules. Armed with knowledge, humans are capable of creating civilizations and with knowledge humans can create havoc in the pages of their lives. Thus, the neutral and non-neutral role of science in human life becomes a big question mark.
PROBLEMATIKA PENERAPAN DIVERSI BAGI ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA OLEH PENEGAK HUKUM DI ERA GENERASI BETA Syaiful Bakri; Muhammad Abrori
SAMAWA Vol 5 No 1 (2025): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53948/samawa.v5i1.176

Abstract

The purpose of this study, the authors focus on how the implementation ofdiversion for juvenile offenders by law enforcement officials and what arethe obstacles of law enforcement officials in the implementation of diversionfor juvenile offenders, with the aim of analysing the implementation ofdiversion for juvenile offenders by law enforcement officials and analysingwhat are the obstacles of law enforcement officials in the implementation ofdiversion for juvenile offenders. This research method uses a normativelibrary method, namely by reading books related to the title and thisresearch, also supported by the existence of primary and secondary dataobtained from several literatures related to the research. The results of theresearch on the implementation of diversion refer to the regulation of theSupreme Court of the Republic of Indonesia number 4 of 2014 concerningguidelines for the implementation of diversion in the juvenile criminaljustice system and the obstacle is the absence of a clear time in the diversionprocess so that diversion efforts often do not find an agreement.Keywords:Diversion, Law Enforcement, Beta Generation.
Penyuluhan Kesadaran Hukum UU No. 16 Tahun 2019 Tentang Pernikahan Dini di Desa Batu Salang Cermee Bondowoso Syaiful Bakri; Muhammad Abrori; Siti Khotijah; Mutia Nahdiya; Firdatus Sofia; Sri Agustina Wulandari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6134

Abstract

Kegiatan ini didedikasikan untuk masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga Desa Batu Salang, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, mengenai bahaya dan dampak negatif pernikahan dini. Sosialisasi dilakukan di Balai Desa Batu. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini meliputi pendidikan, partisipasi, dan persuasi melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai batas usia menikah sesuai dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 telah meningkat, dan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum menikah telah lebih dikenal luas. Sebanyak 80% peserta mampu menjelaskan dengan benar penyebab dan risiko yang terkait dengan pernikahan dini. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang bukanlah pelanggaran agama, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dan moral. Dengan demikian, kegiatan ini telah terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat dijadikan contoh kegiatan pencegahan pernikahan dini yang berkelanjutan di desa-desa lain.